Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMBINASI BOKASI SERUNI LAUT DENGAN ABU SERBUK GERGAJI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA MERAH PADA TANAH GAMBUT ati, Is mi; MS, Ir. Rahmidiyani; M.Agr, Ir. Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45518

Abstract

Tanaman okra merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman okra merah khususnya di pontianak dapat dilakukan dengan memnfaatkan lahan-lahan pertanian dalam kegiatan budidaya tanaman, salah satunya yaitu tanah gambut.Berdasarkan luas penyebarannya, tanah gambut di Kalimantan Barat berpotensi digunakan untuk budidaya tanaman okra merah, akan tetapi dalam pemanfaatan tanah gambut ini dihadapkan pada berbagai kendala yaitu tingkat kemasaman tinggi, tingkat kesuburan dan ketersediaan hara serta kejenuhan basa (KB) yang rendah. Perlu diimbangi dengan intensifikasi lahan salah satunya dengan aberupa abu serbuk gergaji. Pemberian bokasi seruni laut dan abu serbuk gergaji dharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah gambut sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksankan di Lahan Percobaan Fakultaas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Dengan lama penelitian 3 bulan dari bulan 16 Maret sampai 30 Mei 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan di ulang 5 kali dimana tiap unit perlakuan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah seluruhnya sebanyak 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 0 kg/polybag, B = Bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 1,5 kg/ polybag, C = Bokasi seruni laut 0,2 kg/polybag + abu serbuk gergaji 2 kg/ polybag, D= Bokasi seruni laut 0,1 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag, dan E = Bokasi seruni laut 0 kg/polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah, tinggi tanaman (cm), kadar klorofil daun (spad unit), total luas daun (cm) volume akar (cm ³), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan berat buah perbuah (g).Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji pada dosis bokasi seruni laut 0,1 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag memberikan pertumbuhan yang terbaik. Namun pada pemberian kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji pada dosis bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 1,5 kg/polybag lebih efesien untuk pertumbuhan dan hasil pada tanaman okra merah.
PENGARUH DOSIS DAN LAMA INKUBASI PUPUK HIJAU PAITAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK PADA TANAH ALUVIAL Sari, Susi Ratna; M.Agr, Ir. Eddy Santoso; MP, Ir. Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45515

Abstract

Pengembangan tanaman terung khususnya di Pontianak dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan pertanian yang sering digunakan dalam kegiatan budidaya tanaman, salah satunya yaitu tanah aluvial, tanah aluvial ini dihadapkan pada berbagai kendala yaitu struktur tanah yang pejal dan padat karena mengandung liat dan juga bahan organik yang rendah. Perlu diimbangi dengan intensifikasi lahan salah satunya dengan mengaplikasikan bahan organik berupa pupuk hijau paitan.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis dan lama inkubasi pupuk hijau paitan terhadap pertumbuhan dan hasil terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini dimulai dari tanggal 01 Juli 2019 sampai dengan tanggal 30 Desember 2019. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis pupuk hijau paitan terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu d1= 50 g/polybag, d2= 100 g/polybag, dan 150 g/polybag. Faktor kedua adalah lama inkubasi pupuk hijau paitan yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu m1= 2 minggu, m2= 4 minggu, dan m3= 6 minggu, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan terdiri dari 5 sampel tanaman.Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), total luas daun (cm2), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah (buah), berat buah perbuah dan berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi inteaksi antara dosis dan lama inkubasi pupuk hijau paitan terhadap variabel tinggi tanaman, total luas daun, volume akar, berat buah perbuah dan berat buah pertanaman. Dosis paitan menunjukkan hasil berpengaruh nyata terhadap variabel berat kering tanaman dan jumlah buah. Pengaruh dosis paitan dengan 50 g/polybag dan lama inkubasi 2 minggu memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik pada tanah aluvial.