Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

NEGOSIASI WAKTU DAN PEKERJAAN RUMAH TANGGA DALAM MASYARAKAT PETANI DI KOTO BARU KECAMATAN X KOTO TANAH DATAR Silfia Hanani; Susi Ratna Sari
SOCIUS Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v5i1.86

Abstract

Perempuan dalam menjaga kelangsungan rumah tangganya, telah melakukan berbagai strategis dan kebijakan-kebijakan terutama terlihat dari perempuan yang berkerja di sektor publik, seperti perempuan yang terlibat dalam pertanian.Perempuan harus melakukan negosiasi-negosiasi dengan waktu dan pekerjaan sehingga peran dan fungsinya dalam keluarga bisa berjalan dalam keseimbangan.Negosiasi-negosiasi dengan waktu itu sangat menentukan terhadap survivenya rumah tangga dalam menghadapi berbagai tantangan dan kompetisi matrialisme.Perempuan yang terlibat dalam pertanian, telah melakukan negosiasi waktu dalam bentuk random, sesuai dengan kebutuhan keluarga dan berencana.Negosiasi itu, pada kenyataannya telah memberikan kontribusi terhadap kelangsungan sebuah keluarga yang harmonis di kalangan perempuan petani.
MEMBANGUN KOTA RAMAH ANAK DENGAN BUDAYA KOTA BERSERAMBI BACA Susi Ratna Sari
Sosial Budaya Vol 12, No 2 (2015): Juli - Desember 2015
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v12i2.1942

Abstract

Town is a public space that has a routine economic activities with a variety of style and dimensions. However, the city also has a social problem is so complex, among the social issues were visible from the problems faced by children in the urban areas. This issue of concern for all of us, because of the problems the child if left this nation will experience a quality of human crisis in the future. The occurrence of problem children in urban areas, such as caused by the lack of facilities and institutions that empower and trial them. For it, one of which urged to designed in town is a recessed porch read accessible and accommodating children in urban areas with its main activity is reading. Therefore, the city of the future will need to cultivate the porch-porch read these, because of the existence of the porch-porch read this children is estimated to be able to change the tradition of patologisnya to the Sepik tradition in building its future.
MEMBANGUN KOTA RAMAH ANAK DENGAN BUDAYA KOTA BERSERAMBI BACA Susi Ratna Sari
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 11 (2), 2015
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3088.214 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v11i2.10443

Abstract

Kota merupakan sebuah rung publik yang memiliki rutinitas ekonomis dengan berbagai kegiatan corak dan dimensinya. Namun, kota juga mempunyai masalah sosial yang begitu kompleks, diantara masalah sosial itu terlihat dari masalah yang dihadapi oleh anak-anak di perkotaan. Masalah anak ini menjadi perhatian bagi kita semua, karena masalah anak jika dibiarkan bangsa ini akan mengalami krisis manusia yang berkualitas kedepannya. Terjadinya masalah anak di perkotaan ini, diantaranya disebabkan oleh minimnya fasilitas dan lembaga-lembaga yang memberdayakan dan mengayomi mereka. Untuk itu, salah satunya yang mendesak untuk dirancang di kota adalah serambi-serambi baca yang dapat diakses dan menampung anak-anak diperkotaan dengan aktivitas utamanya adalah membaca. Oleh sebab itu, kota masa depan perlu menumbuhkembangkan serambi-serambi baca tersebut, karena dengan adanya serambi-serambi baca ini anak-anak diprediksikan bisa mengubah tradisi patologisnya ke tradisi yang berdaya guna dalam membangun masa depannya.   
DARI KERAJINAN AMAI SETIA KE SOENTING MELAYOE STRATEGI ROHANA KUDDUS DALAM MELAWAN KETERTINDASAN PEREMPUAN DI MINANGKABAU Susi Ratna Sari
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v6i2.148

Abstract

Accross the periods of time, women did not pass the live without any obstacles, both  the social and the cultural constructions they become isolated, weaken and do not get simmilar turns as well man can have for realizing their existance. This kind of condition laid some women social movements or organizations that aimed at fighting for their freedom and right. On of the movement is Rohana Kuddus (Rohana Kuddus, one of its efforts is building the school fo female student. Another effort if creating the newspaper which was concerned with woman issues as the condition do not give woman the ballaced changes to take a parts in all live aspects. As this movement built the function tent be improved, becoming an enterprenuer office. As the result nowdays it become a well known one.  This movement facilitate both educational and economical supports that make  them find them self independent while the movement through newspapers Rohana Kuddus has established BC, where the newspaper was the only female newspaper became the first in Indonesia that serves as an educator, controler and critics to the society in related with woman malltreatment. Rohana Kuddus movement made of this; it can contribute in the welfare of women so that woman will be avoided from the violence.
MEMBANGUN KOTA RAMAH ANAK DENGAN BUDAYA KOTA BERSERAMBI BACA Susi Ratna Sari
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v6i1.124

Abstract

The citizen run their social activities such as economy, with all economical aspects and dimension. However, it has various types of social problems, as it was faced by children in urban areas. The problems of children are concerned to us all, because those kinds of troubles affect the national quality of a nation. The problems are caused by the limitation both on facilities and institution for managing purposes. Therefore, it is important to consider that the government must build serambi baca (reading place) as the children can take its benefits for reading facilities. By building the well organized programs to help them to deal with the social problem which dominate social phenomenon in the cities, it makes them be able overcome their social problems.
Pemberdayaan Semangat Belajar Peserta Didik melalui Semangat Berprestasi di PKBM Kota Bukittinggi Sitto Rahmana; Suci Agustia Putri; Susi Ratna Sari
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v2i1.5577

Abstract

Setiap warga negara dijamin mendapatkan pendidikan yang layak, tidak terkecuali terhadap anak-anak keluarga marjinal di perkotaan. Di Bukittinggi Sumatera Barat salah satu lembaga pendidikan yang melayani pendidikan anak-anak keluarga marjinal ini salah, PKBM Kasih Bundo. Pada tahun 2016 ini tercatat ada 314 orang warga belajar mendapatkan pendidikan di lembaga ini, namun dalam proses pembelajaran warga belajar sering mendapatkan pendidikan yang tidak ideal, sehingga proses pembelajaran bagi warga belajar tidak mencerahkan, serta sekolah bagi mereka tidak menjadi bahagian penting dirasakan untuk membangun mentalitas dan orientasi masa depan. Kondisi seperti itu terjadi sebagai akibat dari rendahnya motivasi Prestasi belajar yang diperoleh oleh warga belajar, disamping guru lebih dominan melakukan pendekatan-pendekatan praktis dalam pendidikan, yaitu melakukan pendekatan pencapaian hasil belajar daripada memperhatikan pendekatan emosional mentalitas. Di samping tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dan masalah yang dihadapi warga belajarnya yang terdiri dari anak-anak yang bermasalah secara ekonomi, sosial dan budaya. Sehubungan dengan permasalahan ini, guru harus dilakukan pendampingan supaya dapat melakukan pendekatan-pendekatan emosional, dengan memberikan motivasi need achievement pada siswa. Dari hasil dampingan diperoleh, ternyata memang warga belajar sangat membutuhkan pendekatan emosional motivasi Prestasi belajar tersebut. Setelah mendapatkan materi dan dampingan ternyata ada perubahan yang mendasar, diantaranya terlihat dari kesungguhan dalam belajar, mampu menjalankan disiplin dan telah memulai membangun orientasi masa depan.
NEGOSIASI WAKTU DAN PEKERJAAN RUMAH TANGGA DALAM MASYARAKAT PETANI DI KOTO BARU KECAMATAN X KOTO TANAH DATAR Hanani, Silfia; Ratna Sari, Susi
SOCIUS Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v5i1.86

Abstract

Perempuan dalam menjaga kelangsungan rumah tangganya, telah melakukan berbagai strategis dan kebijakan-kebijakan terutama terlihat dari perempuan yang berkerja di sektor publik, seperti perempuan yang terlibat dalam pertanian.Perempuan harus melakukan negosiasi-negosiasi dengan waktu dan pekerjaan sehingga peran dan fungsinya dalam keluarga bisa berjalan dalam keseimbangan.Negosiasi-negosiasi dengan waktu itu sangat menentukan terhadap survivenya rumah tangga dalam menghadapi berbagai tantangan dan kompetisi matrialisme.Perempuan yang terlibat dalam pertanian, telah melakukan negosiasi waktu dalam bentuk random, sesuai dengan kebutuhan keluarga dan berencana.Negosiasi itu, pada kenyataannya telah memberikan kontribusi terhadap kelangsungan sebuah keluarga yang harmonis di kalangan perempuan petani.
Pemberdayaan Semangat Belajar Peserta Didik melalui Semangat Berprestasi di PKBM Kota Bukittinggi Rahmana, Sitto; Putri, Suci Agustia; Sari, Susi Ratna
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v2i1.5577

Abstract

Setiap warga negara dijamin mendapatkan pendidikan yang layak, tidak terkecuali terhadap anak-anak keluarga marjinal di perkotaan. Di Bukittinggi Sumatera Barat salah satu lembaga pendidikan yang melayani pendidikan anak-anak keluarga marjinal ini salah, PKBM Kasih Bundo. Pada tahun 2016 ini tercatat ada 314 orang warga belajar mendapatkan pendidikan di lembaga ini, namun dalam proses pembelajaran warga belajar sering mendapatkan pendidikan yang tidak ideal, sehingga proses pembelajaran bagi warga belajar tidak mencerahkan, serta sekolah bagi mereka tidak menjadi bahagian penting dirasakan untuk membangun mentalitas dan orientasi masa depan. Kondisi seperti itu terjadi sebagai akibat dari rendahnya motivasi Prestasi belajar yang diperoleh oleh warga belajar, disamping guru lebih dominan melakukan pendekatan-pendekatan praktis dalam pendidikan, yaitu melakukan pendekatan pencapaian hasil belajar daripada memperhatikan pendekatan emosional mentalitas. Di samping tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dan masalah yang dihadapi warga belajarnya yang terdiri dari anak-anak yang bermasalah secara ekonomi, sosial dan budaya. Sehubungan dengan permasalahan ini, guru harus dilakukan pendampingan supaya dapat melakukan pendekatan-pendekatan emosional, dengan memberikan motivasi need achievement pada siswa. Dari hasil dampingan diperoleh, ternyata memang warga belajar sangat membutuhkan pendekatan emosional motivasi Prestasi belajar tersebut. Setelah mendapatkan materi dan dampingan ternyata ada perubahan yang mendasar, diantaranya terlihat dari kesungguhan dalam belajar, mampu menjalankan disiplin dan telah memulai membangun orientasi masa depan.