Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PUPUK HIJAU (Crotalaria juncea L.) DAN KONSENTRASI PUPUK NANO SILIKA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TEBU SETELAH UMUR 9 BULAN Syahri, Rifauldin; Djajadi, Djajadi; Sumarni, Titin; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman tebu secara monokultur menyebabkan degradasi kesuburan lahan. Pemupukan yang biasanya dilakukan hanya pupuk unsur hara N, P dan K. Salah satu unsur hara yang secara terus menerus diserap oleh tebu dalam jumlah besar namun dalam budidaya tidak dilakukan pemupukan ialah unsur hara Silika (Si). Terjadi penurunan bahan organik tanah akibat tidak dilakukan pengembalian sisa panen ke lahan. Pembakaran sisa panen di lahan menyebabkan kadar bahan organik menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh Crotalaria juncea L. dan mendapatkan konsentrasi pupuk nano Si yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tebu. Penelitian dimulai pada bulan Januari 2014 di Desa Kempleng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri saat tebu berumur 9 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga ulangan. Petak utama ialah pemberian pupuk hijau : (1) Tanpa pupuk hijau, (2) Crotalaria juncea L. Anak petak ialah konsentrasi pupuk nano Si : (1) Tanpa pupuk Si, (2) Pupuk cair Si konsentrasi 15%, (3) Pupuk cair Si konsentrasi 30%, (4) Pupuk Si padat 250 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata interaksi antara pupuk hijau dengan konsentrasi pupuk nano Si pada parameter jumlah daun, jumlah ruas dan panjang batang produktif. Perlakuan konsentrasi pupuk nano Si berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, rendemen, bobot volume dan hasil panen. Perlakuan C. juncea berpengaruh nyata pada parameter jumlah anakan. Perlakuan pupuk Si cair konsentrasi 30% meningkatkan hasil panen yaitu sebesar 29,67% sedangkan rendemen dapat ditingkatkan sebesar 7,53% dengan pupuk Si padat dosis 250 kg ha-1. Kata kunci : Tanaman Tebu, C. juncea L., Silika, Teknologi Nano.
Bioactive compound from mangoes leaves extract as potential soil bioherbicide to control amaranth weed (Amaranthus spinosus Linn.) Syahri, Rifauldin; Widaryanto, Eko; Wicaksono, Karuniawan Puji
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 4 No. 3 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2017.043.829

Abstract

Bioherbicide is important approach for sustainable farming practices. One of plant that has potentially as bioherbicide, which is environmentally safe, is mango. Mango leaf extract is useful as bioherbicide because it produces allelochemical compounds, which could inhibit the weed growth. This research was designed to study the effect of several mangoes species leaves extract to control dominant weed (amaranth). Split plot design was implemented using mango species (S) as the main plot; S1 (Mangifera odorata Griff.), S2 (Mangifera foetida Lour) and S3 (Mangifera indica L.). While the sub plots were concentrations of mango’s leaf extract (K), that included 0, 500, 1000, 1500, and 2000 ppm. Results of the research showed that all parameters of weed growth (amaranth) were inhibited along with the increase of concentration of the mango’s leaf extract. The results also showed the significant inhibition of amaranth’s dry weight. Among three species of mangoes, M. indica L. showed the best inhibition mechanism to the amaranth weed, which significantly suppressed the weed growth on just 1000 ppm concentration.Â