p-Index From 2021 - 2026
9.047
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Health Science Journal of Indonesia BULETIN PENELITIAN SISTEM KESEHATAN Prosiding SNATIF Rekayasa Mesin ANDHARUPA Nomosleca Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) Belitung Nursing Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Journal of Ultimate Public Health Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG) J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Pendidikan dan Konseling EDUTEC : Journal of Education And Technology PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) Jurnal Health Sains Indonesian Applied Physics Letters Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS) Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Cermin Dunia Kedokteran Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Berita Kedokteran Masyarakat Media Bina Ilmiah INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies Jurnal Indonesia Sosial Sains Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Public Health and Pharmacy Journal of Indonesian Health Policy and Administration Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Cermin Dunia Kedokteran Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PERGESERAN (DSPLACEMENT) ABUTMEN JEMBATAN ORDINERI JALAN RAYA DI ATAS PONDASI SUMURAN PENGARUH GEMPA (STUDI KASUS RUNTUHNYA JEMBATAN BOOMPAI KEEROM PAPUA PASKA GEMPA) Pujiyanto, Pujiyanto; Muslich, Yusep; As’ad, Sholihin
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJembatan adalah prasarana vital yang dibutuhkan dalam mitigasi bencana. Dalam perencanaan kondisi gempa batas layan(service limits) tidak dispesifikasikan dalam pedoman. Namun demikian, kondisi jembatan paska gempa dituntut tetap aman dioperasikan guna mendukung tanggap darurat bencana sebagaimana diatur dalam bab-1 pasal 1(8) PP N0.21 Tahun 2008.  Pengalaman jembatan tipe ordineri tidak dilengkapi sistem penahan gempa standar. Sistem penahan gempa dibatasi oleh kapasitas tahanan geser landasan(bearing pads). Jembatan Boompai dibangun tahun 1993 di Papua yang merupakan wilayah gempa intensitas tinggi. Pada tanggal 15 April 2015 dilaporkan runtuh paska terjadi gempa dengan magnitudu 4,5 SR. Jembatan direncanakan mengikuti ketentuan BMS 1992. Ketentuan pedoman perencanaan jembatan sebelum SNI-1726-2016, jembatan tidak dioperaskan saat atau paska gempa. Penelitian bertujuan mengkaji kondisi jembatan setelah dibebani gempa rencana berdasarkan SNI-1726-2012 melalui pengujian model dengan alat perangkat lunak Plaxis 2D. Metode penelitian terdiri atas analisis data tanah dan struktur dokumen laporan konsultan, pemodelan struktur tanah, abutmen dan pondasi, analisis deformasi model, analisis kurva respon spektrum goyangan(displacement), membandingkan spesifikasi pedoman perencanaan tahan gempa jembatan yaitu RSNI-2833-1992, SNI-2883-2008 dan goyangan maksimum akibat gempa. Hasil penelitian membuktikan gayangan puncak abutmen pengaruh gempa rencana menyebabkan kondisi batas layan terlewati. Pergeseran akibat pembebanan gempa intensitas PGA 0,283g dan 1,2g masing-masing adalah 0,467m, dan 0,761m. Pergeseran(displacement) maksimum melebihi kapasitas geser maksimum elastomer0,034 m atau jembatan dalam keadaan batas kondisi 2(LS-2). Pergeseran(displecement) abutmen dapat diakomodasi oleh jarak aman yang ditentukan dalam RSNI 2833 201x. Kondisi jembatan  paska gempa aman diperasikan dengan beban kendaraan 50% pembebanan Ekstrim I SNI 1725 2016, dapat digunakan untuk mendukung mitigasi. Kata kunci: bencana, gempa, jembatan, mitigasi, runtuh.
Ketersediaan Fasilitas dan Tenaga Kesehatan dalam Mendukung Cakupan Semesta Jaminan Kesehatan Nasional Misnaniarti, Misnaniarti; Hidayat, Budi; Pujiyanto, Pujiyanto; Nadjib, Mardiati; Thabrany, Hasbullah; Junadi, Purnawan; Besral, Besral; Purwoko, Bambang; Trihono, Trihono; Yulaswati, Vivi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i1.8050

Abstract

Ketidakmerataan ketersediaan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan kondisi geografis yang sangat bervariasi, menimbulkan potensi melebarnya ketidakadilan pemanfaatan kesehatan pada masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan (khususnya dokter spesialis) dalam mendukung pelaksanaan JKN. Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa ketersediaan faktor suplai (FKTL, TT, dan tenaga dokter spesialis) dalam mendukung kebijakan JKN secara umum jumlahnya masih belum mencukupi serta distribusinya belum merata di setiap wilayah kab/kota. Rasio FKTP dan FKTL per penduduk cenderung lebih tinggi di wilayah luar Jawa/ Bali. Rasio dokter spesialis per penduduk lebih tinggi di wilayah Jawa/Bali, sedangkan rasio TT di RS cenderung hampir sama range-nya di semua wilayah. Distribusi penyebarannya cenderung tidak merata hampir di semua wilayah. Rekomendasi bagi Pemerintah Daerah diharapkan mempunyai komitmen untuk memenuhi dari sisi suplai pelayanan kesehatan agar penduduk yang sakit dapat mengakses fasilitas kesehatan dengan mudah.Keywords: Fasilitas, tenaga, tempat tidur, rasio rumah sakit, suplai layanan kesehatan
KAJIAN PERGESERAN (DSPLACEMENT) ABUTMEN JEMBATAN ORDINERI JALAN RAYA DI ATAS PONDASI SUMURAN PENGARUH GEMPA (STUDI KASUS RUNTUHNYA JEMBATAN BOOMPAI KEEROM PAPUA PASKA GEMPA) Pujiyanto, Pujiyanto; Muslich, Yusep; As’ad, Sholihin
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJembatan adalah prasarana vital yang dibutuhkan dalam mitigasi bencana. Dalam perencanaan kondisi gempa batas layan(service limits) tidak dispesifikasikan dalam pedoman. Namun demikian, kondisi jembatan paska gempa dituntut tetap aman dioperasikan guna mendukung tanggap darurat bencana sebagaimana diatur dalam bab-1 pasal 1(8) PP N0.21 Tahun 2008.  Pengalaman jembatan tipe ordineri tidak dilengkapi sistem penahan gempa standar. Sistem penahan gempa dibatasi oleh kapasitas tahanan geser landasan(bearing pads). Jembatan Boompai dibangun tahun 1993 di Papua yang merupakan wilayah gempa intensitas tinggi. Pada tanggal 15 April 2015 dilaporkan runtuh paska terjadi gempa dengan magnitudu 4,5 SR. Jembatan direncanakan mengikuti ketentuan BMS 1992. Ketentuan pedoman perencanaan jembatan sebelum SNI-1726-2016, jembatan tidak dioperaskan saat atau paska gempa. Penelitian bertujuan mengkaji kondisi jembatan setelah dibebani gempa rencana berdasarkan SNI-1726-2012 melalui pengujian model dengan alat perangkat lunak Plaxis 2D. Metode penelitian terdiri atas analisis data tanah dan struktur dokumen laporan konsultan, pemodelan struktur tanah, abutmen dan pondasi, analisis deformasi model, analisis kurva respon spektrum goyangan(displacement), membandingkan spesifikasi pedoman perencanaan tahan gempa jembatan yaitu RSNI-2833-1992, SNI-2883-2008 dan goyangan maksimum akibat gempa. Hasil penelitian membuktikan gayangan puncak abutmen pengaruh gempa rencana menyebabkan kondisi batas layan terlewati. Pergeseran akibat pembebanan gempa intensitas PGA 0,283g dan 1,2g masing-masing adalah 0,467m, dan 0,761m. Pergeseran(displacement) maksimum melebihi kapasitas geser maksimum elastomer0,034 m atau jembatan dalam keadaan batas kondisi 2(LS-2). Pergeseran(displecement) abutmen dapat diakomodasi oleh jarak aman yang ditentukan dalam RSNI 2833 201x. Kondisi jembatan  paska gempa aman diperasikan dengan beban kendaraan 50% pembebanan Ekstrim I SNI 1725 2016, dapat digunakan untuk mendukung mitigasi. Kata kunci: bencana, gempa, jembatan, mitigasi, runtuh.
Pengembangan Proses Gerinda Silinder Permukaan Luar Harbintoro, Sony; Sutisna, Agus; Pujiyanto, Pujiyanto; Hidayat, Sarip; Suherman, Agus
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jrm.2020.011.02.14

Abstract

The abrasive machining process is called the grinding process using a wheel grinding. The process of abrasive machining is usually in the final stages of making a product or finishing product so that it becomes essential in making products because it determines the final quality of a product. The purpose of this research is to develop the external cylindrical grinding process in column products for one of the components for drilling machines by modifying the grinding process in the lathe machine. The study was conducted using a wheel head of tools sharpening machine that is mounted on a lathe machine. The stages of this research began with the lathe process. Then without removing the product from the lathe, the external surface cylindrical grinding process is carried out so that there is no need to be set up the workpiece because the central inertia axis of the workpiece has one axis with its geometric axis. The measurement results of the external surface cylindrical grinding process are carried out using a bird-cage strategy by dividing the measurement into six segments. From each segment, the data is collected at eight measuring points. Based on the measurement results, in sample no.3 in segments B and D there is an increase in measurement results, that is  Ø 100 + 0.018, but still below the maximum limit of Ø 100 + 0.020.
KAJIAN ESTETIK SIMBOLIKADVERTORIAL (ABOVE THE LINE) PRODUK MADURASE DI TABLOID IND-JAMU, TABLOID AURA, DAN MAJALAH UMMAT Pujiyanto, Pujiyanto
Jurnal Nomosleca Vol 2, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/nomosleca.v2i1.342

Abstract

AbstractMedia lini atas (above the line) merupakan media periklanan tidak langsung yang berbayar. Advertorial yang merupakan gabungan iklan dengan pemberitaan (editorial) adalah salah satu perangkat media lini atas. Ini merupakan iklan berbayar yang disusun dengan menggunakan bentuk pemberitaan. Singkat kata, ini adalah penyampaian pesan secara tidak langsung tentang produk dan merek tertentu kepada khalayak melalui media massa. Artikel ini mengkaji aspek estetik simbolik advertorial produk Madurasa yang diterbitkan media cetak nasional. Tiga sampel advertorial yang diteliti dimuat di tiga media cetak nasional yang berbeda, yakni tabloid Ind-Jamu, tabloid Aura, dan majalah Ummat. Dimensi estetik simbolik advertorial tersebut disajikan lewat isi berita, tipografi, gambar, dan tata letak perwajahan. Hal tersebut merupakan media komunikasi verbal dan visual sebagai kegiatan aktifitas promosi merek dan produk agar dapat diterima konsumen. Setelah data dikumpulkan lewat observasi, wawancara, dan dokumen, penelitian ini menemukan bahwa advertorial tersebut menggunakan pendekatan estetik simbolik yang ditunjukkan dengan menghubungkan serta mendekatkan produk dan merek Madurasa dengan aspek sosio kultural khalayak sebagai calon pengguna. Dengan demikian, advertorial media lini atas (above the line) merupakan karya komunikasi visual yang estetik melalui simbol-simbol sebagai ramuan citra produk dan merek agar dapat diterima khalayak.Keywords: Estetika Desain, Simbol, Above The Line, MadurasaDOI : https://doi.org/10.26905/nomosleca.v2i1.342
Hospital Baserate Klaim Persalinan JKN-KIS Rumah Sakit Prasiska, Tomy Oeky; Pujiyanto, Pujiyanto; Absor, Sholihul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i4.51659

Abstract

Abstrak Total klaim kasus persalinan JKN-KIS tahun 2019 sebesar Rp 23,6 triliun, meliputi sectio caesaria sebesar Rp.18,7 triliun dan persalinan vaginal sebesar Rp. 4,8 triliun. Hospital baserate menggambarkan informasi keuntungan atau kerugian rumah sakit dengan pembayaran INA CBGs. Penelitian bertujuan menganalisis hospital baserate klaim persalinan Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA) Jawa Timur. Studi longitudinal retrospektif klaim persalinan tahun 2017-2020 dilakukan pada 24 rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan hospital baserate persalinan RSMA Jawa Timur lebih tinggi dibandingkan tarif yang berlaku, kecuali RSMA C9 dan RSMA D12, sehingga dipastikan RSMA C9 dan RSMA D12 mendapatkan keuntungan klaim persalinan. Hasil uji korelasi rank Spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara klasifikasi rumah sakit dengan lama perawatan persalinan vaginal (p:0.06) dan persalinan sectio caesaria (p:0,825), tidak ada hubungan antara klasifikasi rumah sakit dan lama perawatan terhadap surplus/defisit klaim persalinan vaginal (p:0.243) dan persalinan sectio caesaria (p:0.086). RSMA Jawa Timur belum efesien mengelola kasus persalinan dan harus memonitor hospital baserate secara berkala. Hospital baserate menjadi indikator pengambilan keputusan strategis peningkatan mutu dan efesiensi rumah sakit. Abstract The total claims for JKN-KIS deliveries in 2019 was Rp. 23.6 trillion, including sectio caesarea Rp. 18.7 trillion and vaginal delivery Rp. 4.8 trillion. Hospital baserate provides information on profits or losses of hospitals with this payment. This study aims to analyze the hospital baserate of delivery claims at Muhammadiyah Aisyiyah Hospital (RSMA) East Java. Longitudinal retrospective study was conducted 2017-2024 claim in 24 hospitals. The results showed the hospital baserate for deliveries was higher than the tariff, except for RSMA C9 and D12, means they get benefits from claims. The results of the Spearman rank correlation test showed that there was no relationship between hospital classification and the length of care for vaginal delivery (p: 0.06) and cesarean delivery (p: 0.825), between hospital classification and length of stay with surplus/deficit vaginal delivery (p:0.243) and cesarean section (p:0.086). The East Java's RSMA hasn't been efficiently managed JKN-KIS delivery claims and must monitor the hospital baserate regularly. Hospital baserate is instrument for strategic decision-making to improve quality and efficiency. Keywords: hospital baserate, JKN-KIS, delivery
Faktor – faktor Penyebab Pending Klaim Rawat Inap di RSUD Koja Tahun 2018 Kusumawati, Ayu Nadya; -, Pujiyanto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 1 (2020): Bedah
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.779 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v47i1.338

Abstract

Pada tahun 2014, Indonesia mulai menerapkan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional berdasarkan Undang-undang nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Rumah sakit terus berupaya untuk mempercepat proses klaim agar alur cash flow tidak terganggu, oleh karena itu perlu diidentifikasi faktor penyebab pending klaim agar dapat dianalisis dan diperbaiki. Penelitian dilaksanakan di RSUD Koja dari bulan Juni hingga Juli 2019 dengan mengambil data pending klaim selama tahun 2018, terbatas pada pending klaim rawat inap dan yang terkait dengan masalah medis dan resume medis. Selain itu dilakukan wawancara mendalam kepada satu orang verifikator, satu orang koder dan satu orang grouper. Didapatkan 40,6% berkas merupakan kesalahan koding dan input, 21,9% kesalahan penempatan diagnosis dan 37,4% ketidaklengkapan resume medis. Dibutuhkan pembaharuan ilmu aturan dan kaidah koding terbaru serta penerapan rekam medis elektronik untuk mempermudah DPJP dalam melengkapi resume medis. In 2014, Indonesia began to implement National Health Insurance System based on Law Number 40, 2004. As hospitals continue to strive to speed up claim process to manage the cash flow, it is necessary to identify the causes of claim pending. The study was conducted at Koja District Hospital from June to July 2019 by taking pending claims data during 2018 and limited to inpatient pending claims related to medical problems and medical resumes. In-depth interviews were conducted with one verifier, one coder and one grouper. Causes of pending were coding and input errors (40.6%), misplaced diagnoses (21.9%) and incomplete medical resumes (37.4%). Knowledge updates on latest coding rules for coders and the application of electronic medical records to facilitate DPJP in completing medical resumes are needed. 
The Effect of Domain Responsiveness on Inpatient Satisfcation in Inpatient Community Health Centers in 2017 (Data Analysis of Responsiveness in Risnakes 2017) Ayu Tyas Purnamasari; Pujiyanto
JUMP Health (Journal of Ultimate Public Health) Vol. 4 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jump-health.v4.i2.p304-322

Abstract

Background: Community health centers have a role as gatekeepers within a healthcare system, even so, the utilization rate of inpatient community health centers was lower than those of government hospitals and private hospitals in 2015-2017. The low utilization rate of the inpatient community health centers might be caused by several dissatisfied patients and the low quality of the healthcare in terms of medical and nonmedical (responsiveness) aspects. Therefore, this study aims to find out the effect of responsiveness on patient satisfaction. Method: This study was using the dataset which was obtained from Healthcare Workforce Research data in 2017 from The Health Research and Development Agency regarding responsiveness in inpatient community health. The data was analyzed by using Structural Equation Modeling (SEM). Results: The domains of responsiveness consisting of dignity (t-values = 2,23), communication (t-values = 3,40), prompt attention (t-values = 2,64), quality of basic amenities (t-values = 8,37), and access to social support (t-values = 2,20) affected the patient satisfaction. Conclusion: The overall inpatient satisfaction is affected by nonmedical aspects (responsiveness) particularly the quality of basic amenities. Keywords: responsiveness, nonmedical aspects, patient satisfaction, inpatient community health centers
Policy options to integrate HIV services into Social Health Insurance (JKN) in Indonesia Mardiati Nadjib; Purwa Kurnia Sucahya; Mondastri Korib; Ratih Oktarina; Pujiyanto Pujiyanto; Amila Megraini; Hendri Hartati; Pandu Harimurti
Health Science Journal of Indonesia Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsji.v10i1.1604

Abstract

Latar belakang: Setelah sekian tahun bergantung pada sumber pendaaan luar negeri, pembiayaan Program HIV AIDS di Indonesia diharapkan menggunakan sumber pendanaan dalam negeri. Skema Jaminan Kesehatan Semesta atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dimulai tahun 2014 menanggung pengobatan termasuk infeksi oportunistik. Pertanyaan penelitian apakah paket manfaatnya dapat mencakup intervensi kesehatan masyarakat seperti HIV tanpa menghambat penyediaan pelayanan? Implementasi untuk Program HIV yang selama ini disubsidi Pemerintah memerlukan kehati-hatian. Studi ini bertujuan untuk menganalisis skenario terkait biaya dan utilisasi pada pelayanan HIV guna mendukung kebijakan yang potensial untuk mengintegrasikan intervensi HIV ke dalam paket manfaat JKN. Metode: Penelitian ini menganalisis paket manfaat dan mekanisme pembiayaan terkait pelayanan HIV, keanggotaan JKN, target populasi kunci, serta estimasi premi untuk pelayanan HIV hingga tahun 2019. Studi observasional ini menghasilkan data biaya dan utilisasi dari tingkat nasional dan daerah sebagai data dasar. Peneliti membangun model dan menganalisis skenario proyeksi biaya dan utilisasi dari beragam program aktivitas HIV serta konsekuensinya. Hasil: Skenario dikembangkan berdasarkan kelengkapan paket manfaat dan komponen mana yang bisa dijamin dalam JKN.Pelayanan yang terkait HIV saat ini sebagian besar dijamin oleh pemerintah mulai dari Konseling dan Tes HIV Sukarela (KTS) hingga pengobatan Infeksi Oportunistik. Pengobatan dan perawatan kemungkinan dapat dijamin oleh JKN, dengan bantuan pemerintah untuk pencegahan dan pelayanan ART. Kesimpulan: Skenario dengan paket manfaat dasar akan membutuhkan biaya medis yang rasional per pasien per bulan, tergantung pada kelengkapan paket manfaat. Sebuah peta jalan yang jelas perlu disusun untuk memastikan seluruh pelayanan terjangkau dan berkualitas baik. Kata kunci: Jaminan kesehatan semesta, pelayanan HIV, dan Opsi Kebijakan Abstract Background: HIV and AIDS program in Indonesia is planned to be financed by domestic sources after depending on external sources for many years. Indonesia has started its Social Health Insurance scheme so called Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) program in 2014, that covers HIV treatment including opportunistic infection. Research question is whether JKN could expand its benefit package to public health interventions without hampering service provision. Converting HIV program that has been subsidizied by the Government needs careful considerations. The study aimed to assess scenarios on cost and utilization to support decision on integration of HIV interventions into the JKN benefit package. Methods: The study assessed the current coverage and funding mechanisms for HIV-related services, JKN membership, key target populations, and estimated premium for HIV services up to 2019. We captured cost and utilization from national and subnational levels as the baseline through an observational study. Researchers developed model and scenarios on the projection of cost and utilization of various HIV program activities and its consequences. Results: We developed scnearios based on benefit covered by JKN. current services mostly covered by government. The Care and treatment could be possibly covered by the JKN, with support from government for prevention and ART. Conclusion: The scenarios show that provision of HIV services within the basic benefits package of JKN would require a reasonable cost per member per month, depending on the comprehensiveness of the benefit. A clear roadmap should be developed to ensure all services provided are affordable and in good quality. Keywords: Universal Health Coverage, HIV AIDS, Policy Option
Hubungan Konsumsi Alkohol dengan Cedera Disebabkan Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia Tahun 2018 Khairun Nisa’il Hulwah; Wahyu Pudji Nugraheni; Andi Sari Bunga; Kurnia Sari; Pujiyanto Pujiyanto; Budi Hidayat
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 1 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i1.3707

Abstract

The incidence of injury increased from 7.5% to 9.2% (2007-2018). The proportion of injuries due to traffic accidents in Indonesia is 2.2% and the highest is at 15-24 years of age at 4.9%. Total per capita alcohol consumption is expected to increase in Indonesia by 2025. The behavior of consuming alcoholic beverages increases the risk of traffic accidents. This study aimed to determine the relationship and the magnitude of the risk of alcohol consumption behavior with the incidence of injuries caused by traffic accidents in people aged >10 years in Indonesia. This research was a quantitative study using univariate, bivariate, and multivariate analysis. The multivariate results of the study showed a significant relationship between alcohol consumption and injuries caused by traffic accidents with OR 2.436 (95% CI: 1.233 - 4.811) after being controlled by other variables, namely age, sex, education, occupation, area of residence and island of domicile. Male group had a significant relationship with OR 1.204 (95% CI: 1.131 - 1.282), higher education was significantly associated with OR 1.953 (95% CI: 1.783 - 2.138), work was significantly associated with OR 1.230 (95% CI: 1.138 - 1.329) ), living in urban areas was significantly associated with OR 1.176 (95% CI: 1.104 - 1.253) and domicile in Sulawesi Island was significantly associated with OR 1.811 (95% CI: 1.580 - 2.077). The age variable is not significant. Alcohol consumption is the variable that has the greatest influence on injuries caused by traffic accidents. Interventions need to be focused on population groups who are more at risk in formulating health policies and programs to reduce the incidence of injuries caused by traffic accidents. Abstrak Kejadian cedera meningkat dari 7,5% menjadi 9,2% (2007-2018). Proporsi cedera akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia sebesar 2,2% dan paling tinggi pada usia 15-24 tahun sebesar 4,9%. Total konsumsi alkohol per kapita diperkirakan meningkat di Indonesia tahun 2025. Perilaku mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan besaran risiko perilaku konsumsi minuman beralkohol dengan kejadian cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas pada penduduk usia >10 tahun di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil multivariat penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman beralkohol dengan cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas dengan OR 2,436 (95% CI: 1,233 – 4,811) setelah dikontrol oleh variabel lain yaitu variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, wilayah tempat tinggal dan pulau domisili. Kelompok laki-laki berhubungan bermakna dengan OR 1,204 (95% CI:1,131 – 1,282), pendidikan tinggi berhubungan bermakna dengan OR 1,953 (95% CI: 1,783 – 2,138), bekerja berhubungan bermakna dengan OR 1,230 (95% CI: 1,138 – 1,329), tinggal di perkotaan berhubungan bermakna dengan OR 1,176 (95% CI: 1,104 – 1,253) dan domisili di Pulau Sulawesi berhubungan bermakna dengan OR 1,811 (95% CI: 1,580 – 2,077). Variabel umur tidak signifikan. Variabel konsumsi alkohol adalah variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas. Perlu fokus intervensi terhadap kelompok penduduk yang lebih berisiko dalam merumuskan kebijakan dan program kesehatan untuk menurunkan kejadian cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas.
Co-Authors A, Allfa Andranica Devya Absor, Sholihul Adang Bachtiar Adisasmito, Wiku Bakti Bawono Agnes Vianti Agus Suherman Agus Sutisna, Agus Ahmad Ahsan Taqwim Ahmad Rafqi Aini Nurul Alfiyah Alfiyah Alfiyah, Alfiyah Amalia, Annisa Ayu Amila Megraini Andhika Putra Herwanto Andi Eka Putra Andi Sari Bunga Andreas Syah Pahlevi Andriani, Helen Anngita, D Ariani, Devi Senja Aryana Satrya As’ad, Sholihin Asmaripa Ainy Asmaripa Ainy Asmilia, Nur Atik Nurwahyuni Ayu Kusuma Wardhani Ayu Nadya Kusumawati Ayu Nadya Kusumawati Ayu Nadya Kusumawati Ayu Tyas Purnamasari Ayu Tyas Purnamasari Bambang Sunarto Besral Budi Hidayat Cahya Adriani Putri Chandra, Erfan Cicilya Candi Darwati Darwati Devi Senja Ariani Devi Setyawati Dhara Alim Cendekia Dhini Sari Sembiluh Dian Elawati Dian Elawati Diara Oktania Dini Indrastuty Dumilah Ayuningtyas Elawati, Dian Erfan Chandra Nugraha Erik Parulian Sihotang Eryani, Yesti Mulia Evarista Theofika Evarista Theofika Fahdrian Kemala Fajar Firdawati Fanany, I A Firdauz, Grace Constella Anastasya Gede Wirabuana Putra Halilintar, Via Dolorosa Hana Apriyanti Hanah, Siti Harto Nuroso Hartono, Risky Kusuma Hasbullah Thabrany Hasbullah Thabrany Hasbullah Thabrany Hasiymy, Muhammad Affaf Hasyimy, Muhammad Afaf Hendri Hartati Ika Ratnawati, Ika Ike Ratnawati Indrastuty, Dini Intan Corina Indra Iriaji Istiatin, Istiatin Iswanto Izanuddin Joni Agung Sudarmanto Junadi, Purnawan Khairun Nisa’il Hulwah Kurnia Sari Kurnia Sari Kusumawati, Ayu Nadya Lisa Ubai Sulistiani Lonah M Yasin Mahavira Annisa S Makarim, Iqbal Andri Mardiati Nadjib Mardiati Nadjib Mardiati Nadjib Mario Ekoriano Marlina Hendryka Situmorang Martaliza, Rira Wahdani Metha Arsilita Hulma Mira Miranti Misnaniarti Misnaniarti Mondastri Korib Moudy Muhaiminurrohima Putri Mukhlisa, Mazda Novi Muslich, Yusep Muslich, Yusep Mutia Narullita Anwar Nadia Alwainy Nadjib, Mardiati Na’imah, Syahidatun Novi Handoko Nugraha, Erfan Chandra Pamungkas, Gesang Bayu Pandu Harimurti Prasiska, Tomy Oeky Pratiwi, Rahma Indah Prisma Megantoro Purnawan Junadi Purwa Kurnia Sucahya Purwoko, Bambang R.A. Wita Ferani Kartika Rabiulyati, May Rahmatillah, Akif Ramadana, Alvian Ratih Oktarina Renny Nurhasana Retna Apsari Rini Hariyati Rira Wahdani Martaliza Robby Hidajat Safitri, Yunita Restu Samian Sarip Hidayat, Sarip Setyawati, Devi Shaari, Nazlina Shabrine, Anggrian Riska Amelia Shafira Ninditya Sheirly Novan Indra Sholihin As’ad Siti Khodijah Parinduri Sony Harbintoro, Sony Sri Endah Nurhidayati Sudarwati Sudarwati Sugiyarti, Listya Sumarno . Supadi Supadi Sutandijo, Sutandijo Sutarya, Abdul Majid Swastika Dhesti Anggriani Taqwim, Ahmad Ahsan Teguh Dartanto Thabrany, Hasbullah Tita Maulita Sawitri Triana, Rosselini Trihono Trihono Trihono, Trihono Uray Cindy Hafinur Vetty Yulianty Permanasari Via Dolorosa Halilintar Vivi Yulaswati Wahyu Pudji Nugraheni Yeni Yoga Uta Nugraha Yulaswati, Vivi