Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KADAR MINERAL DARI PERBEDAAN TINGKAT KEMATANGAN AIR KELAPA (Cocos nucifera L.) Mantra , Ida Bagus; Yoga, Ida Bagus Ketut Widnyana
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v7i2.2788

Abstract

Air kelapa mengandung beragam mineral yang dapat digunakan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Kandungan mineral dipengaruhi salah satunya oleh perbedaan tingkat kematangan. Tujuan penelitian adalah mendeterminasi Ca, Mg, K, Fe dan Zn, dengan spektrofotmetri serapan atom (SAA). Air kelapa yang dijadikan sampel berjumlah 9 meliputi kelapa mulung, kuning dan gading pada 3 tingkat kematangan (bungkak, muda dan tua). Data dianalisis secara deskriptif dengan menampilkan nilai kadar mineral dan kurva standar. Hasil analisis memperoleh data mineral Ca tertinggi pada kelapa kuning tua yaitu 128.92 ppm, Mg 86.525 ppm pada kelapa gading bungkak, K tertinggi pada kelapa gading muda 2185.30 ppm, dan air kelapa mulung tua terdeteksi mengandung Zn tertinggi yaitu 9.03 ppm, sedangkan mineral Fe pada semua sampel tidak terdeteksi. Oleh karenanya air buah kelapa gading muda (GM) merupakan sumber kalium (K)terbaik
Perbandingan Kadar Tablet Parasetamol-Kafein Dengan Metode SSE dan Zero Crossing Dalam Pelarut NaOH dan Akuades Damayanti, Ni Ketut Anggun; Putri, Mulan Gevika Amara; Dewi, Ni Komang Tria Pradnyani; Yoga, Ida Bagus Ketut Widnyana; Valentino, Tambunan, Matthew
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.36075

Abstract

Metode Simple Simultaneous Equation (SSE) dan Zero Crossing (ZC) pada spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menentukan kadar parasetamol dan kafein dalam tablet kombinasi dengan pelarut NaOH 0,1 N dan akuades. Penelitian ini bertujuan membandingkan kedua metode serta pengaruh pelarut terhadap hasil kadar. Penentuan panjang gelombang maksimum (λmaks) dilakukan pada 243 nm dan 273 nm untuk akuades, serta 257 nm dan 272 nm untuk NaOH 0,1 N. Hasil menunjukkan pelarut NaOH 0,1 N menghasilkan kadar parasetamol sebesar 100,9% dan kafein 99,7% pada metode SSE, sedangkan pada metode ZC kadar parasetamol 103,5% dan kafein 102,6%. Pada pelarut akuades, kadar parasetamol dan kafein berturut-turut sebesar 94,8% dan 97,0% dengan SSE serta 95,6% dan 97,4% dengan ZC. Metode ZC menghasilkan kadar lebih tinggi dibandingkan SSE, dan pelarut NaOH 0,1 N memberikan hasil kadar lebih besar dibandingkan akuades. Kedua metode menunjukkan linearitas tinggi (R² > 0,995) dan presisi baik (RSD < 2%), sehingga dapat digunakan untuk analisis simultan parasetamol dan kafein secara cepat dan ekonomis.