Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulation of Mineral Salt and Milkfish Bone (Chanos chanos) Waste to Prevent Preeclampsia Selpida Handayani; Aminah Aminah; Nurmaya Effendi; Andi Elis; Rais Razak; Wiyuwarmi Wiyuwarmi; Miftahul Khaira; Dedy Putra Wahyudi; Fitriani Umar
Pharmaceutical Reports Vol 5, No 1 (2026): (March) Pharmaceutical Reports
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/pharmrep.v5i1.400

Abstract

The high rate of maternal mortality remains a significant public health concern, highlighting the urgent need to improve maternal health, particularly during pregnancy. One of the major complications contributing to maternal morbidity and mortality is preeclampsia, a pregnancy-related disorder characterized by hypertension, proteinuria, and edema. Nutritional deficiencies, especially in essential minerals such as potassium, magnesium, and calcium, have been identified as contributing factors in the development of preeclampsia. Therefore, ensuring adequate intake of these micronutrients is crucial for prevention and maternal well-being. This study aimed to analyze the mineral content of a formulated mineral salt derived from milkfish (Chanos chanos) bone waste as a potential alternative source of essential nutrients. The research employed an experimental laboratory method, with mineral analysis conducted using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The formulation was evaluated for its potassium, magnesium, and calcium content to determine its potential contribution to daily nutritional requirements. The results showed that a daily intake of 5 grams of the formulated product could provide approximately 1.49% of potassium, 45% of magnesium, and 65.26% of calcium requirements. These findings indicate that the mineral salt formulation derived from milkfish bone waste is particularly rich in calcium and magnesium, both of which play important roles in maintaining vascular function and reducing the risk of hypertensive disorders during pregnancy. In conclusion, the developed mineral salt formulation has promising potential as a non-pharmacological preventive strategy to support micronutrient intake in pregnant women. Its utilization may contribute to reducing the risk of preeclampsia and improving maternal health outcomes. Further studies are recommended to evaluate its safety, bioavailability, and clinical effectiveness.
Penerapan Model Decision Dalam Dalam Penilaian Penilaian Kinerja Dengan Model Saw Muthmainnah Muthmainnah; Miftahul Khaira; Rizky Putra Fhonna; Veri Ilhadi
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 6 No. 1 (2022): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2022
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v6i1.7963

Abstract

Teknologi informasi untuk sekarang ini semakin maju dan membuat persaingan semakin meningkat.  Keberhasilan suatu instansi ditentukan oleh sumber  daya manusia. Pentingnya suatu system dalam menilai karyawan untuk suatu kualitas sistem informasi. Kualitas dari penilaian sangat mempengaruhi karyawan dalam hal produktivitas. Oleh karena itu perlu melakukan penilaian  atas kinerja para pegawainya dan salah satu hal yang penting untuk meningkatkan kinerja pegawai pada bidang masing-masing. Pokok permasalahan yaitu sulitnya dalam melukan penilaian dengan banyaknya karyawan dan banyak nya variabel / kriteria dalam penentuan proses perangkingan. Sistem yang diinput dapat melalui  penilaian, seperti  kedisiplinan, loyalitas, kerapian, kehadiran, kerja sama tim. Hasil dari sistem yang dibuat  dapat melihat hasil kinerja berdasarkan proses penilaian model SAW. Selanjutnya sistem ini dapat mempermudah dalam penilaian kinerja pegawai dan hasil yang telah di proses dengan model SAW dapat dlihat dan dijadikan sebagai rekomendasi. Terakhir sistem dapat melihat masing-masing karyawan untuk melihat nilai dan dapat dijadikan penunjang keputusan. Hasil seleksi penerapan model decision dalam dalam penilaian penilaian kinerja dengan model saw dengan nilai M amin 0,86, juliani, 0,82, indri wulandarni 0,8, hermawawan 0,79, kamaruddin 0,77. Hasil perangkingan untuk kinerja pegawai terbaik oleh M. Amin sedangkan terendah adalah sulfan dari 10 pegawai yang dilakukan seleksi. Hasil dari system dapat digunakan sebagai pertimbangan pegawai berprestasi dan pemberian perhargaan.