Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Desain Produk Kerajinan dan Ornamen Bangunan Bergaya Etnik Dayak dari Hasil Pengolahan Injeksi Limbah Plastik -, Suwarto; -, Rusda
PANGGUNG Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i1.164

Abstract

ABSTRACT The increase  of plastic  use in Indonesia in general  and in Kalimantan in particular will also increase the amount  of plastic  waste  that will be produced.  By using  plastic  waste heater device which driven by 3 tones  hydraulic,    be able to produce fine  quality  of   handcraft  and building ornament  product, this can be seen  in the test  result  of device so that the recycling process can take place. By heating at the temperature  of 270º - 280ºC on bengkirai  wood mold combined with iron plate, plastic bag ( HDPE), household wastes  can be molded into  Dayak’s motif which then can be used for ornament  building. Processed injection  plastic modul which then can be arranged  into ornament  building.  To be used as the building ornament the modules of plastic injection  are glued on the wooden frame which itended to facilitate  when combined as ornament of building. Key Words:  Plastic, Heater, Mold, Modules, Dayak.  ABSTRAK Dengan meningkatnya penggunaan plastik di Indonesia umumnya dan Kalimantan pada khususnya maka akan meningkatkan juga jumlah limbah plastik yang akan dihasilkan. Dengan menggunakan alat pemanas limbah plastik yang digerakkan dengan hydraulic berkapasitas 3 (tiga) ton mampu menghasilkan produk kerajinan dan orna- ment bangunan yang berkualitas baik, ini terlihat pada hasil uji alat sehingga proses re- cycle dapat berlangsung. Dengan pemanasan pada mesin pencetak menggunakan suhu2700-2800  pada cetakan kayu bengkirai kombinasi plat besi, plastik kresek (HDPE) limbah rumah tangga dapat dicetak menjadi modul bermotif Dayak yang selanjutnya dapat digunakan untuk ornamen bangunan. Dihasilkan modul plastik injeksi yang kemudian dapat dirangkai menjadi ornamen bangunan. Untuk dapat digunakan sebagai ornamen bangunan modul-modul hasil injeksi plastik tadi di rekatkan pada bingkai kayu dimaksudkan agar memudahkan pada saat di gabungkan sebagai ornamen bangunan. Kata kunci : Plastik, Pemanas, Cetakan, modul, Dayak
Desain Produk Kerajinan dan Ornamen Bangunan Bergaya Etnik Dayak dari Hasil Pengolahan Injeksi Limbah Plastik Suwarto -; Rusda -
PANGGUNG Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1852.135 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v26i1.164

Abstract

ABSTRACT The increase  of plastic  use in Indonesia in general  and in Kalimantan in particular will also increase the amount  of plastic  waste  that will be produced.  By using  plastic  waste heater device which driven by 3 tones  hydraulic,    be able to produce fine  quality  of   handcraft  and building ornament  product, this can be seen  in the test  result  of device so that the recycling process can take place. By heating at the temperature  of 270º - 280ºC on bengkirai  wood mold combined with iron plate, plastic bag ( HDPE), household wastes  can be molded into  Dayak’s motif which then can be used for ornament  building. Processed injection  plastic modul which then can be arranged  into ornament  building.  To be used as the building ornament the modules of plastic injection  are glued on the wooden frame which itended to facilitate  when combined as ornament of building. Key Words:  Plastic, Heater, Mold, Modules, Dayak.  ABSTRAK Dengan meningkatnya penggunaan plastik di Indonesia umumnya dan Kalimantan pada khususnya maka akan meningkatkan juga jumlah limbah plastik yang akan dihasilkan. Dengan menggunakan alat pemanas limbah plastik yang digerakkan dengan hydraulic berkapasitas 3 (tiga) ton mampu menghasilkan produk kerajinan dan orna- ment bangunan yang berkualitas baik, ini terlihat pada hasil uji alat sehingga proses re- cycle dapat berlangsung. Dengan pemanasan pada mesin pencetak menggunakan suhu2700-2800  pada cetakan kayu bengkirai kombinasi plat besi, plastik kresek (HDPE) limbah rumah tangga dapat dicetak menjadi modul bermotif Dayak yang selanjutnya dapat digunakan untuk ornamen bangunan. Dihasilkan modul plastik injeksi yang kemudian dapat dirangkai menjadi ornamen bangunan. Untuk dapat digunakan sebagai ornamen bangunan modul-modul hasil injeksi plastik tadi di rekatkan pada bingkai kayu dimaksudkan agar memudahkan pada saat di gabungkan sebagai ornamen bangunan. Kata kunci : Plastik, Pemanas, Cetakan, modul, Dayak
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGHASILAN USAHA SALON DI KOTA SOLO Suwarto -
JURNAL EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN Vol. 15 No. 3 (2015): Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan : September
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze (1) Effect of products on the income of salon business in the city of Solo, (2) The effect of price on the income of salon business in the city of Solo, (3) Effect of promotions on the income of salon business in the city of Solo. This study is a sample research with 35 respondents of salon entrepreneur in the city of Solo, using proporsional sample random sampling. To test the hypothesis, researcher used linear multiple regression analysis, data processing using SPSS. The results of this study point to the fact (1) Product services significantly influence the salon business income in the city of Solo, indicated by p value of 0.02, so the hypothesis 1 is proved. (2) Price significant effect on the income of salon business in the city of Solo, indicated by p value of 0.024, so the hypothesis 2 is proved. (3) Promotion of a significant effect on operating income in the city of Solo salon indicated by p value of 0.030, so the hypothesis 3 is proved.Keywords: income, service, products, price, promote
Desain Produk Kerajinan dan Ornamen Bangunan Bergaya Etnik Dayak dari Hasil Pengolahan Injeksi Limbah Plastik Suwarto -; Rusda -
PANGGUNG Vol 26 No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i1.164

Abstract

ABSTRACT The increase  of plastic  use in Indonesia in general  and in Kalimantan in particular will also increase the amount  of plastic  waste  that will be produced.  By using  plastic  waste heater device which driven by 3 tones  hydraulic,    be able to produce fine  quality  of   handcraft  and building ornament  product, this can be seen  in the test  result  of device so that the recycling process can take place. By heating at the temperature  of 270º - 280ºC on bengkirai  wood mold combined with iron plate, plastic bag ( HDPE), household wastes  can be molded into  Dayak’s motif which then can be used for ornament  building. Processed injection  plastic modul which then can be arranged  into ornament  building.  To be used as the building ornament the modules of plastic injection  are glued on the wooden frame which itended to facilitate  when combined as ornament of building. Key Words:  Plastic, Heater, Mold, Modules, Dayak.  ABSTRAK Dengan meningkatnya penggunaan plastik di Indonesia umumnya dan Kalimantan pada khususnya maka akan meningkatkan juga jumlah limbah plastik yang akan dihasilkan. Dengan menggunakan alat pemanas limbah plastik yang digerakkan dengan hydraulic berkapasitas 3 (tiga) ton mampu menghasilkan produk kerajinan dan orna- ment bangunan yang berkualitas baik, ini terlihat pada hasil uji alat sehingga proses re- cycle dapat berlangsung. Dengan pemanasan pada mesin pencetak menggunakan suhu2700-2800  pada cetakan kayu bengkirai kombinasi plat besi, plastik kresek (HDPE) limbah rumah tangga dapat dicetak menjadi modul bermotif Dayak yang selanjutnya dapat digunakan untuk ornamen bangunan. Dihasilkan modul plastik injeksi yang kemudian dapat dirangkai menjadi ornamen bangunan. Untuk dapat digunakan sebagai ornamen bangunan modul-modul hasil injeksi plastik tadi di rekatkan pada bingkai kayu dimaksudkan agar memudahkan pada saat di gabungkan sebagai ornamen bangunan. Kata kunci : Plastik, Pemanas, Cetakan, modul, Dayak
Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Aksi Revitalisasi Budaya Masohi oleh Jemaat GPM Liliama Lewankoru, Meike Lely; Quartyamina, Cindy; -, Suwarto
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 13, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v13i02.7521

Abstract

Doing contextual theology means understanding and reflecting critically on the Christian faith through a certain context. This article aims to describe a contextual theological analysis at the level of a practical model for the revitalization of masohi culture by the GPM Lilama congregation so that the noble values contained in masohi culture continue to be lived out among the members of the GPM Liliama congregation. Masohi culture is a collaborative activity carried out in social and church life to complete a job. Masohi culture is full of noble values that contain and are in harmony with the essence of the gospel in them. Responding to the problematic situation that occurred, namely the shift in values from Masohi culture, directed the church to continue to reflect and seek purification or action to revitalize the values in Masohi culture itself. Based on this, the author conducted research with a contextual theological review of Stephan Bevans' praxis model. The praxis model understands theology as a product of continuous dialogue between two aspects of Christian life, namely ongoing action and reflection. The author conducted research using qualitative methods by understanding the phenomena that occur through analytical and complex images that can be presented in words, then providing a detailed view report. The research results show that the GPM Liliama congregation has contextual theology at the level of the practical model because it is proven that there is awareness of deviations in the action of shifting values in Masohi culture which is then reflected that this is not in accordance with the noble values in Masohi culture. This provides an opportunity for revitalization actions to be carried out so as to strengthen the identity of the noble values in Masohi culture which are visible in the life of the GPM Liliama congregation. Abstrak Berteologi secara kontekstual artinya memahami dan berefleksi secara kritis atas iman Kristiani melalui konteks tertentu. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis teologi kontekstual pada tataran model praksis terhadap aksi revitalisasi budaya masohi oleh jemaat GPM Lilama sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya masohi terus dihidupi di tengah warga Jemaat GPM Liliama. Budaya masohi merupakan kegiatan bekerjasama yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat, maupun bergereja untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Menanggapi situasi problematika yang terjadi dalam penerapan budaya masohi di jemaat GPM Liliama, yakni: terjadinya pergeseran nilai-nilai dari budaya masohi, mengarahkan gereja untuk terus berefleksi dan mengupayakan pemurnian atau aksi revitalisasi terhadap nilai-nilai dalam budaya masohi itu sendiri. Berdasarkan hal ini, maka penulis melakukan penelitian dengan tinjauan teologi kontekstual model praksis Stephan Bevans. Selanjutnya, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memahami fenomena-fenomena yang terjadi melalui gambaran yang analitis dan kompleks yang dapat disajikan dengan kata-kata, dan memberikan laporan pandangan secara rinci. Hasil penelitian menunjukan bahwa jemaat GPM Liliama telah melakukan refleksi terhadap aksi budaya masohi yang mengalami pergeseran nilai-nilai luhur. Oleh sebab itu, jemaat GPM Liliama mengupayakan aksi yang baru sebagai bentuk respons terhadap refleksi atas aksi yang sebelumnya. Sampai di sini, maka tampak bahwa jemaat GPM Liliama sudah berteologi kontekstual dalam tataran model praksis. Jemaat GPM Liliama menyadari akan penyimpangan pada aksi pergeseran nilai-nilai dalam budaya masohi dan kemudian melakukan aksi revitalisasi kembali, sehingga mengukuhkan identitas nilai-nilai luhur dalam budaya masohi yang tampak dalam kehidupan jemaat GPM Liliama.