Abstrak Untuk menjadi seorang apoteker, setiap mahasiswa program studi profesi Apoteker harus melewati Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) CBT dan UKAI OSCE Nasional. Dengan standar nilai kelulusan yang tinggi, hal ini dapat menyebabkan kecemasan dan depresi pada mahasiswa apoteker Indonesia. Selain itu, menjadi seorang mahasiswa memiliki berbagai kewajiban akademik. Kewajiban akademik yang harus dikerjakan mahasiswa cenderung membuat mahasiswa merasakan kecemasan atau bahkan menjadikan depresi. Pemahaman mahasiswa terkait self-healing, bahaya depresi yang dapat menghambat kesuksesan lolos UKAI masih terbatas. Program pengabdian masyarakat dengan sistem edukasi langsung dan pelatihan dapat menjadi sarana peningkatan pemahaman mahasiswa. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan demo pelatihan self-healing dengan bantuan media video. Peningkatan persentase jawaban dari pre-test (59,70%) ke post-test (84,40%) menunjukkan bahwa informasi diterima dengan baik oleh mahasiswa apoteker di Kota Semarang. Kata kunci: apoteker; mahasiswa; depresi; UKAI; farmasi. AbstractTo become a pharmacist, every student in the Pharmacist Professional Study Program must pass the Indonesian Pharmacist Competency Exam (UKAI) CBT and the National UKAI OSCE. With a high passing standard, this can lead to anxiety and depression among Indonesian pharmacy students. Additionally, being a student comes with various academic obligations. These academic demands often cause students to experience anxiety or even depression. Students’ understanding of self-healing and the dangers of depression that may hinder success in passing the UKAI is still limited. A community service program with direct education and training can serve as a means to improve student understanding. The service activity was carried out using counseling methods and self-healing training demonstrations with the help of video media. The increase in the percentage of correct answers from the pre-test (59.70%) to the post-test (84.40%) indicates that the information was well received by pharmacy students. Keywords : pharmacists; student; depression; UKAI; pharmacy.