Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peningkatan Kepatuhan Pengobatan dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada Pasien Lansia di Fasilitas Kesehatan Primer Kota Semarang Sabiti, Farroh Bintang; Febrinasari, Nisa; Santoso, Arifin
Community Empowerment Vol 6 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.481 KB) | DOI: 10.31603/ce.4555

Abstract

Prolanis merupakan pendekatan sistem pelayanan kesehatan yang dilaksanakan terintegrasi dengan melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan pembiayaan efektif dan efisien. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepatuhan obat, utamanya dalam mengontrol indeks glikemik kontrol. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi dengan penyuluhan satu arah pada pasien lansia prolanis Puskesmas Halmahera Semarang. Hasil kegiatan ini mengungkapkan adanya peningkatan kepatuhan obat pada pasien lansia prolanis pada penyakit kronis.
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT RASIONAL SECARA SYARIAH PADA PASIEN DI PUSKESMAS NGALIYAN SEMARANG Alfiani, Nur Risma; Chrisdita, Maya; Febrinasari, Nisa
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 2 (2024): Vol. 2, No. 2 Edisi April 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional telah menjadi masalah utama di seluruh dunia sebanyak 40% memilih obat berdasarkan persepsi sakit menyebabkan penggunaan obat menjadi tidak rasional. Penggunaan obat-obatan dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan tidak cukup sekadar menjamin keamanan, mutu, dan khasiat. Sebagai orang muslim harus memperhatikan penggunaan obat secara syariah sebagaimana dalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 168 bahwa makan dan minumlah yang halal atau yang baik dan tetapi harus yang halalan thayyiban. Penggunaan obat secara syariah dapat dilihat dari kehahalan obat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat persentase gambaran penggunaan obat rasional dan edukasi penggunaan obat rasional secara syariah. Metode penelitian ini adalah non eksperimental dengan rancangan penelitian deskripstif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan metode Puirposivei Sampling seicara random pada pasien di Puskesmas Ngaliyan. Hasil penelitian memakai uji deskriptif dengan uji validitas dan realibilitas signifikan sebanyak 0,542 yang berarti mendapatkan hasil signifikan p < 0,05 penggunaan obat rasional secara syariah di Puskesmas Ngaliyan Semarang.
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PBF X PURWOKERTO MENURUT PERSPEKTIF ISLAM Wardany, Nely Ayu; Febrinasari, Nisa
SAINS INDONESIANA Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3, No. 1 Edisi Februari 2025
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedang Besar Farmasi berperan penting pada fasilitas pelayanan seperti pada apotek dalam melakukan pengadaan perbekalan farmasi. Distribusi obat oleh PBF harus memastikan mutu, khasiat, kemananan, keabsahan yang terjamin sampai ke fasilitas pelayanan yang ditujukan. Dalam perspektif Islam, pada Al-Qur’an surah At-Taubah (9:105) yang dijelaskan apabila kita melakukan suatu pekerjaan hendaklah bekerja dengan baik, maka dari ayat tersebut pelayanan yang diberikan kepada pelanggan haruslah pelayanan yang terbaik yang dapat memberikan kepuasaan pada pelanggan. Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian diperoleh dari kuesioner yang terdiri dari 5 aspek, keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan nyata, pada dasar shidiq, amanah, tabligh, fatonah yang menggunakan metode purposive sampling pada 30 apotek pelanggan BSP yang memenuhi kriteria inklusi. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di PBF X berdasarkan nilai syariah diperoleh nilai indeks pada dimensi kehandalan rata-rata sebesar 91,33%, pada dimensi ketanggapan sebesar 84%, dimensi jaminan sebesar 92%, dimensi empati sebesar 98%, dan dimensi bukti fisik sebesar 89%. Rata-rata tingkat kepuasan responden termasuk dalam tinggi kategori. Hasil ini memberikan masukan kepada PBF X untuk terus mempertahankan pelayanan sehingga pelanggan tetap mendapatkan kepuasan, yang dapat berupa pembuatan standar yang berkaitan dengan nilai-nilai syariah.
EVALUATION OF OUTPATIENT KNOWLEDGE LEVEL ON BEYOND USE DATE IN THE USE OF THAYYIB PHARMACEUTICAL PREPARATIONS AT SUNAN KALIJAGA REGIONAL HOSPITAL DEMAK Lestari Nurmayanti; Febrinasari, Nisa; Baiti , Mustika
SAINS INDONESIANA Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3, No. 2 Edisi April 2025
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the key indicators for determining whether a medication is still suitable for use is the Beyond Use Date (BUD). The use of medications beyond their BUD equates to administering drugs whose stability and effectiveness are no longer guaranteed, potentially resulting in therapeutic failure and endangering patient health. In Islam, maintaining health and the environment is considered a form of spiritual responsibility,which should be implemented in everyday life. Using  edications with assured stability and effectiveness reflects an individual's accountability towards their own well-being.This study employed a descriptive observational method with a cross-sectional approach. Data were collected through a questionnaire consisting of 8 items, using purposive sampling on 99 outpatients at Sunan Kalijaga Regional General Hospital, Demak, who met the inclusion criteria. The results showed that the majority of respondents (80 individuals or 81%) had good knowledge regarding the Beyond Use Date. These findings can serve as input for the hospital, particularly pharmaceutical personnel, to maintain and improve the delivery of information and counseling about BUD to patients.  
EVALUATION OF PATIENT SATISFACTION LEVEL TOWARDS SHARIA-BASED PHARMACY SERVICES AT SUNAN KALIJAGA HOSPITAL, DEMAK REGENCY Pradipta, Lioni Regina; Febrinasari, Nisa; Baiti, Mustika
SAINS INDONESIANA Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3, No. 2 Edisi April 2025
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pharmaceutical services can be interpreted as a service related to pharmaceutical preparations and directly provided by pharmacists or pharmaceutical personnel to patients with the aim of obtaining effective, safe therapy results so that they can improve patient health. This study aims to determine the level of patient satisfaction to know the characteristics of outpatients and polyclinic departments who receive pharmaceutical services based on sharia values ​​at Sunan Kalijaga Hospital, Demak Regency. based on five dimensions of service quality, namely Responsiveness, Reliability, Assurance, Empathy, and Tangible. The results of the study showed that patient satisfaction based on responsiveness was 97% (Very Satisfactory), reliability was 93% (Very Satisfactory), assurance was 96% (Very Satisfactory), empathy was 95% (Very Satisfactory) and Physical evidence was 96% (Very Satisfactory). It can be concluded that the average of the five dimensions has a percentage score above 90%. So it can be stated that the level of respondent satisfaction can be said to be very satisfied with the pharmaceutical services at Sunan Kaijaga Hospital, Demak Regency.
Pelatihan self-healing dan edukasi gangguan depresi pada mahasiswa profesi apoteker di Kota Semarang Febrinasari, Nisa; Sabiti, Farroh Bintang; Kinasih, Arum Sukma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36182

Abstract

Abstrak Untuk menjadi seorang apoteker, setiap mahasiswa program studi profesi Apoteker harus melewati Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) CBT dan UKAI OSCE Nasional. Dengan standar nilai kelulusan yang tinggi, hal ini dapat menyebabkan kecemasan dan depresi pada mahasiswa apoteker Indonesia. Selain itu, menjadi seorang mahasiswa memiliki berbagai kewajiban akademik. Kewajiban akademik yang harus dikerjakan mahasiswa cenderung membuat mahasiswa merasakan kecemasan atau bahkan menjadikan depresi. Pemahaman mahasiswa terkait self-healing, bahaya depresi yang dapat menghambat kesuksesan lolos UKAI masih terbatas. Program pengabdian masyarakat dengan sistem edukasi langsung dan pelatihan dapat menjadi sarana peningkatan pemahaman mahasiswa. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan demo pelatihan self-healing dengan bantuan media video. Peningkatan persentase jawaban dari pre-test (59,70%) ke post-test (84,40%) menunjukkan bahwa informasi diterima dengan baik oleh mahasiswa apoteker di Kota Semarang.  Kata kunci: apoteker; mahasiswa; depresi; UKAI; farmasi. AbstractTo become a pharmacist, every student in the Pharmacist Professional Study Program must pass the Indonesian Pharmacist Competency Exam (UKAI) CBT and the National UKAI OSCE. With a high passing standard, this can lead to anxiety and depression among Indonesian pharmacy students. Additionally, being a student comes with various academic obligations. These academic demands often cause students to experience anxiety or even depression. Students’ understanding of self-healing and the dangers of depression that may hinder success in passing the UKAI is still limited. A community service program with direct education and training can serve as a means to improve student understanding. The service activity was carried out using counseling methods and self-healing training demonstrations with the help of video media. The increase in the percentage of correct answers from the pre-test (59.70%) to the post-test (84.40%) indicates that the information was well received by pharmacy students. Keywords : pharmacists; student; depression; UKAI; pharmacy.
Edukasi penggunaan infused tea lavender dan chamomile untuk mengurangi tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi ujian sekolah di Kota Semarang Febrinasari, Nisa; Fatiha, Chilmia Nurul; Sabiti, Farah Bintang; Fawaid, Ainun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37797

Abstract

Abstrak Gangguan Kecemasan adalah jenis gangguan jiwa terbanyak kedua di Indonesia. Upaya untuk mengurangi kecemasan pada remaja di Indonesia saat ini menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah minimnya literasi kesehatan jiwa dan minimnya edukasi terkait keterampilan manajemen stress. Semakin meningkatnya kejadian kecemasan, semakin penting dalam mengatasi masalah tersebut dengan cara yang tepat. Salah satunya dengan menggunakan herbal lavender dan chamomile. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan tingkat pengetahuan remaja terkait manfaat konsumsi teh lavender dan chamomile dalam mengurangi tingkat kecemasan pada remaja khususnya pada saat menghadapi ujian sekolah di Mts dan MA Asshodiqiyah Kota Semarang. Metode penelitian ini yaitu pemberian edukasi, pretest dan posttest. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan cara survey. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup indikator pengetahuan dasar terkait kecemasan, manfaat lavender dan chamomile. Responden penelitian sebanyak 45 murid MTS dan MA Asshodiqiyah Semarang. Peningkatan persentase jawaban dari pre-test (70,9%) ke post-test (93,1%) dengan adanya perbedaan signifikan (p=0,002) pada pengetahuan siswa menunjukkan bahwa informasi diterima dengan baik. Edukasi berkelanjutan terkait gangguan kecemasan secara menyeluruh direkomendasikan untuk meningkatkan pemahaman siswa atau remaja di Kota Semarang. Kata kunci: kecemasan; tehe lavender; teh chamomile; ujian sekolah; remaja.Abstract Anxiety disorders are the second most prevalent type of mental disorder in Indonesia. Efforts to reduce anxiety among adolescents in Indonesia currently face various challenges, including limited mental health literacy and insufficient education regarding stress management skills. As the prevalence of anxiety continues to increase, it becomes increasingly important to address this issue through appropriate interventions. One potential approach is the use of herbal remedies such as lavender and chamomile. Therefore, the objective of this study was to compare adolescents’ levels of knowledge regarding the benefits of consuming lavender and chamomile tea in reducing anxiety levels, particularly during school examinations, among students at MTS and MA Asshodiqiyah in Semarang city. The research methodology involved the provision of educational interventions followed by pre-test and post-test assessments. The analytical method employed was a cross-sectional study with an survey. Data were collected using structured questionnaires that included indicators of basic knowledge related to anxiety as well as the benefits of lavender and chamomile. The study respondents consisted of 45 students from MTS and MA Asshodiqiyah Semarang. An increase in the percentage of correct responses from the pre-test (70,9%) to the post-test (93,1%), with a statistically significant difference (p = 0.002), indicates that the information was well received by the students. Continuous and comprehensive education on anxiety disorders is recommended to enhance students’ and adolescents’ understanding in the city of Semarang. Keywords: anxiety; students; lavender tea; chamomile tea; exam.
Edukasi masyarakat tentang DAGUSIBU dan pencegahan anemia pada ibu hamil di Posyandu Mekar Arum 1 Kudu Kota Semarang Afifah, Luthfiatul; Salma, Layyina Najwa; Rini, Lintang Wening; Hapsari, Lusyana; Julianty, Launiz Zamarda; Maulidah, Mahda; Febrinasari, Nisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38334

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis Interprofessional Education (IPE) ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan ibu hamil dan masyarakat terkait anemia serta penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar) di Posyandu Mekar Arum 1, Kelurahan Kudu RW 1 Semarang. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif dengan pendekatan pretest–posttest pada edukasi farmasi, disertai pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan individual. Subjek kegiatan meliputi ibu hamil dan masyarakat yang mengikuti edukasi anemia dan DAGUSIBU. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan dasar yang baik mengenai anemia dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah sebelum intervensi. Namun, pemahaman terkait aspek penyimpanan dan pembuangan obat masih tergolong rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest, yang mengindikasikan bahwa edukasi berfungsi sebagai penguatan pengetahuan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi farmasi berkelanjutan yang lebih aplikatif untuk meningkatkan literasi obat masyarakat. Kata kunci: anemia; DAGUSIBU; edukasi farmasi; ibu hamil; pengabdian masyarakat. Abstract This community service activity based on Interprofessional Education (IPE) aimed to analyze the level of knowledge among pregnant women and the community regarding anemia and the application of the DAGUSIBU principles (Get, Use, Store, and Dispose of medicines properly) at Mekar Arum 1 Integrated Health Post, Kudu RW 1 Semarang. A descriptive design with a pretest–posttest approach was employed in pharmaceutical education, accompanied by health examinations and individual counseling. Participants included pregnant women and community members involved in anemia and DAGUSIBU education. The results indicated that most participants already possessed adequate baseline knowledge regarding anemia and compliance with iron supplementation prior to the intervention. However, knowledge related to proper medicine storage and disposal remained limited. Wilcoxon test results revealed no statistically significant difference between pretest and posttest scores, suggesting that the intervention primarily served as knowledge reinforcement. Therefore, continuous and practical pharmaceutical education is necessary to enhance community medicine literacy. Keywords: anemia; DAGUSIBU; pharmaceutical education; pregnant women; community service.