Abstract: This study aims to develop early childhood literacy in regional storytelling through the Children's Creativity Program at Kober Yustisia 2 Kindergarten, Kelapa Tujuh, Kotabumi, North Lampung. Forty children aged 4–6 years old, divided into classes B1 and B2, were involved using the Classroom Action Research (CAR) method, with stages of planning, implementation, observation, and reflection. The program included an introduction to regional storytelling, character discussions, character drawing, the creation of simple storybooks, and exhibitions and readings of children's work. The results showed a significant increase in children's literacy in regional storytelling, with the percentage of children with high literacy increasing from 45% to 82%, while those with medium and low literacy decreased to 13% and 5%, respectively. Furthermore, children demonstrated increased activeness, creativity, social-emotional skills, and courage in expressing ideas. Interviews with teachers and children supported these findings, demonstrating increased interest in learning, self-confidence, and pride in their work. Based on these results, the Children's Creativity Program based on regional storytelling is effective in improving literacy and instilling local cultural values in early childhood. Keyword: Early Childhood Literacy, Regional Stories, Children's Creativity Program Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan literasi cerita daerah anak usia dini melalui Program Kreativitas Anak di TK Kober Yustisia 2 Kelapa Tujuh, Kotabumi, Lampung Utara dengan melibatkan 40 anak usia 4–6 tahun yang terbagi dalam kelas B1 dan B2 , menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Program yang diterapkan meliputi pengenalan cerita daerah, diskusi tokoh cerita, menggambar tokoh, pembuatan buku cerita sederhana, serta pameran dan pembacaan karya anak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi cerita daerah anak, dengan persentase anak berkategori literasi tinggi meningkat dari 45% menjadi 82%, sementara literasi sedang dan rendah menurun menjadi 13% dan 5%. Selain itu, anak menunjukkan peningkatan keaktifan, kreativitas, kemampuan sosial-emosional, dan keberanian mengekspresikan ide. Wawancara dengan guru dan anak mendukung temuan ini, menunjukkan peningkatan minat belajar, kepercayaan diri, dan rasa bangga terhadap karya yang dibuat. Berdasarkan hasil tersebut, Program Kreativitas Anak berbasis cerita daerah efektif dalam meningkatkan literasi dan menanamkan nilai budaya lokal pada anak usia dini. Kata kunci: Literasi Anak Usia Dini, Cerita Daerah, Program Kreativitas Anak