Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Redesain Pasar Induk Lambaro dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Alghifari, Teuku Muhammad; Fuady, Mirza; Qadri, Laila
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i4.27129

Abstract

Pasar Induk Lambaro sebagai pasar tradisional dengan jumlah pedagang paling banyak di Aceh Besar. Memiliki desain arsitektur yang lemah dan fasilitas yang kurang memadai sehingga Pasar Induk Lambaro tidak memenuhi standar sebagai sebuah pasar induk. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan sebuah pasar yang bersih, nyaman dan aman bagi penjual dan pembeli dengan menghilangkan kesan kumuh pada pasar tradisional melalui penataan pembangunan yang lebih baik dan sesuai dengan standar yang berlaku melalui pendekatan Arsitektur Neo Vernakular Tema Arsitektur Neo Vernakular dipilih untuk menciptakan bangunan yang berangkat dari adat istiadat dan budaya setempat, guna mempertahankan kebiasaan/tradisi masyarakat Aceh yang secara turun temurun dan penguatan identitas lokal. Yang mampu memberikan nilai estetika tinggi sebagai ikon daerah. Arsitektur Neo Vernakular dapat dilihat dari penerapan ornamen-ornamen pada bangunan dan metafora dari kebudayaan masyarakat. Redesain Pasar Tradisional Lambaro ini turut mengacu juga pada peraturan kriteria pasar tipe A yang diterbitkan oleh pemerintah maupun kementrian Indonesia.
Penerapan Tema Arsitektur Biomorfik pada Perancangan Aquarium Center di Banda Aceh Mardiyah, Hafshah Amatullah; Fuady, Mirza; Qadri, Laila
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26460

Abstract

Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya kelautan dan perikanan. Setidaknya 15 dari 20 jenis biota perairan yang dilindungi oleh undang-undang ditemukan di Aceh, beberapa diantaranya ditemukan mati atau terdampar. Hal itu, menjadi permasalahan khusus yang membutuhkan solusi edukatif mengenai pengenalan-pengenalan biota perairan yang dilindungi. Selain itu, di antara banyaknya tempat wisata di Kota Banda Aceh, masih belum adanya bangunan yang berfungsi sebagai tempat wisata edukasi yang dapat memberikan informasi menyeluruh terkait keanekaragaman hayati biota di perairan. Dengan beragam isu dan potensi yang ada, maka perancangan Aquarium Center ini diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat salah satu pilihan destinasi wisata yang tidak hanya menyediakan aktivitas rekreasi, tetapi juga menawarkan pengalaman bagi pengunjung mempelajari kehidupan bawah air secara langsung. Pada perancangan Aquarium Center di Banda Aceh ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan arsitektur biomorfik yang mengambil inspirasi dari biota koral zoa untuk menciptakan bentuk, fasad, dan struktur pada bangunannya. Dari perancangan ini dapat disimpulkan bahwa, pengimplementasian tema rancangan arsitektur biomorfik sesuai diterapkan bersama dengan fungsi bangunannya, yaitu untuk membantu dan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati biota di perairan di Indonesia, terkhususnya di Kota Banda Aceh.
Penerapan Tema Arsitektur Kontemporer pada Perancangan Aceh Science Center Alya, Sarah; Qadri, Laila; Munir, Abdul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26605

Abstract

Aceh saat ini mempunyai berbagai tempat rekreasi yang menarik, yaitu wisata alam, wisata religi dan wisata berbasis ilmu sejarah, seperti museum. Namun semakin berkembangnya tempat wisata, Aceh tidak mempunyai tempat rekreasi berbasis edukasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu dibutuhkannya tempat yang dapat menunjang pendidikan seperti halnya science center. Science center merupakan sebuah tempat edukasi dan sarana pendidikan yang mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan sistem peragaan hands-on atau interaksi langsung. Pengunjung dapat langsung menggunakan alat peraga yang disediakan, dan memahami proses belajar dari berbagai display yang disediakan. Konsep edukasi dan rekreasi ini membuat pengunjung dari berbagai umur dapat menikmatinya. Perancangan Aceh Science Center dengan penerapan arsitektur kontemporer dapat menjadi solusi atas permasalahan diatas. Pemilihan konsep tema arsitektur kontemporer dalam perancangan ini sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersifat dinamis, tema ini memperlihatkan kualitas tertentu yang berkaitan dengan kemajuan teknologi pada saat ini dan kebebasan dalam mengekspresikan suatu gaya arsitektur menggunakan material sesuai tren masa kini dengan menyesuaikan karakternya, serta penggunaan teknologi pada alat peraga. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan metode deskriptif analisis atau pemaparan kajian pustaka dari konsep dan tujuan objek perancangan, serta deskripsi hasil implementasi konsep kedalam perancangan.
Implementasi Taman Vertikal pada Hunian Lahan Terbatas di Gampong Alue Naga: Solusi Penghijauan dan Peningkatan Ekonomi Nursaniah, Cut; Qadri, Laila; Hayati, Mardhiah; Zahriah, Zahriah
Jurnal Pengabdian Rekayasa dan Wirausaha Vol 2, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GampongAlue Naga merupakan salah satu kawasan yang terdampak gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004. Pembangunan kembali hunian masyarakat dilakukan secara massal dengan tipe-36 pada kavling terbatas, sehingga sebagian besar rumah hanya memiliki sisa lahan sempit tanpa ruang untuk taman atau kebun. Kondisi ini menyebabkan lingkungan menjadi gersang, suhu udara meningkat, dan kenyamanan hunian menurun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan solusi penghijauan melalui konstruksi taman vertikal yang sesuai dengan kondisi lahan dan kemampuan ekonomi warga. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi pentingnya ruang terbuka hijau, pelatihan desain dan teknik pembuatan taman vertikal dengan bahan sederhana dan daur ulang, serta pendampingan perawatan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam menghadirkan penghijauan di lahan terbatas, serta tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan hunian. Penerapan taman vertikal terbukti tidak hanya memperindah dan menurunkan suhu sekitar, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui pemanfaatan tanaman hias dan sayuran bernilai jual.