Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN APLIKASI LAPORAN KEUANGAN MASJID YANG AKUNTABEL SESUAI PSAK 45 Yulianti Yulianti; Ahmad Sahri Romadon; Risti Ulfi Hanifah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this dedication is to design the Mosque Financial Report Application in accordance with the Financial Accounting Standards (PSAK-45) so that the financial report can be held accountable to the people who make a part of their wealth available to the mosque. This is one of the responsibilities given to the community giving infaq. But besides that the mosque management must also make financial reports that will later be reported to the mosque takmir and to all the managers, so that the financial statements can be arranged transparently so that there is no suspicion from any party and moreover as an accountability to Allah SWT. In preparing the accounting reports for non-profit entities, it has been regulated in the Financial Accounting Standards Guidelines (PSAK-45) that have been prepared by the Indonesian Institute of Accountants (IAI) as a compiler of accounting reports, so that the financial statements can be accountable to the public and can be read by parties parties with an interest in the financial statements. This activity was carried out in the form of outreach and assistance in making mosque financial reports with the systematic application of financial reports using the Microsoft Excel program. From the evaluation results that have been carried out that the results of this activity have been able to increase understanding and skills in preparing the mosque's financial statements in the form of Financial Position Reports, Activity Reports, Cash Flow Statements, and Equity Change reports.Keywords: entrepreurship , warehousing and ecoprint batik
Moderation testing of dysfunctional audit behavior: internal auditor factors on audit quality Yulianti, Yulianti; Saifudin, Saifudin; Sari, Ratna Novita
Journal of Accounting and Investment Vol. 25 No. 3: September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jai.v25i3.21944

Abstract

Research aims: The objective of this study is to examine the impact of auditor ethics, auditor professionalism, and dysfunctional audit behavior on the quality of audits, considering dysfunctional audit behavior as a potential moderating factor.Design/Methodology/Approach: The research utilized a sample of auditors from public accounting firms across Java, employing convenience sampling through smartPLS 3 software, with a total of 256 auditors participating. Research findings: The findings revealed that both auditor ethics and professionalism positively contribute to audit quality. In contrast, dysfunctional audit behavior shows no significant effect on audit quality, nor does it moderate the beneficial effects of auditor ethics and professionalism on audit quality. These results underscore the significance of auditor ethics and professionalism in enhancing the quality of financial report audits.Theoretical contribution/ Originality: The research outlined herein seeks to explore the impact of auditor ethics and professionalism on audit quality, considering the potential moderating effect of dysfunctional audit behavior.Practitioner/Policy implication: The study's implications are straightforward: Auditor ethics and professionalism are vital for the production of high-quality financial statement audits.Research limitation/Implication: While dysfunctional audit behavior appears to have no significant effect, it remains crucial for public accounting firms to monitor such behaviors. As a result, there is a need for public accounting firms to prioritize ongoing professional education to uphold and reinforce the standards of ethics and professionalism among auditors.
INVENTARISASI TANAMAN OBAT TRADISIONAL UNTUK PENGOBATAN TUBERKULOSIS OLEH LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN TUNTUNGAN -, Yulianti
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 1 No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v1i1.96

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Inventarisasi Tanaman Obat Tradisional Untuk Pengobatan Tuberkulosis Oleh Battra di Wilayah Kerja Puskesmas Puskesmas Medan TuntunganSulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanaman obat tradisional yang digunakan oleh battra di wilayah kerja Puskesmas Puskesmas Medan Tuntungan untuk mengobati Tuberkulosis. Cara mengumpulkan data mencakup survei dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di 3 Puskesmas Kabupaten Gowa yaitu Puskesmas Palangga, Puskesmas Kanjilo, dan Puskesmas Gentungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman obat tradisional yang digunakan oleh battra di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan adalah daun miana, jeruk nipis, dan daun paliasa.
EFEKTIFITAS DAUN CINCAU SEBAGAI OBAT DIABETES MELLITUS PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA PUSKESMAS PB SELAYANG II -, Yulianti
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 1 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v1i2.107

Abstract

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Tujuan penyuluhan ini untuk menambah pengetahuan mengenai obat tradisional daun cincau sebagai obat diabetes mellitus. Kegiatan penyuluhan dilakukan bertempat di posyandu lansia puskesmas PB selayang II. Adapun hasil yang di dapat dari kegiatan ini adalah lansia dapat tambahan pengetahuan tentang obat tradisional dan lebih memahami tentang pentingnya penggunaan tanaman obat tradisional, dan lebih mengetahui manfaat dan cara penggunaan dari tanaman daun cincau sebagai obat diabetes mellitus.
Pengolahan Temulawak Plant (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) As A Tradisional Medicine -, Yulianti
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v2i1.112

Abstract

Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza Roxb merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai obat-obatan yang tergolong dalam suku temu temuan (Zingiberaceae) yang banyak ditemukan di hutan-hutan pada daerah tropis. Temulawak memiliki banyak kandungan metabolit sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari penulisan review jurnal ini adalah untuk mengumpulkan data-data yang terkait dengan pemanfaatan tanaman temulawak sebagai obat tradisional dengan menggunakan metode studi literatur. Salah satu kandungan terbanyak yang dimiliki tumbuhan temulawak ialah pati. Pati merupakan kandungan metabolit terbesar pada temulawak. Pati temulawak mengandung kurkumin yang membantu proses metabolisme dan fisiologis organ badan. Selain itu temulawak mengandung minyak atsiri seperti limonina yang mengharumkan, sedangkan kandungan flavonoid pada temulawak berkhasiat menyembuhkan radang. Secara tradisional temulawak sudah banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat untuk berbagai macam penyakit.Pada suku-suku tertentu temulawak ini digunakan untuk penyakit yang berbeda-beda. Penggunaan temulawak dalam pengobatan tradisional di antaranya adalah untuk digunakan dalam pengobatan gangguan pencernaan, sakit kuning, keputihan, meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan
EKSPLORASI SPESIES TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT BERBASIS PENGETAHUAN LOKAL DI KELURAHAN KEMENANGAN TANI -, Yulianti
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 1 No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v1i1.117

Abstract

Kecenderungan masyarakat saat ini mulai menolak penggunaan obat modern dan beralih ke alam (back to nature) dengan pengobatan tradisional menggunakan tumbuhan obat. Eksplorasi jenis tumbuhan obat yang digunakan dalam pengobatan tradisional di Kabupaten Kemenangan Tani bertujuan untuk menggali potensi jenis tumbuhan yang digunakan, mendata bagian yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaan tumbuhan serta cara mendapatkannya dari alam. Metode yang dilakukan dalam pengumpulan data adalah survei eksploratif dan Participatory Rural Appraisal (PRA). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian didapatkan 106 spesies tumbuhan obat yang digunakan dalam pengobatan tradisional yang berasal dari 67 famili. Spesies tumbuhan obat yang paling banyak digunakan di wilayah medan tuntungan berasal dari famili Zingiberaceae. Bagian tumbuhan obat yang paling banyak digunakan adalah bagian daun. Cara pengolahan tumbuhan obat secara umum dilakukan dengan perebusan, hasil ramuan digunakan dalam bentuk minuman. Secara umum tumbuhan yang digunakan untuk obat oleh masyarakat Kabupaten medan tuntungan adalah jenis tumbuhan liar, dan sebanyak 68% tumbuh dari pekarangan rumah maupun kebun atau ladang.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN TANAMAN OBAT (BIOFARMAKA) SEBAGAI PRODUK UNGGULAN MASYARAKAT DESA KELURAHAN KEMENANGAN TANI -, Yulianti
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 3 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v3i1.123

Abstract

Tanaman obat atau dikenal biofarmaka merupakan tanaman yang memiliki khasiat atau kegunaan sebagai tanaman obat terutama bagi keluarga masyarakat Kelurahan Kemenangan Tani. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan tanaman biofarmaka sebagai obat yang berguna bagi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kemenangan Tani dengan sasaran utamanya adalah masyarakat yang tergabung dalam kelompok wanita tani Kelurahan Kemenangan Tani. Bentuk dan metode kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan pendidikan masyarakat melalui penyuluhan, ceramah, dan diskusi langsung tentang pemanfaatan biofarmaka. Selain itu juga dilakukan kegiatan difusi ipteks melalui kegiatan pelatihan pemanfaatan tanaman biofarmaka dan kegiatan advokasi melalui pendampingan secara berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan mulai dari tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan setelah pengabdian kepada masyarakat, menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman biofarmaka sebagai produk unggulan meningkat daripada kondisi sebelum kegiatan.
STUDI IN VITRO POTENSI ANTIOKSIDAN DAN AKTIVITAS ANTIDIABETES FRAKSI ETIL ASETAT BUAH PARIJOTO (Medinilla speciosa B.) -, Yulianti
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 4 No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v4i1.124

Abstract

Buah parijoto (Medinilla speciosa B.) mengandung senyawa aktif flavonoid yang merupakan salah satu golongan fenolik. Flavonoid memiliki aktivitas biologis sebagai antiradikal bebas dan antioksidan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kemampuan fraksi etil asetat M. speciosa sebagai antioksidan dan antidiabetes. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara in vitro dengan metode ABTS (2,2 azinobis (3-etilbenzotiazolin)-6-asam sulfonat), sedangkan uji antidiabetes dilakukan menggunakan metode Nelson-Somogyi. Penelitian diawali dengan proses determinasi, ekstraksi, fraksinasi, dan dilanjutkan dengan pengujian pada masing-masing variabel. Parameter aktivitas antioksidan diwujudkan dengan nilai IC50, sedangkan aktivitas antidiabetes diukur dengan persen penurunan kadar glukosa. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 4.14±0.08 ppm dengan kategori sangat kuat. Sejalan dengan hasil tersebut, fraksi etil asetat buah parijoto (M. speciosa) memilili kemampuan dalam menurunkan kadar glukosa dengan penurunan secara optimal sebesar 50.21±0.47% pada konsentrasi 40 ppm.