Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGOLAHAN BAMBU DAN PEMANFAATANNYA DALAM USAHA PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DAN KERAJINAN Arhamsyah, Arhamsyah
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.477 KB) | DOI: 10.24111/jrihh.v1i2.889

Abstract

Dalam masyarakat pedesaan di Indonesia, bambu memegang peranan penting dalam kehidupannya. Bambu dikenal oleh masyarakat mempunyai sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan antara lain batangnya yang cukup kuat, keras, lurus dan rata, mudah dibelah, mudah dibentuk dan mudah dikerjakan. Dibandingkan dengan kayu, bambu mempunyai kelemahan teknis (sifat fisis, mekanis dan kimia), sehingga belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk memanfaatkan bambu secara optimal maka dilakukan proses pengolahan bambu berupa pengawetan, pengeringan, stabilisasi warna, bambu lapis, bambu lamina dan lain- lain, sehingga  nilai tambah dan kualitas bambu dapat ditingkatkan dalam usaha untuk pengembangan industri kecil menengah dan kerajinan.
PENINGKATAN DAYA TAHAN RAMBAT API KAYU LAPIS DENGAN CARA PELABURAN NATRIUM SILIKAT PADA VENIR Purwanto, Djoko; Arhamsyah, Arhamsyah
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.072 KB) | DOI: 10.24111/jrihh.v1i2.888

Abstract

Guna memperbesar daya tahan rambat api pada kayu lapis, dilakukan pelaburan venir muka (face) dan belakang (back) menggunakan natrium silikat pada konsentrasi 30%, 40% dan 50% sebanyak 2 dan 4 kali ulangan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pelaburan menggunakan natrium silikat dalam konsentrasi 50% sebanyak 4 kali ulangan menghasilkan nilai daya tahan rambat api yang terbaik atau rata-rata 68,08% dengan nilai retensi 0,13 gr/cm3, sedangkan kadar air dan keteguhan rekatnya  adalah 10,60% dan 9,74 kg/cm2. Hasil ini memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia 01-05.2/1999. Perlakuan tanpa pelaburan (blanko) menghasilkan nilai daya tahan rambat api rata-rata 28,95%, kadar air 10,83% dan keteguhan rekat 13,78 kg/cm2.