Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interdisciplinary Approach in The Development of Modern Islamic Studies Rifai, Masyhuri; Trisnawati, Ira; Nur Aflaha, Ardhina
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 27 No 02 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v27i02.58857

Abstract

The study of modern Islam faces social, cultural, political, and scientific complexities that cannot be addressed solely through a normative-theological approach. This study aims to explore the urgency, implementation, and challenges of an interdisciplinary approach in the development of modern Islamic studies. The method used is a literature study by examining academic works on the integration of Islamic sciences with social sciences, humanities, and science. The results show that an interdisciplinary approach broadens the comprehensive understanding of Islam, both in the study of tafsir, hadith, and fiqh, as well as in the curriculum practices at PTKIN and Islamic-based schools. The challenges that arise include resistance from conservative circles, limited academic resources, and methodological conflicts between disciplines. The novelty of this research lies in the synthesis of Nissani's interdisciplinary theory, Amin Abdullah's integration-interconnection paradigm, and Miller's concept of epistemic collaboration, which emphasises that interdisciplinarity is not merely a methodological choice but a strategic paradigm in building more dynamic, inclusive, and solution-oriented Islamic studies.   Studi Islam modern menghadapi kompleksitas sosial, budaya, politik, dan ilmu pengetahuan kontemporer yang tidak dapat dijawab hanya dengan pendekatan normatif-teologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi urgensi, implementasi, dan tantangan pendekatan interdisipliner dalam pengembangan studi Islam modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah karya-karya akademik mengenai integrasi ilmu keislaman dengan ilmu sosial, humaniora, dan sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner memperluas pemahaman Islam secara komprehensif, baik dalam kajian tafsir, hadis, dan fiqh, maupun dalam praktik kurikulum di PTKIN dan sekolah berbasis Islam. Tantangan yang muncul meliputi resistensi dari kalangan konservatif, keterbatasan sumber daya akademik, serta konflik metodologis antar disiplin. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis teori interdisipliner Nissani, paradigma integrasi-interkoneksi Amin Abdullah, dan konsep kolaborasi epistemik Miller yang menegaskan interdisipliner bukan sekadar pilihan metodologis, melainkan paradigma strategis dalam membangun studi Islam yang lebih dinamis, inklusif, dan solutif.
Manajemen MANAJEMEN PENGURUS MASJID AN-NASIR DALAM MEMBANGUN KESADARAN SHALAT BERJAMAAH MASYARAKAT DI KELURAHAN KONDA SATU, KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN Anwar, Aldiansyah; Basri, Hasan; Nur Aflaha, Ardhina
AL-MUNAZZAM : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): AL-MUNAZZAM : JURNAL PENELITIAN DAN PEMIKIRAN MANAJEMEN DAKWAH
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/munazzam.v5i2.14811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengurus Masjid An-Nasir dalam meningkatkan kesadaran shalat berjamaah masyarakat, serta faktor pendukung dan penghambatnya di Kelurahan Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengurus Masjid An-Nasir telah berjalan secara fungsional meskipun belum terstruktur secara formal. Fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dilaksanakan secara sederhana melalui kesepahaman bersama. Faktor pendukung penerapan manajemen masjid meliputi keteladanan dan komitmen pengurus yang berlatar belakang pesantren, pendekatan dakwah yang inklusif, pelibatan jamaah dalam berbagai kegiatan keagamaan, serta tersedianya fasilitas masjid yang memadai. Adapun faktor penghambatnya meliputi belum adanya struktur organisasi dan sistem manajemen masjid yang formal serta rendahnya kesadaran sebagian jamaah dalam menjaga kebersihan dan fasilitas masjid. Secara keseluruhan, manajemen pengurus Masjid An-Nasir belum memberikan dampak yang efektif dalam meningkatkan kesadaran shalat berjamaah masyarakat, meskipun penguatan manajemen formal tetap diperlukan untuk keberlanjutan pengelolaan masjid.