Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
Unknown Affiliation

Published : 445 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Upacara Ngaben Masal di Dadia Beten Aas II Dusun Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem ., Ni Wayan Meres; ., Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M.; ., NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak.
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9340

Abstract

Ngaben masal adalah ritual kematian pada umat Hindu di Bali yang dilaksanakan bersama-sama oleh warga dadia Beten Aas II, setiap 15 tahun sekali dengan sumber pendanaannya berasal dari peturunan per kepala keluarga. Ngaben masal membutuhkan alokasi sumber daya bersama sehingga prinsip transparansi dan akuntabilitas penting untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) apa yang melatarbelakangi masyarakat melaksanakan upacara ngaben masal setiap 15 tahun sekali, serta tidak diperbolehkan melaksanakan upacara ngaben secara keluarga di Dadia Beten Aas II, 2) dari mana saja Dadia Beten Aas II memperoleh sumber dana untuk melaksanakan upacara ngaben masal, 3) Bagaimana penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana upacara ngaben masal di Dadia Beten Aas II. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode Kualitatif yang menekankan pada persepsi dan perilaku manusia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) alasan Dadia Beten Aas II melaksanakan upacara ngaben masal setiap 15 tahun sekali dan tidak diperbolehkan ngaben secara keluarga yaitu: a) karena adanya awig-awig dari dadia, dan awig-awig dari dusun Muntigunung, b) melestarikan budaya ngayah atau metulungan, c) keadaan ekonomi yang rendah. 2) sumber dana yang diperoleh untuk melaksanakan ngaben masal yaitu: a) peturunan (iuran wajib), b) dana punia, c) aturan sesantu, d) dana lelangan, e) bantuan sosial. 3) penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan upacara ngaben masal di Dadia Beten Aas II sudah berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari adanya keterlibatan semua krama dadia dalam penentuan jumlah peturunan dan ikut serta dalam sangkep yang diadakan setiap akhir ataupun awal kegiatan, dan adanya laporan pertanggungjawaban secara tertulis dari pengurus dadia serta adanya rasa kepercayaan terhadap hasil pertanggungjawaban. Kata Kunci : transparansi, akuntabilitas, ngaben masal Ngaben masal is a death ritual practice by Hindus in Bali which is done together by the villagers of Beten Aas II, once in every 15 years funded by per capita peturunan (contribution). Ngaben masal needs an allocation of joint resources so that the principle of transparency and accountability are important to be considered. This study was aimed to find out 1) what makes the people do ngaben masal every 15 years and why are they not allowed to do ngaben in a family way in Dadia Beten Aas II; 2) from what source Dadia Beten Aas II obtain funds to hold ngaben masal ceremony; 3) how are the principles of transparency and accountability followed in managing funds for ngaben masal ceremony in Dadia Beten Aas II. This study was done using qualitative method that stresses on the perception and human behavior. The data were analyzed by following the stages of 1) data reduction, 2) data display, and 3) conclusion drawing. The results showed that 1) the reasons Dadia Beten Aas II does ngaben masal every 15 years are: because there is awig-awig of the dadia, and awig-awig of the dusun of Muntigunung, b) to preserve ngayah culture or metulungan culture, c) poor economic condition. 2) the sources of funds for ngaben masal are a) peturunan ( compulsory contribution), b) dana punia, c) aturan sesantu, d) proceeds of an auction, e) social assistance, 3) the application of transparency and accountability principles in the holding of ngaben masal in Dadia Beten Aas II run well, this can be shown from the involvement of all krama dadia in determining the total amount of peturunan and the participation in sangkep done at the end or the beginning of each activity, and the presence of a written accounting report from the dadia leader and the trust about the result of the accounting. keyword : transparency, accountability, ngaben masal
ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAPITAL, ASSET, EARNING DAN LIQUIDITY (CAEL) PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD) SE-KECAMATAN PUPUAN, KABUPATEN TABANAN ., Ni Made Ayu Pradnya Dewi; ., Gede Adi Yuniarta, SE.AK; ., Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M.
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Se-Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan periode 2012-2014 dengan menggunakan metode capital, asset, earning dan liquidity (CAEL) berdasarkan SK BPD Bali No. 0193.02.10.2007.2 mengenai penilaian kinerja keuangan LPD. Subjek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan LPD Se-Kecamatan Pupuan. Objek penelitian ini adalah menganalisa laporan Laba Rugi dan Neraca LPD Se-Kecmatan Pupuan tahun 2012-2014. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data yang digunakan adalah laporan keuangan. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Analisis data yang digunakan analisis CAEL yang berdasarkan pada aspek permodalan, (Capital), aspek kualitas aktiva produktif (asset quality), aspek rentabilitas (Earning), dan aspek likuiditas (liquidity). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pada tahun 2012 seluruh LPD di Kecamatan Pupuan kinerja keuangannya dari segi CAEL berpredikat sehat. Karena skor CAELnya berada pada kisaran 81-100. Pada tahun 2013, dari dua puluh LPD yang dianalisis sembilan belas LPD berpredikat sehat. Karena skor CAELnya berada pada kisaran 81-100. Sedangkan satu LPD, yaitu LPD desa adat Sai skornya 61,95 yang berada pada kisaran 51-65 sehingga berpredikat kurang sehat. Pada tahun 2014, delapan belas LPD berpredikat sehat karena skor CAELnya berada pada kisaran 81-100. Dan ada dua LPD yang berpredikat kurang sehat karena skor CAELnya berada pada kisaran 51-65. Dua LPD yang dimaksud yaitu LPD desa adat Batungsel dengan skor 64,99 dan LPD desa adat Sai dengan skor 64,29 yang memiliki skor terendah. Kata Kunci : LPD, Capital, Asset, Earning, Liquidity The study was conducted in order to find out the condition of financial performance at the Rural Credit Instituiton around Pupuan sub-district Tabanan during the period of 2012-2014 by using capital, asset, earning and liquidity (CAEL) methods based on the Bali BPD Decree No: 0193.02.10.2007.2 about the assessment of financial performance of Rural Credit Institution. The subjects of the study consisted of all financial reports of the Rural Credit Instituion around Pupuan sub-district. The object of the study was to analyze the report of the profit and loss account and the balance of the Rural Credit Institution in Tabanan sub-district during 2012-2014. The study was designed quantitatively by using financial reports as the data which were collected by using documentation. The data analysis was conducted based on CAEL methods including capital, asset, earning and liquidity methods. The results of the study indicated that during 2012 the financial performances of all the Rural Credit Institution at Pupuan sub-district in terms of CAEL was indicating “healthy” condition, since the CEAL score was on a range of 81-100. Form 20 Rural Credit Institutions being analyzed 19 of them were in “healthy” condition. While only one Rural Credit Institution in Sai local village was indicated “unhealthy” with a score 61.95 around the range of 51-65. During 2014 eighteen Rural Credit Institutions were indicating “healthy” since the score was in a range of 81-100. Only two Rural Credit Institutions were “unhealthy” because the score was in the position of 51-65. Those were Rural Credit Institution of Batungsel with a score of 64.99 and Rural Credit Institution Sai with the lowest score of 64.29. keyword : Rural Credit Institutions, Capital, Asset, Earning, Liquidity
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PEMAHAMAN AKUNTANSI KOPERASI BERBASIS SAK-ETAP, KEMATANGAN USIA, PERILAKU, DAN EFEKTIVITAS KINERJA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KABUPATEN BULELENG (Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Buleleng, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula) ., Kadek Nanik Arismawati; ., Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M; ., Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M.
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.10426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP, kematangan usia, perilaku, dan efektivitas kinerja terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari kuesioner dan diukur menggunakan skala likert. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Buleleng, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula pada bagian keuangan/akuntansi sebanyak 40 pegawai. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, pemahaman akuntansi koperasi berbasis SAK-ETAP, kematangan usia, perilaku, dan efektivitas kinerja berpengaruh secara parsial terhadap kualitas laporan keuangan.Kata Kunci : Pendidikan, SAK-ETAP, Usia, Perilaku, Efektivitas Kinerja, dan Kualitas Laporan Keuangan. This research aims at knowing the effect of education level, understanding of SAK-ETAP-based accounting, age maturity, behavior, and working effectiveness toward the quality of financial report. This study is qualitative research by using data got from questionnaires and measured by using likert scale. The sampling technique used is purposive sampling. The sample used in this study is the staffs of saving and loan cooperative in the Subdistrict of Bulelelng, Sawan, Kubutambahan, and Tejakula in financial/accounting department as many as 40 staffs. The technique of analyzing the data is the analysis of multiple linear regression. The result shows that education level, understanding of SAK-ETAP-based cooperative accounting, age maturity, behavior, and working effectiveness have partial effect toward the quality of financial report.keyword : Education, SAK-ETAP, age, behavior, working effectiveness, quality of financial report.
PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE AND PROPERTY YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ., Ni Made Sri Rastini; ., Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M.; ., NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak.
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v2i1.1941

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuktikan secara empiris bahwa (1) Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh secara parsial terhadap return saham pada perusahaan real estate and property di Bursa Efek Indonesia, dan (2) Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh secara simultan terhadap return saham pada perusahaan real estate and property di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan populasi penelitian seluruh perusahaan real estate and property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2012. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purpossive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa secara parsial, Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return saham. Secara simultan menunjukkan Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return saham. Kata Kunci : Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), dan Return saham This study aims to demonstrate empirically that (1) Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) and Earnings Per Share (EPS) partial effect on stock returns in real estate and property companies in Indonesia Stock Exchange, and (2) return On Assets (ROA), return on Equity (ROE) and Earnings Per Share (EPS) simultaneously influence on stock returns of real estate and property companies in Indonesia Stock Exchange. This research is quantitative research with the all population real estate and property company which listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2010-2012. Purposive sampling method were used as samples determining method. The method of analysis used in this study is multiple regression analysis. Based on the results of research and discussion we concluded that partial, Return On Assets (ROA), Return on Equity (ROE) and Earnings Per Share (EPS) no significant effect on stock return. The results simultaneously showed that Return On Assets (ROA), Return on Equity (ROE), and the Earning Per Share (EPS) no significant effect on stock return. keyword : Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), and stock return
SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN PADA ALILITAN KARYA YANG DILAKSANAKAN MASYARAKAT CATUR DESA ADAT DALEM TAMBLINGAN ., Ni Putu Ayu Primayanti; ., Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M.; ., Made Arie Wahyuni, S.E.
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9407

Abstract

Catur Desa merupakan organisasi sektor publik berbasis tradisional keagamaan yang terbentuk dari persatuan masyarakat dari empat desa. Salah satu kegiatan organisasi ini adalah melaksanakan Alilitan Karya. Pertanggungjawaban pengelolaan keuangan organisasi ini masih dilakukan secara sederhana karena belum ditunjang sistem dan prosedur yang memadai dalam pengelolaan keuangannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yaitu dengan cara deskriptif yang menekankan aspek mendalam pada suatu fenomena yang dialami subjek penelitian secara holistik. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif dengan tiga tahapan yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) menarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memahami latar belakang pelaksanaan Alilitan Karya yang dilaksanakan Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, (2) memahami proses pengelolaan keuangan dalam Alilitan Karya, dan (3) memahami persepsi masyarakat tentang pengelolaan keuangan Alilitan Karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alilitan Karya merupakan karya yang dilakukan setiap dua tahun sekali untuk mewujudkan Tri Hita Karana, (2) pengelolaan keuangan pada Catur Desa sudah dilakukan dengan baik mulai dari perencanaan, penerimaan, pengeluaran, penyusunan laporan, dan pertanggungjawaban keuangan, dan (3) Catur Desa sudah melakukan akuntabilitas dengan baik dan dapat mewujudkan good governance dimana masyarakat sekarang memiliki kepercayaan dan lebih loyal terhadap organisasi yang dibuktikan dengan keberhasilan pelaksanaan Alilitan Karya pada satu periode.Kata Kunci : Catur Desa, Alilitan Karya, Akuntabilitas, Good Governance “Catur Desa” is an organization activity in the public sector conducted based on religious tradition established coordinatedly among four different traditional villages. One of the programs conducted in the organization is known as “Alilitan karya” (a series of ritual activity). The financial accountability of this program activity was still relatively very simple, since it has not already supported by sufficient system and well managed financial procedures. This study was conducted by utilizing descriptive quanlitative design by focusing on deep analysis into one phenomena experienced holistically by the subjects involved in the study. The data were collected based on a deep interview, observation, and documentation study which were analyzed by using interactive technique following three stages, such as: (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) concluding. This study had a purpose to: (1) understand the background of why “Alilitan Karya” program was conducted in the “Catur Desa Adat” (four local villages people of) Dalem Tamblingan, (2) understanding the process of financial management in the program of “Alilitan Karya” activity, and (3) understanding the people’s perception about the financial management of “Alilitan Karya” program. The results of the study indicated that (1) “Alilitan Karya” is a program conducted regularly once in two years to realize the concept of “Tri Hita Karana”, a Hindu wellknown concept of life, (2) the financial management of the program in the “Catur Desa” had been properly implemented starting from the planning, inflow, expenses, and financial report design, and (3) “Catur Desa” had already implemented financial accountability properly and had mad sufficient realization of good governance principle where the people had their own trust and loyal to the management of the organization which was proved by the success of the program implementation of “Alilitan Karya” in this period. keyword : Catur Desa, Alilitan Karya, Accountability, Good Governance
ANALISIS TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DI TINGKAT DADIA (Studi Kasus pada Dadia Punduh Sedahan di Desa Pakraman Bila Bajang) ., Ni Ketut Juni Kalmi Dewi; ., Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M.; ., Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd.
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v3i1.4616

Abstract

Selama ini, bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan di dadia yang berupa laporan keuangan belum didukung oleh standar-standar yang memadai, sehingga rata-rata seluruh dadia tidak membuat laporan keuangan. Salah satu dadia itu adalah Dadia Punduh Sedahan yang terletak di Desa Pakraman Bila Bajang. Sumber pemasukan utama (reguler) dadia ini berasal dari iuran wajib berupa peturunan dan iuran wajib bagi warga dadia yang ada di luar Bali (ngampel). Pemasukan non reguler berasal dari sumbangan partai politik, danapunia, dan sesari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) darimana saja sumber pemasukan Dadia Punduh Sedahan, 2) mengapa Dadia Punduh Sedahan tidak membuat laporan keuangan, 3) bagaimana proses pertanggungjawaban yang dilakukan oleh dadia terkait untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada persepsi dan perilaku manusia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Sumber pemasukan reguler dadia berasal dari peturunan (iuran wajib), pengampel (iuran wajib bagi warga dadia di luar Bali), dan pendapatan bunga pinjaman. Sumber pemasukan non reguler dadia berasal dari sumbangan partai politik, danapunia, dan sesari. 2) Alasan dadia Punduh Sedahan tidak membuat laporan keuangan yaitu; transaksi yang tidak rutin terjadi, lingkup organisasi yang kecil, dan kompetensi warga dadia yang kurang. 3) Pertanggungjawaban pengelolaan keuangan di Dadia Punduh Sedahan dilakukan dengan cara mengumumkan pemasukan dan pengeluaran, serta menempel laporan keuangan sederhana di papan pengumuman dadia. Kata Kunci : Transparansi, Akuntabilitas, Dadia, Pengelolaan Keuangan So far, the form of the responsibility of the financial management at the level of dadia which is in the form of financial statement has not been supported by adequate standards. One of the dadias is Dadia Punduh Sedahan which is situated at Bila Bajang traditional village. The main resource of founds (regular) of this dadia are the obligatory contribution ‘peturunan’ from the members who do not stay oustside Bali and the obligatory contribution ‘ngampel’ from the members who stay outside Bali. The non regular contributions are derived from the volunteer contribution ‘dana punia’ made by any political party and sesari. This present study was intended to 1) identify what were the sources of funds received by Dadia Punduh Sedahan, 2) identify why Dadia Punduh Sedahan did not make any financial statement, 3) how the process of responsibility was made by the dadia in order to be transparent and accountable. This present study was conducted using qualitative method which gives emphasis on the human perception and bahaviour. The data were analyszed using 1) data reduction, 2) data presentation, and 3) conclusion drawing. The result of the study showed that 1) the regular source of the funds received by dadia were derived from the obligatory contribution ‘peturunan’ made by the members who stay in Bali, and the obligatory contribution ‘pengampel’ made by members who stay outside Bali, and the interest earned from the loans given to the members. The non regular source of dadia were derived from the contribution made by any political party, dana punia (volunteer contributon), and sesari. 2) The reasons why Dadia Punduh Sedahan did not make any financial statement were that: the transaction did not make place regularly, the scope of the organization was small, and the members were less competent. 3) The responsibility for the financial management at Dadia Punduh sedahan was shown by announcing the revenues and expenditures, and attaching the simple financial statement on the dadia’s announcement board. keyword : Transparence, Accountability, Dadia, Financial Management
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PENGALAMAN KERJA, DISIPLIN, KOMPLEKSITAS TUGAS ACCOUNT REPRESENTATIVE TERHADAP PENYELESAIAN PEMINDAHBUKUAN STUDI EMPIRIS PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) PRATAMA DI PROVINSI BALI ., Ni Made Ayu Sawitri; ., Gede Adi Yuniarta, SE.AK; ., Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M.
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.7246

Abstract

Pemindahbukuan adalah perhitungan dengan kelebihan pembayaran pajak atau bunga yang diterima yang dilakukan untuk pembayaran utang pajak. Pemindahbukuan ini dilakukan karena adanya kelebihan pembayaran pajak atau salah atau kurang jelas dalam pengisian SSP. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat pendidikan, pengalaman kerja, disiplin, kompleksitas tugas Account Representative terhadap penyelesaian pemindahbukuan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan yaitu seluruh Account Representative pada waskon I di Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Provinsi Bali. Jumlah sampel yang diambil adalah seluruh Account Representative yang menjadi populasi. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tingkat Pendidikan Account Representative tidak berpengaruh terhadap penyelesaian pemindahbukuan, sedangkan variabel Pengalaman kerja, Disiplin, Kompleksitas tugas Account Representative berpengaruh terhadap penyelesaian pemindahbukuan.Kata Kunci : tingkat pendidikan, pengalaman kerja, disiplin, kompleksitas tugas. Overbooking is a calculation of the overpayment or carried interest received for the payment of the tax debt. Overbooking is done because of the overpayment or incorrect or unclear in charging SSP. This study aimed to examine the effect of educational level, work experience, discipline, the complexity of the task Account Representative to the completion of the entry in the Tax Office Primary in Bali Province. This study uses quantitative methods. The population is the entire Account Representative at waskon I Tax Office Pratama in Bali Province. The number of samples taken was Account Representative throughout the population. Methods of data collection using questionnaires. The results showed that: Education Level Account Representative does not affect the completion of the overbooking, whereas variables work experience, Discipline, Complexity duties of Account Representative affect the settlement of overbooking.keyword : education, work experience, discipline, the complexity of the task.
PENGARUH ANGGARAN PARTISIPATIF TERHADAP BUDGETARY SLACK DENGAN INFORMASI ASIMETRI SEBAGAI PEMODERASI PADA PEMERINTAH KABUPATEN BULELENG ., I Putu Teguh Sugiartha; ., Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd.; ., Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M.
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v2i1.3436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anggaran partisipatif terhadap budgetary slack dan untuk mengetahui pengaruh informasi asimetri terhadap hubungan antara anggaran partisipatif dengan budgetary slack. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Pariwisata dan Budaya, dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Metode pengumpulan data yaitu metode survei dengan menggunakan kuesioner. Kriteria sampelnya yaitu pegawai yang mengerti tentang proses penganggaran pada wilayah tanggung jawabnya. Teknik analisis data yaitu statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara anggaran partisipatif dengan budgetary slack dengan arah negatif, artinya semakin tinggi anggaran partisipatif pada pemerintah daerah Kabupaten Buleleng baik melalui partisipasi individu maupun manajemen konsultasi maka budgetary slack dalam penyusunan anggaran akan semakin menurun, serta variabel moderasi yang merupakan interaksi antara anggaran partisipatif dengan informasi asimetri berpengaruh secara signifikan terhadap budgetary slack. Kata Kunci : Informasi Asimetri, Anggaran Partisipatif dan Budgetary Slack This study aims to determine the effect of participative budgeting on budgetary slack and to determine the effect of information asymmetry on the relation between participative budgeting and budgetary slack. Data used in this study is qualitative data and quantitative data. This study was conducted Regional Development Planning Board (BAPPEDA), Tourism and Culture, and Employment Agency (BKD). Methods of collecting data using a survey method with a questionnaire. Criteria samples are employees understanding of the budgeting process in the area of responsibility. Data analysis techniques, namely descriptive statistics, the classical assumption test, and regression analysis. The results showed that there is significant influence between participative budgeting and budgetary slack in the negative direction, meaning that the higher the participatory budget in Buleleng regency government either through individual participation and budgetary slack management consultation in the preparation of the budget will be decreased, as well as a moderating variable that is an interaction between participative budgeting and information asymmetry significantly affect budgetary slack.keyword : Information Asymmetry, Participatory Budget, and Budgetary Slack
PENGELOLAAN DAN REALISASI DANA PETURUNAN KRAMA DESA DALAM PELAKSANAAN SABHA DI DESA BALI AGA (Studi Kasus Pada Desa Pakraman Pedawa) ., Putu Edy Suryadi Yasa; ., Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd.; ., Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M.
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9465

Abstract

Desa Pakraman merupakan organisasi sosial religius yang bersifat tradisional sehingga pengelolaan keuangannya seringkali masih mengacu budaya kearifan lokal setempat. Salah satu Desa Pakraman yang masih menggunakan budaya kearifan lokal dalam pengelolaan keuangannya adalah Desa Pakraman Pedawa. salah satu keunikan dalam pengelolaan keuangannya terletak pada sistem pemungutan dana peturunan krama desa khususnya dalam pelaksanaan Sabha (Piodalan Desa) yaitu pemungutan dana peturunan dilakukan setelah pelaksanaan Sabha selesai dilaksanakan. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan sistem pelaksanaan kegiatan yang lazim dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Sistem pemungutan dana peturunan dalam pelaksanaan sabha (piodalan desa) di Desa Pakraman Pedawa. 2) dasar filosofis yang melandasi diterapkannya sistem pemungutan dana peturunan dalam pelaksanaan sabha di Desa Pakraman Pedawa. 3) Pengelolaan dan realisasi dari pemungutan dana peturunan dalam pelaksanaan sabha di Desa Pakraman Pedawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, antara lain; 1) Reduksi Data, 2) Penyajian Data dan 3) Menarik Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Sistem pemungutan dana peturunan dalam Pelaksanaan Sabha di Desa Pakraman Pedawa yaitu pemungutan dilakukan setelah pelaksanaan Sabha selesai dilaksanakan. 2) Dasar filosofis yang mendasari sistem pemungutan dana peturunan dalam pelaksanaan sabha di Desa Pakraman Pedawa yaitu adanya prinsip keterbukaan; adanya kesamaan tekad dan pemikiran untuk tidak melanggar peraturan yang sudah dibuat serta adanya kesamaan krama desa di mata Tuhan. 3) Pengelolaan dana peturunan dalam pelaksanaan sabha di Desa Pakraman Pedawa sudah baik dan transparan dan adanya alur yang jelas. Realisasi dari pemungutan dana peturunan direalisasikan penuh untuk membiayai semua pengeluaran pelaksanaan Sabha.Kata Kunci : Pengelolaan, Realisasi, Dana Peturunan, Sabha “Desa Pakraman” or a local tranditional village is a social religious organization traditionally established around the vellages found in Bali in which its’ financial management very often remains very simple based on the culture of local wisdom. One of the traditional villages which remains conducting a program based on the local wisdom culture is Pedawa traditional village. It is unique for the people when conducting a “Sabha”, a village ritual ceremony all the fund required for the ceremonial activities are raised from the members’ fee and managed by the committee. The members’ fees are collected after the ritual ceremony has been completely finished. This tradition has been considered very unique since it is different from the common practice of the existing system. This study was conducted for the purpose of finding out 1) the system implemented when the members’ fee were collected in conducting “sabha desa” or village ritual ceremony in the traditional village Pedawa, 2) the philosophical foundation underlying the implementation of the system of fund raising based on the members’ fee when conducting village ritual in the traditional village Pedawa, 3) the management and realization of fund raising by collecting members’ fee when conducting village ceremonial activities in the traditional village Pedawa. The study utilized a qualitative design where the data were analyzed in three different stages, such as 1) data reduction, 2) data presentation and 3) drawing conclusion. The results of the study indicated that 1) the fund required for conducting village ceremony in traditional village Pedawa was collected after the process of ritual in the village had been completely finished, 2) the philosophical foundation underlying the process of the fundraiser was the principle of openness ; having the same and equal determination and thought for unbreaking the rules which had been negotiated as well the principles of equal right before the God among the members of the traditional village of Pedawa. 3) the financial management of the members’ fee when conducting village ceremony in Pedawa traditional village had been considerably good and based on the transparency principle with clear appropriate procedure. The entire fund collected from the members’ fee was completely utilized for the purpose of successful implementation of village ritual, “sabha”.keyword : management, realization, members’fee, Sabha
PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGEVALUASI KINERJA KEUANGAN DAN PERKEMBANGAN USAHA PADA PT. PEGADAIAN ., M.Dwi Arisandi Arta; ., Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M; ., Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M.
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9491

Abstract

Abstrak Dalam mengadakan interprestasi dan analisis laporan keuangan suatu perusahaan, diperlukan adanya ukuran atau standar tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisis keuangan adalah rasio. Salah satu perusahan yang menggunakan ukuran rasio dalam analisis keuangan adalah PT. Pegadaian merupakan Badan Usama Milik Negara (BUMN) milik Departemen Keuangan RI. PT. Pegadaian merupakan salah satu lembaga perkreditan yang khas, karena hanya bergerak dalam bidang penyaluran kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai dengan jaminan benda milik pribadi. Laporan keuangan PT Pegadaian dapat dianalisis dengan menggunakan rasio-rasio keuangan yang dapat menunjukan posisi, kondisi maupun hasil kerja yang telah di capai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kinerja keuangan dari PT. Pegadaian; dan (2) PT Pegadaian, telah menunjukan perkembangan apabila ditinjau dari rentabilitas ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu (1) evaluasi kinerja keuangan; dan (2) analisis perkembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kinerja Keuangan PT. Pegadaian pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 rata-rata kondisi kurang sehat dengan kategori BB ini dibuktikan dengan rata-rata penilaian kinerja keuangan diproleh nilai 45,6. Nilai tersebut jauh dibawah batas maksimal sehat yakni sebesar 65; dan (2) Pencapaian rentabilitas ekonomis dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 cenderung mengalami penurunan, hal ini ditunjukan dari hasil analisis trend yang diperoleh berkoefisien negatif, yaitu sebesar –1,818X. Kata Kunci : Interprestasi Laporan Keuangan, Rasio, PT Pegadaian A particular measure or standard is needed to interpret and analyze the financial statement of a company. The measure frequently used to analyze finance is ratio. One of the companies which employs the rational ratio to analyze finance is PT. Pegadaian, a state-owned company ‘Badan Usaha Milik Negara (BUMN), of the Republic of Indonesia. It is a specific credit union which only gives loans to society based on the lien law with personal property as the collateral. Its financial statement can be analyzed using the financial ratios which indicate the position, condition and performance which have been achieved. This present study was intended (1) to identify the financial performance of PT. Pegadaian; and (2) it can be stated to have developed viewed from the economic rentability. The study used the quantitative descriptive method. The data were collected using the documentation method. The data were analyzed using (1) the evaluation of the financial performance; and (2) the analysis of the business progress. The result of the study shows that (1) the company’s financial performance from 2011 to 2015 averaged less sound and can be categorized under BB; the fact that its financial performance averaged 45.6 proved this. The score was much lower than the maximum limit of being sound, namely 65; and (2) the economic rentability achieved from 2011 to 2015 tended to decrease as shown by the result of the analysis of the trend achieved, namely -1.818X or negative coefficient. keyword : Interpretation of Financial Statement, Ratio, PT Pegadaian
Co-Authors ., Agus Purwanto ., Asiyah ., Ayu Damayanti Ni Putu ., Desak Putu Ayu Diah Dewantari ., Desak Putu Nitya Dewi ., Gede Widia Agustana ., Gusti Ayu Putu Sri Indrawati ., Hairun Nisak ., I Dewa Ayu Kade Sandra Wati ., I Gede Andi Suta Darmawan ., I Gede Puguh Harka Pancala ., I Gusti Agung Gede Dharma Putra ., I Gusti Ayu Erika Pradini Putri ., I Gusti Ayu Rani Desi Andari ., I Kadek Dwi Gede Surya Widarta ., I Kadek Surya Mandarin ., I Ketut Astawa ., I Made Parta Cahya Semadi ., I Made Yogi Artha Ardana ., I Putu Gede Arief Darmawan ., I Wayan Adi Suarnata ., I Wayan Edy Suputra ., Ida Ayu Ketut Susila Dewi ., Kadek Ari Saputra ., Kadek David Warisando ., Kadek Dodik Arianta ., Kadek Nanik Arismawati ., Kadek Nike Krisnayanti ., Kadek Septa Riadi ., Kadek Sintia Purnami ., Kadek Sri Astiti ., Kadek Suambawa ., Kd Dwi Pande Wahyuda ., Ketut Suci Widiasri ., Komang Agus Wiriawan ., Komang Sonia Kartika Dewi ., Komang Yeti Riani ., Luh Eni Sulasmi ., Luh Pt Eka Widyasari ., Luh Putu Dewi Sulistiani ., M.Dwi Arisandi Arta ., Made Ella Sugiasmini ., Made Pebri Suwirsa ., Made Veni Irnayanti ., Made Wiradarma Setiawan ., Md Anggun Ayun Puspa ., Nadia Nesi Krisna Wardani ., Ni Kadek Sumiyantini ., Ni Komang Laksmita Ayudiasari ., Ni Luh Ayu Suaslioni ., Ni Luh Cahyani Primashanti ., Ni Luh Sri Wahyuni ., Ni Luh Yadnya Wati ., Ni Made Ayu Sawitri ., Ni Made Dewi Puspitasari ., Ni Made Somertini ., Ni Nyoman Artini ., Ni Nyoman Dhiras Hardyanti ., Ni Putu Ayu Primayanti ., Ni Putu Metta Gaurina ., Ni Putu Sri Widiutami ., Ni Putu Wira Ayu Pradnyani ., Ni Wayan Meres ., Nyoman Adi Hanggara ., Putu Adhitya Hari Wiguna ., Putu Agus Surya Wibawa ., Putu Crysma Virmayani ., Putu Dian Handayani ., Putu Dyan Sukmo Paramananda ., Putu Edy Suryadi Yasa ., Putu Hery Ardana Putra ., Putu Ivania Cecilia ., Putu Mery Oktaviyanti ., Putu Sukma Dewi ., Putu Vera Lavenia ., Rani Rahmat ., Sarifah Muslikah Zen ., Tengku Malinda Oktaviani ., Yerika Silvani Natalia Abdurrahman . Agus Purwanto . Ak. S.E. Desak Nyoman Sri Werastuti . Anak Agung Gede Sugianthara Anastasia Indah Ayu Purnama . Ari Surya Darmawan Arzia Biwi . Asiyah . Ayu Damayanti Ni Putu . Ayu Dwi Purwatiasih . Ayu Komang Dewi Lestari . Darmada Dewa Kadek . Darmada Dewa Kadek ., Darmada Dewa Kadek Desak Nyoman Sri Werastuti, S.E., Ak. . Desak Putu Ayu Diah Dewantari . Desak Putu Nitya Dewi . Dirgayusa Sukma Putra . Dr. Edy Sujana,SE,Msi,AK . Erni Yuliani . Erni Yuliani ., Erni Yuliani Evy Drivayanti Kadek . Gebby Yunita Wiguna . Gebby Yunita Wiguna ., Gebby Yunita Wiguna Gede Adi Yuniarta Gede Adi Yuniarta, SE.AK . gede angga restu diana . Gede Arie Pandu . Gede Arie Pandu ., Gede Arie Pandu Gede Ngurah Putra Darma Sesana . Gede Ngurah Putra Darma Sesana ., Gede Ngurah Putra Darma Sesana Gede Suliastwina Permana . Gede Suliastwina Permana ., Gede Suliastwina Permana Gede Widia Agustana . Gerry Hartajunika . Gerry Hartajunika ., Gerry Hartajunika Gusti Ayu Made Firma Pratiwi . Gusti Ayu Putu Sri Indrawati . Hairun Nisak . I B Angge Artadharma . I B Angge Artadharma ., I B Angge Artadharma I Dewa Ayu Kade Sandra Wati . I Gede Abdi Adnyanan Giri . I Gede Abdi Adnyanan Giri ., I Gede Abdi Adnyanan Giri I Gede Andi Suta Darmawan . I Gede Arya Satya Prattama . I Gede Oka Wiradana . I Gede Puguh Harka Pancala . I Gede Satwika Darmawan . I Gede Satwika Darmawan ., I Gede Satwika Darmawan I Gede Tio Pratama . I Gede Tio Pratama ., I Gede Tio Pratama I Gusti Agung Gede Dharma Putra . I Gusti Ayu Erika Pradini Putri . I Gusti Ayu Purnamawati I Gusti Ayu Rani Desi Andari . I Gusti Lanang Agung Musdananda . I Gusti Lanang Agung Musdananda ., I Gusti Lanang Agung Musdananda I Gusti Ngurah Dwi Purna Wijaya . I Kadek Agus Adytia Merta . I Kadek Agus Adytia Merta ., I Kadek Agus Adytia Merta I Kadek Dwi Gede Surya Widarta . I Kadek Endy Pardina Nova . I Kadek Endy Pardina Nova ., I Kadek Endy Pardina Nova I Kadek Surya Mandarin . I Ketut Astawa . I Ketut Selamet Kelana Putra . I Ketut Selamet Kelana Putra ., I Ketut Selamet Kelana Putra I Komang Dodi Hersana . I Made Aldiasta . I Made Parta Cahya Semadi . I Made Pradana Adiputra I Made Yogi Artha Ardana . I Nyoman Ediawan . I Nyoman Ediawan ., I Nyoman Ediawan I Nyoman Tri Esaputra . I Nyoman Tri Esaputra ., I Nyoman Tri Esaputra I Putu Eva Prasetya . I Putu Gede Arief Darmawan . I Putu Gede Diatmika I Putu Sukendra . I Putu Teguh Sugiartha . I Putu Yasa Muliadnyana Putra . I Putu Yasa Muliadnyana Putra ., I Putu Yasa Muliadnyana Putra I Wayan Adi Suarnata . I Wayan Edy Suputra . I Wayan Iwan Pradnyana . I Wayan Iwan Pradnyana ., I Wayan Iwan Pradnyana Ida Ayu Ketut Susila Dewi . Ida Ayu Putu Eka Puspita Dewi . Ida Ayu Putu Eka Puspita Dewi ., Ida Ayu Putu Eka Puspita Dewi Ida Bagus Gede Sumardika . Ida Bagus Gede Sumardika ., Ida Bagus Gede Sumardika Indah Sathyaningsih Putu . Kadek Adi Suwandana . Kadek Adi Suwandana ., Kadek Adi Suwandana Kadek Ari Saputra . Kadek Ayu Pramita Dewi . Kadek Ayu Sinta Wijayantini . Kadek Ayu Yulianita Dewi . Kadek David Warisando . Kadek Dodik Arianta . Kadek Krisna Aris Pitasari . Kadek Lia Lestari . Kadek Lia Lestari ., Kadek Lia Lestari Kadek Marlina Nalarreason . Kadek Nanik Arismawati . Kadek Nike Krisnayanti . Kadek Ratna Mustika Sari . Kadek Ratni Prabandani . Kadek Ratni Prabandani ., Kadek Ratni Prabandani Kadek Rudyana . Kadek Rudyana ., Kadek Rudyana Kadek Septa Riadi . Kadek Sintia Purnami . Kadek Sri Astiti . Kadek Suambawa . Kadek Supri Budiadnyana . Kadek Supri Budiadnyana ., Kadek Supri Budiadnyana Kadek Vera Damayanti . Kadek Witha Erayani . Kadek Witha Erayani ., Kadek Witha Erayani Kd Dwi Nova Sucipta . Kd Dwi Nova Sucipta ., Kd Dwi Nova Sucipta Kd Dwi Pande Wahyuda . Kd Wiwik Wirayuni . Ketut Angga Yudiastrawan . Ketut Angga Yudiastrawan ., Ketut Angga Yudiastrawan Ketut Aristina Dewi . Ketut Suci Widiasri . Ketut Yeni Paramita Setianingsih . Komang Agus Wiriawan . Komang Ayu Satyaningsih . Komang Gede Suriani Suan Dewi . Komang Sonia Kartika Dewi . Komang Tri Resmini . Komang Triana Windartini . Komang Try Wahyuni Kusuma Putri . Komang Try Wahyuni Kusuma Putri ., Komang Try Wahyuni Kusuma Putri Komang Yeti Riani . Lilya Andriani . Lucy Sri Musmini Luh Alit Suartini . Luh Alit Suartini ., Luh Alit Suartini Luh Ardiana . Luh Artining Miradewi . Luh Eni Sulasmi . Luh Ida Agustini . Luh Ida Agustini ., Luh Ida Agustini Luh Pt Eka Widyasari . Luh Putu Dewi Sulistiani . Luh Putu Eka Prastyanti . Luh Putu Eka Prastyanti ., Luh Putu Eka Prastyanti Luh Putu Pitesa Wirawati . Lutfiah . Lutfiah ., Lutfiah M Tantowi Jauhari Nadlari . M. Sutrisna Madya Ningsih . M. Sutrisna Madya Ningsih ., M. Sutrisna Madya Ningsih M.Dwi Arisandi Arta . Made Aditya Putra . Made Arie Wahyuni Made Ayu Darmayani . Made Buda Artana . Made Denny Oktariyana Made Ella Sugiasmini . Made Ernia Friskayanti . Made Indra Parmadika . Made Indra Parmadika ., Made Indra Parmadika Made Isma Pratiwi . Made Isma Pratiwi ., Made Isma Pratiwi Made Molik Aridita . Made Molik Aridita ., Made Molik Aridita Made Pasek Swi Shantanu . Made Pebri Suwirsa . Made Veni Irnayanti . Made Wiradarma Setiawan . Made Wiradharma Swastyastu . Made Yogi Astuti . Made Yogi Astuti ., Made Yogi Astuti Mardiana - Maria S. Devi Rande . Maria S. Devi Rande ., Maria S. Devi Rande Md Anggun Ayun Puspa . Meyta Anggaraeni . Meyta Anggaraeni ., Meyta Anggaraeni Mudinillah, Adam Mujayanti Mandasari . Mujayanti Mandasari ., Mujayanti Mandasari N. Budhi Cyntia Dewi . N. Budhi Cyntia Dewi ., N. Budhi Cyntia Dewi Nadia Nesi Krisna Wardani . Ni Gusti Ayu Putu Sischa Monika Sari . NI GUSTI PUTU SARIANI . NI GUSTI PUTU SARIANI ., NI GUSTI PUTU SARIANI Ni Kadek Desi Dwiyantari . Ni Kadek Novianti . Ni Kadek Riana Trisna Dewi . Ni Kadek Riana Trisna Dewi ., Ni Kadek Riana Trisna Dewi Ni Kadek Sinarwati Ni Kadek Sumiyantini . NI KADEK TERA PADMANI . Ni Ketut Juni Kalmi Dewi . Ni Komang Apriska Widiana Putri . Ni Komang Apriska Widiana Putri ., Ni Komang Apriska Widiana Putri Ni Komang Laksmita Ayudiasari . Ni Komang Sri Wahyuni . Ni Luh Ayu Suaslioni . Ni Luh Cahyani Primashanti . Ni Luh Damayanti . Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Luh Novi Ekawati . Ni Luh Novi Ekawati ., Ni Luh Novi Ekawati Ni Luh Nyoman Ari Udiyanti . Ni Luh Putu Ageng Pradnya Paramita . Ni Luh Putu Ageng Pradnya Paramita ., Ni Luh Putu Ageng Pradnya Paramita Ni Luh Putu Arin Astiari . Ni Luh Putu Asri Damayanti . Ni Luh Restini . Ni Luh Sri Wahyuni . Ni Luh Suarmi . Ni Luh Suarmini . Ni Luh Yadnya Wati . Ni Made Ayu Pradnya Dewi . Ni Made Ayu Pradnya Dewi ., Ni Made Ayu Pradnya Dewi Ni Made Ayu Sawitri . Ni Made Dewi Puspitasari . Ni Made Shanti Widnyani . Ni Made Shanti Widnyani ., Ni Made Shanti Widnyani Ni Made Somertini . Ni Made Sri Rastini . Ni Made Sukarmiasih . Ni Nyoman Artini . Ni Nyoman Dhiras Hardyanti . Ni Nyoman Meita Jayantini . Ni Nyoman Meita Jayantini ., Ni Nyoman Meita Jayantini Ni Nyoman Perayati . Ni Pt Intan Putri s . Ni Putu Ayu Primayanti . Ni Putu Eka Suratini . Ni Putu Merilyani . Ni Putu Merilyani ., Ni Putu Merilyani Ni Putu Metta Gaurina . Ni Putu Sri Widiutami . Ni Putu Wira Ayu Pradnyani . Ni Wayan Della Praniti . Ni Wayan Meres . Ni Wayan Novi Budiasni . Ni Wayan Ristiani . Ni Wayan Ristiani ., Ni Wayan Ristiani Nyoman Adi Hanggara . Nyoman Adnyani . Nyoman Ayu Wulan Trisna Dewi . Nyoman Dewi Purnawati . Nyoman Dewi Purnawati ., Nyoman Dewi Purnawati Nyoman Ida Adriani . Nyoman Ida Adriani ., Nyoman Ida Adriani Nyoman Trisna Herawati Okky Safitri . Prasaja Suganda . Putu Adhitya Hari Wiguna . Putu Agus Surya Wibawa . Putu Crysma Virmayani . Putu Desy Natalia . Putu Desy Natalia ., Putu Desy Natalia Putu Diah Lestari . Putu Dian Handayani . Putu Dyan Sukmo Paramananda . Putu Edy Suryadi Yasa . Putu Gede Jurnaedi . Putu Hery Ardana Putra . Putu Ivania Cecilia . Putu Mery Oktaviyanti . Putu Putri Suriyani . Putu Ratih Pratiwi . Putu Ryan Damayanti . Putu Sukma Dewi . Putu Vera Lavenia . Putu Youdhitia Saraswati . Putu Yuni Juliani . Putu Yuni Juliani ., Putu Yuni Juliani Putu Yunita Saputri Dewi . Raden Mohamad Herdian Bhakti Raga Fahmy Darmawan . Rani Rahmat . Robin Gita Mandira . Sarifah Muslikah Zen . Sayyidul Azmi . Sayyidul Azmi ., Sayyidul Azmi Tengku Malinda Oktaviani . WANGI WIRATMI . Yerika Silvani Natalia . Yunita Indrawati Kadek . Yunita Indrawati Kadek ., Yunita Indrawati Kadek