Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Puasa Intermiten dan Transformasi Tubuh: Sains di Balik Penurunan Lemak, Pemeliharaan Otot, dan Optimalisasi Energi Tjakradidjaja, Francisca A
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 4 (2024): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/db4jpd74

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menelaah penjelasan ilmiah dampak puasa intermiten (intermittent fasting)  terhadap transformasi tubuh, khususnya dalam penurunan lemak, pemeliharaan massa otot, dan optimalisasi energi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten mampu memicu proses lipolisis, yaitu pemecahan lemak sebagai sumber energi utama, yang berdampak pada penurunan lemak tubuh secara signifikan. Selain itu, puasa intermiten juga dapat membantu dalam pemeliharaan otot selama penurunan berat badan, berkat peningkatan produksi hormon pertumbuhan yang merangsang sintesis protein otot dan menjaga latihan fisik. Aspek penting lainnya yang dianalisis adalah peran puasa intermiten berkontribusi terhadap optimalisasi energi tubuh melalui peningkatan sensitivitas insulin dan efisiensi penggunaan glukosa. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun puasa intermiten menawarkan berbagai manfaat untuk transformasi tubuh, hasilnya sangat bergantung pada pola makan, durasi puasa, dan aktivitas fisik yang dilakukan oleh individu. Puasa intermiten memiliki potensi signifikan dalam mendukung transformasi tubuh, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh pola makan, durasi puasa, dan aktivitas fisik. Pemahaman yang lebih dalam mengenai mekanisme biologis puasa intermiten dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi perumusan strategi diet yang efektif dan individual. Hasil kajian ini relevan untuk diaplikasikan oleh praktisi kesehatan, pelatih kebugaran, serta masyarakat umum dalam konteks manajemen berat badan dan peningkatan performa fisik.
Procons omega-3: the key to fighting inflammation and preventing muscle loss in sarcopenic patients Tjakradidjaja, Francisca A
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1140300

Abstract

Sarcopenia, an age-related progressive loss of muscle mass and function, is a significant public health concern that increases the risk of frailty, falls, and disability among older adults. Inflammation plays a crucial role in accelerating muscle degradation, making anti-inflammatory interventions essential in managing sarcopenia. This study employs a qualitative approach through literature review and library research to explore the potential of omega-3 fatty acids as a therapeutic strategy for preventing muscle loss and mitigating inflammation in sarcopenic patients. Omega-3 polyunsaturated fatty acids (PUFAs), particularly eicosapentaenoic acid (EPA) and docosahexaenoic acid (DHA), exhibit potent anti-inflammatory properties that regulate cytokine production and muscle protein synthesis pathways. Existing studies indicate that omega-3 supplementation can enhance muscle protein anabolism, reduce systemic inflammation, and improve physical function in older adults at risk of sarcopenia. Moreover, omega-3 fatty acids modulate key inflammatory markers such as tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) and interleukin-6 (IL-6), which are linked to muscle degradation. Through an in-depth analysis of scientific literature, this study highlights the potential benefits of omega-3 supplementation as a non-pharmacological intervention for sarcopenia. However, further clinical trials are needed to determine the optimal dosage, duration, and long-term effects of omega-3 on muscle preservation. The findings of this study contribute to the growing body of research advocating for dietary interventions as a preventive strategy against age-related muscle loss and chronic inflammation.