Drs. Nyoman Wirya .
Unknown Affiliation

Published : 198 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : Mimbar PGSD Undiksha

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 ., Dewa Made Dwi Sakah; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model Group Investigation (GI) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester II SD di Gugus I Tampaksiring . Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain post-test only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah sebanyak 56 orang yang diambil secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Group Investigation (GI) dengan mean (M) = 21,34 termasuk dalam kategori tinggi, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 17,37 termasuk dalam kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Group Investigation (GI) dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar IPA siswa diperoleh hasil thitung sebesar 4,377, sedangkan, ttabel dengan db = 54 pada taraf signifikansi 5% adalah 1,674. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (4,377> 1,674). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model Group Investigation (GI) berpengaruh positif tehadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : hasil belajar IPA, model group investigation (GI), model pembelajaran konvensional The purpose of this study is to know the significant differences of students’ achievement in IPA subject between students that study using Group Investigation (GI) model with students that follow conventional learning for class V student in semester II at SD Gugus I Tampaksiring. The design of this study is Quasi Experiment, with the design of post-test only control group design. The sample is 56 that picked using lottery. Learning outcomes data were collected using a multiple choice test. Data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistical t-test. The results showed that (1) the students’ learning achievement using Group Investigation (GI) model with mean (M) = 21,34 belong to high category, (2) learning achievement using conventional learning with mean (M) = 17.37 belong to average category (3) there is significant differences to the learning achievement between group of student that using Group Investigation (GI) model and group of students that using conventional model. The differences can be seen from the score of the student found tScore= 4.377, whereas, ttable with db = 54 at in significant degree 5% is 1.674. The result showed that tscoreis more than ttabe (4.377> 1.674). The found of significant difference show that Group Investigation (GI) model combine with authentic media positively affect the students achievement in IPA subject compared with conventional learning model.keyword : conventional learning model, group investigation (GI) model, Learning outcomes IPA
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS VI DI GUGUS IV KECAMATAN PETANG ., I Gede Yudi Setiawan; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quantum teaching dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain post test only with control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VI SD di gugus IV Kecamatan Petang yang berjumlah 162 orang. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik random sampling yang dilakukan dengan memberikan undian secara acak kepada setiap kelas yang ada di gugus IV Kecamatan Petang. Berdasarkan hasil undian tersebut, diperoleh SD N 1 Pelaga sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 37 orang siswa dan SD N 3 Pelaga sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 30 orang siswa. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA kelompok siswa dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran quantum teaching dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil analisisnya menunjukkan thitung = 7,461 dan ttabel = 2,000 untuk db = n1 + n2 – 2 = 65 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, karena t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi model pembelajaran quantum teaching berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VI SD di gugus IV Kecamatan Petang.Kata Kunci : : model pembelajaran Quantum Teaching, model pembelajaran konvensional, hasil belajar IPA The purposes of this research were to know the significant differences between students result in science who learnt by Quantum Teaching model and students who learnt using conventional learning model. The type of this research was a quasi experiment by using post test only with control group design. Population of this research was grade six student in cluster six, sub-district Petang which amounts to 162 people. The sample of this research determined by random sampling performed by giving the lottery randomly to each class in group IV District of Petang. Based on the results of the lottery, was obtained SD N 1 Pelaga consisted of 37 students as an experimental group and 30 students grade sixth of SD SD N 3 Pelaga as an control group. Science students learning outcome data were collected using the test method. Data analysis used descriptive statistics and inferential statistic (t-test). The result of this research show tvalue = 7.461 and ttable = 2.00 for db = n1 + n2 - 2 = 65 with a significance level of 5%. Based on testing criteria, for tvalue > ttable then H0 is rejected and Ha accepted. So quantum teaching model effect on learning outcomes IPA in sixth grade student in group IV District of Petang.keyword : Quantum Teaching model, conventional learning model, students result in science
Pengaruh Model Pembelajaran CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending) Berbasis Koneksi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar ., I Nengah Jaya Wicaksana; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvenional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD Gugus III Kecamtan Buleleng, Kabupaten Buleleng yang berjumlah 127 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan tehnik random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda yang berjumlah 25 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis dan model pembelajaran konvensional (thitung = 2,007; ttabel = 1,680). Rata-rata hasil belajar matematika dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis adalah 78 yang berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 67 yang berada pada kategori sedang. Jadi, model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci : CORE, Koneksi Matematis, Hasil Belajar The purpose of this research is to recognize the difference results between Mathematics student who had learnt using the learning CORE march Connection Mathematical and the student who learnt using the conventional learning model. This research is a quasi-experimental research with post test design only with non equivalent control group design. The population on this research are all class of Elementary School Gugus III Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng which amount 127 peoples. The sample of this research is determined by random sampling technique. In collecting the data the written test were given through a multiple choices tests comprising of 25 items. The Data were analyses using a descriptive statistic and independent test. The result of this research shows that there is the difference result between the student using learning CORE march Connection Mathematical model occurs on Mathematics students with the students using conventional learning (counted 2.007; table 1.680). Average score of the students learnt with CORE march Connection Mathematical learning is 78, it is considered to be high category. Whereas, 67 occurs on the students learning with conventional model, it is considered to be intermediate category. In this research CORE march Connection Mathematical learning model is preponderant for the results of the students in learning Mathematics.keyword : CORE, Connection Mathematical, learning results.
PENGARUH MODEL SFAE DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA ., Ni Putu Eka Ariyanti; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SFAE dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas IV di Gugus II Kecamatan Gianyar tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di Gugus II Kecamatan Gianyar tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 136 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner untuk mengukur motivasi belajar dan tes untuk mengukur pemahaman konsep. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh: 1) terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SFAE dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. 2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi terhadap pemahaman konsep IPA siswa. 3) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi tinggi, terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SFAE dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. 4) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi rendah, tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SFAE dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran SFAE dan motivasi belajar berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa.Kata Kunci : Model SFAE, Pemahaman Konsep, Motivasi Belajar This study aimed to determine the difference of the understanding science concept between students who were taught by using SFAE teaching model and the students using conventional model in fourth grade students at Gugus II Gianyar District in the academic year 2013/2014. This research was categorized as quasi experimental. The research population was all students in grade IV which belong to Elementary School Gugus II Kecamatan Gianyar in academic year 2013/2014, the total population was 136 students. In collecting the data, the writer used questionnaire and test. The questionnaire used was to measure learning motivation and the test was used to the measure understanding of science concept. The data were analysed using an ANAVA two ways. The result of this research showed that : 1) there were the differences understanding of science concept that significant between the students that taught by SFAE learning model and those that were taught by conventional learning model. 2) there were interaction between learning model and motivation through understanding science concept. 3) In the students which were in high motivation group, there were differences understanding of science concept between the students taught by SFAE learning model and those taught by conventional learning model. 4) The students which were in low motivation group, there were differences between the students taught by SFAE learning model and those taught with conventional learning model. In this research SFAE learning model and study motivation can be considered significant in understanding of science concept.keyword : SFAE models, understanding of science concepts, study motivation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS BERBANTUAN CD INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., Ngurah Redy Arta Wibawa; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Drs. Nyoman Wirya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan Compact Disc (CD) Interaktif dengan siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus IV Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperimen) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus IV Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2015/2016. Sebanyak 59 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA ranah kognitif yang dikumpulkan melalui tes esay. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajara menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe think pair share berbantuan CD interaktif dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional. Hal ini dapat dilihat dari perolehan rerata kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding dengan perolehan rerata kelompok kontrol ( eksperimen = 15,90 > kontrol = 11,50) dan hasil uji hipotesi menggunakan uji-t, dengan thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 7,570 > ttabel = 2,000). Dengan demikian, model Pembelajaran Kooperatif Tipe think pair share berbantuan CD interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Gugus IV Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : Think pair share, Compact Disc (CD), hasil belajar IPA This research aimed at investigating the differences of students’ Science learning achievement by using Cooperative Learning model of Think Pair Share (TPS) aided with interactive CD (Compact Disc) with those who were taught by using conventional method in class IV of elementary schools region IV, Tejakula District, Buleleng, in the academic year 2015/2016. This study was a quasi experiment research with post-test only control group design. The population was students in class IV of elementary schools in region IV, Tejakula district in the academic year 2015/2016. There were 59 students chosen as samples by using random sampling technique. The data was obtained from students’ Science learning achievement from the cognitive domain through essay test. The data was analyzed statistically and descriptively, and also by using inferential testing (t-test). The result of this study showed that there was a significant difference on the results of students’ Science achievement by using Cooperative Learning model of Think Pair Share aided by interactive CD with conventional method. The mean of experimental group was higher than the mean of control group. ( experiment = 15.90 > control = 11.50). Meanwhile, the result of t-test shows that tobserved was higher than ttable (tobserved = 7.570 > ttable = 2.000). Therefore, Cooperative Learning model of Think Pair Share aided with interactive CD influences students’ Science achievement in class IV of elementary schools of region IV, Tejakula District, Buleleng, in the academic year 2015/2016. keyword : Think pair share, CD (Compact Disc), students’ Science achievement
PENGARUH PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE TERHADAP HASIL BELAJAR PKN ., I Putu Eka Pratama Putra; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Drs. Nyoman Wirya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester I di SD Negeri Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Sekolah Dasar Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 118 orang. Sampel penelitian ini yaitu keseluruhan populasi yang terdiri dari kelas V SD N 2 Kalibukbuk dan kelas V SD N 4 Kalibukbuk yang berjumlah 67 orang. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis statistik inferensial menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh (1) hasil belajar PKn siswa kelompok eksperimen dengan M = 23,43 tergolong kriteria sangat tinggi, (2) hasil belajar PKn siswa kelompok kontrol dengan M = 18,67 tergolong tinggi, (3) thit = 15,45 dan ttab = 2,021 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti thit > ttab, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V di SD Negeri Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Value Clarification Technique, hasil belajar. The purpose of this research was to know the difference of the learning result among the group of students in learning PKn by using Value Clarification Technique (VCT) and the group of students in learning by using Conventional Method for the fifth grade students of the first semester of the state elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng district, in the regency of Buleleng in the academic year of 2013/2014. The type of this research was quasi experiment. The population of this research was all of the fifth grade students of the state elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng district, in the regency of Buleleng in the academic year of 2013/2014 which were 118 students in total. While the sample of this research was all the students of the fifth grade of elementary school 2 Kalibukbuk and elementary school 4 Kalibukbuk which were 67 students in total. The data of the result in learning PKn was collected with multiple choice test instruments. This data was analized by using descriptive and inferential statistics. The analization of inferential statistics used T-test. Based on the result of data analization, it was got 1) the result in learning PKn for the experiment group was scored M=23,43 was very high category, 2) the result in learning PKn for control group was scored M=18,67 was a high category and 3) thit = 15,45 and ttab = 2,021 in a significancy 5 %, it meant that thit > ttab. So, it can be concluded that there was the effect of Value Clarifiaction Technique (VCT) in learning PKn for the fifth grade students of the state elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng district, in the regency of Buleleng.keyword : Value Clarification Technique, result of learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DI SD ., Ni Wayan Citrasmi; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.8425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran scramble berbantuan media gambar dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas IV di SD Negeri 1 Semarapura Tengah Kecamatan Klungkung tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas IV di SD Negeri 1 Semarapura Tengah Kecamatan Klungkung tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 95 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas IVA yang berjumlah 31 orang dan kelas IVC yang berjumlah 33 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 19,48 dan ttabel = 2,000 (pada taraf signifikansi 5%). Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran scramble berbantuan media gambar dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata kelompok eksperimen adalah 25,27 dan rata-rata kelompok kontrol adalah 17,13. Hal ini berarti bahwa rata-rata eksperimen lebih besar rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran scramble berbantuan media gambar berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di SD Negeri 1 Semarapura Tengah Kecamatan Klungkung.Kata Kunci : model pembelajaran scramble, media gambar, hasil belajar This study aims to determine the difference between the IPA learning outcomes of students who take the learning-oriented scramble learning model helping picture media and students who follow learning with conventional learning models in the fourth grade at SD Negeri 1 Semarapura Tengah Klungkung District in the academic year 2016/2017. This research is a quasi experimental research. The population was in the fourth grade SD Negeri 1 Semarapura Tengah Klungkung in the academic year 2016/2017, amounting to 95 people. Samples of this research that IVA, amounting to 31 people and a IVC which amounts to 33 people. Math student learning outcomes data collected by instruments shaped test description. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Based on the analysis of data, obtained t = 19,48 and table = 2.000 (at the 5% significance level). This means that tcount > ttable, so it can be interpreted that there are significant differences between the IPA learning outcomes of students who take the learning-oriented scramble learning model helping picture media and students who follow learning with conventional learning models. Of the arithmetic mean, median known experimental group was 25,27 and the average control group was 17,13. This means that on average a larger experiment the average control, so it can be concluded that the application of scramble learning model helping picture media problem-oriented influence on IPA learning outcomes fourth grade students in SD Negeri 1 Semarapura Tengah Klungkung.keyword : scramble learning model, picture media, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SD ., I Wayan Oviyana; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI di Gugus Ubud Kabupaten Gianyar. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain post-test only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 25 orang siswa kelas VI SD N 4 Ubud sebagai kelompok eksperimen dan 20 orang siswa kelas VI SD N 5 Ubud sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas VI di Gugus Ubud Kabupaten Gianyar (thitung = 5,166 > ttabel = 2,00). Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar IPA.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, model pembelajaran konvensional, hasil belajar IPA The purposes of this research were to know the significant differences between students result in science who learnt by cooperative learning model type Jigsaw II and students who learnt using conventional learning model in the sixth grade students in Cluster Ubud, Gianyar regency. The type of this research was a quasi experiment by using post-test only control group design. The sample of this study was grade sixth of SD N 4 Ubud consisted of 25 students as an experimental group and 20 students grade sixth of SD N 5 Ubud as an control group selected through random sampling method. Data collected by using multiple choice test. Then, data analysis used inferential statistic (t-test). The result of this research is there is a significant difference students result in science between students who learnt by cooperative learning model type Jigsaw II and students who learnt using conventional learning model in the sixth grade students in Cluster Ubud, Gianyar regency (tarithmetic = 5,166 > ttable= 2,00). The result showed that cooperative learning model type Jigsaw II better than conventional learning model in students result science.keyword : cooperative learning model type Jigsaw II, conventional learning model, students result in science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV GUGUS III KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Luh Maha Pitriyani; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Drs. Nyoman Wirya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i3.8622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA. Populasi penelitian siswa kelas IV SD Gugus III Tejakula tahun pelajaran 2016-2017. Sampel penelitian berjumlah 92 orang dipilih menggunakan teknik Random Sampling. Rancangan eksperimen dilakukan dengan Post Test Only Control Group Design. Data dikumpulkan dengan instrumen kuesioner untuk variabel motivasi berprestasi dan tes untuk variabel hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis anava dua jalur dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran sig.0,047
PENGARUH STRATEGI REACT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD ., I Ketut Agus Budiartana; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional. (2) Mengetahui deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran REACT. (3) Mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelejaran REACT dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalent posttest only control group design.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus VIII, Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 121 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD SD No. 1 Paket Agung yang berjumlah 43 orang dan siswa kelas IV SD SD No. 2 Paket Agung yang berjumlah 41 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah dalam bentuk uraian. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) Kemampuan pemecahan masalah matematika kelompok kontrol dengan rata-rata (M) 64,33. (2) Kemampuan pemecahan masalah matematika kelompok eksperimen dengan rata-rata (M) 96,07. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan memecahkan masalah matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran REACT dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional (thitung > ttabel, thitung = 7,84 dan ttabel = 2,00).Kata Kunci : strategi pembelajaran REACT, kemampuan pemecahan masalah matematika This research was purposed to know : (1) matemathic problem solving skill the group of student who learnt by using conventional learning strategy, (2) mathemathic problem solving skill the group of student who learnt by using REACT learning strategy, (3) difference of mathemathic problem solving skill between group of student who learnt by using REACT learning strategy and group of student who learnt by using conventional learning strategy. Type of this research was a quasi experiment with nonequivalent posttest only control group design. Population of this research was fourth grade in gugus VIII of kecamatan Buleleng in 2013/2014 school year which consisted of 121 students. The sample was fourth grade students in SD No. 1 Paket Agung which consisted of 43 students and fourth grade students in SD No. 2 Paket Agung which consisted of 41 students. The data were collected by using problem solving skill test in the form of description that was analyzed by descriptive statistics analysis and inferential statistics that was t-test. Result of this reserach is proving that (1) mean of mathemathic problem solving skill in control group was 64,33, (2) mean of mathemathic problem solving skill in experiment group was 96,07, (3) there was difference of mathemathic problem solving skill between group of student who were learnt by REACT learning strategy and group of student who were learnt by conventional strategy (tcount > ttable, tcount = 7,84 dan ttable = 2,00).keyword : REACT learning strategy, mathemathic problem solving skill
Co-Authors ., A A Istri Ratna Dewi ., Dewa Made Dwi Sakah ., Diah Galih Wahyuni ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi ., Eva Paramita ., Gst A Dwi Padmaswari ., I Gusti Ayu Putu Dian Puspita ., Ida Ayu Indira Wardani ., Ida Ayu Ketut Alit Supartini ., Kadek Dyah Pradnya Paramitha ., Kadek Novia Dewi ., Luh Komang Sugianingsih ., Luh Maha Pitriyani ., Luh Putu Ayu Nandari Putri Wibawa ., Ngurah Redy Arta Wibawa ., Ni Ketut Yuniari ., Ni Luh Prihanjani ., Ni Luh Wayan Supadma Putri ., Ni Made Ary Astuti ., Ni Made Dian Pertiwi ., Ni Wayan Citrasmi ., Ni Wayan Kiki Handayani ., NUR HIDAYAH ., Nur Rita Wati ., Putu Adi Maryastuti ., Putu Mila Puspita ., Putu Winda Suyeni ., Siti Mahmudah ., Sumandari ., Zurriyatul Fatimah Cok Istri Diah Hendrayani ., Cok Istri Diah Hendrayani Desak Nyoman Ari Astuti . Desak Putu Parmiti Didith Pramunditya Ambara Drs. I Wayan Darsana,M.Ed . Drs. Ndara Tanggu Renda . Gede Arif Ardina . Gede Satya Narendra Arya ., Gede Satya Narendra Arya Gusti Ayu Made Ayuni . Gusti Ayu Made Dewi Wedayanti ., Gusti Ayu Made Dewi Wedayanti I Gede Dody Setia Dharma ., I Gede Dody Setia Dharma I Gede Margunayasa I Gede Yudi Setiawan ., I Gede Yudi Setiawan I Kadek Nulus Cittalaksana . I Kadek Oka Wira Satria . I Kadek Suartama I Ketut Agus Budiartana . I Ketut Gading I Ketut Juni Wismawan . I Komang Sudarma I Made Agus Putra Wijaya . I Made Citra Wibawa I Made Tegeh I Nengah Jaya Wicaksana . I Nyoman Jampel I Putu Eka Pratama Putra . I Putu Yogy Adi Pradipta . I Wayan Oviyana . Ignatius I Wayan Suwatra Kade Ferry Apriyana ., Kade Ferry Apriyana Kadek Dewi Astiti ., Kadek Dewi Astiti Kadek Dwi Permata Sari ., Kadek Dwi Permata Sari Ketut Pudjawan Komang Novitri Ardani . Komang Rahma Noviani . Luh Ayu Suryastini . Luh Ayu Tirtayani Luh Inten Cahya Wulan . Luh Putu Dian Rosdiani . Luh Putu Novita Dewi ., Luh Putu Novita Dewi Luh Suarsini . M.For. DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd. . M.Pd Drs. I Made Suara . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.Si Drs. Gede Raga . Made Dwi Purnama Sari ., Made Dwi Purnama Sari Made Samiati ., Made Samiati Mutiara Magta Ni Kadek Ayu Mekarningsih ., Ni Kadek Ayu Mekarningsih Ni Kadek Sarnyani ., Ni Kadek Sarnyani Ni Ketut Antari ., Ni Ketut Antari Ni Ketut Rina Trisnawati . Ni Ketut Suarni Ni Komang Juliandari ., Ni Komang Juliandari Ni Komang Marantika Dewi . Ni Luh Ayu Indra Astiti . Ni Luh Delvi Marlinda . Ni Luh Putu Ekawati . Ni Luh Putu Karina Dewi . Ni Luh Putu Yutiastini . Ni Luh Sumyadewi . Ni Made Ayu Aristyadewi ., Ni Made Ayu Aristyadewi Ni Made Chindy Aryani Wardani . Ni Made Oktiana Dewi . Ni Made Suaryani Pratiwi ., Ni Made Suaryani Pratiwi Ni Nyoman Ayu Sukarini . Ni Nyoman Rismawati ., Ni Nyoman Rismawati Ni Putu Asri Kusumawati . Ni Putu Ayu Puriani . Ni Putu Ayu Rusdiani . Ni Putu Eka Ariyanti . Ni Putu Erna Hartati . Ni Putu Febryani . Ni Putu Novi Arini ., Ni Putu Novi Arini Ni Putu Sri Wahyuni . Ni Putu Swantini . Ni Wayan Arik Nuryanti . Ni Wayan Desi Mariani . Ni Wayan Eka Purnaminingsih . Ni Wayan Misiyanti . Ni Wayan Nariasih . Nice Maylani Asril Putu Aditya Antara Putu Desy Wulandari . Putu Rahayu Ujianti Ria Anggun Trisyani .