Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) TERHADAP PENGETAHUAN NILAI-NILAI SILA KEDUA PANCASILA DI KELAS V SD NEGERI 164 PEKANBARU Hurrahmi, Mifta; Munjiatun
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Kiprah Pendidikan | Juli 2022
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v1i3.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) terhadap pengetahuan nilai-nilai sila kedua pancasila di kelas V SD Negeri 164 Pekanbaru pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 dengan subjek siswa kelas VA 35 orang siswa dan VB 35 orang siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode eksperimen desain QuasiExperimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design terdapat dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan diterapkan model pembelajaran VCT sedangkan kelas kontrol menerapkan metode pembelajaran biasa/metode ceramah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes berbentuk pilihan ganda melalui tesawal (pretest) dan tes akhir (posttest) yang berjumlah 25 soal yang sudah divalidasi. Hasil dari penelitian ini pengetahuan siswa materi nilai-nilai sila kedua pancasila pada kelas eksperimen dengan menerapkan model pembelajaran VCT dilihat dari rata-rata nilai tes awal kelas eksperimen 39,66 dan kelas kontrol 38,51 kemudian dilaksanakan posttest rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 81,03 sedangkan pada kelas kontrol dilihat dari rata-rata nilai posttest sebesar 72,34, pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran VCT hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan menerapkan pembelajaran biasa/metode ceramah. Terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran VCT, berdasarkan uji t Ha diterima dan H0 ditolak dengan sig (2-tailed) 0,000 < 0,05, dengan pengaruh sebesar 82,44 %, dan berdasarkan uji N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,691 dan kelas kontrol 0,553, N-Gain kedua kelas pada kategori sedang tetapi kelas eksperimen mendapat N-Gain yang lebih tinggi.
Libâs at-Taqwâ: Identitas Muslimah antara Nilai Ilahiah dan Arus Sosial (Studi Komparatif Tafsir al-Mishbah dan al-Azhar) Hurrahmi, Mifta; Kerwanto, Kerwanto; Nurbaiti, Nurbaiti
Ar-Rasikhin : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2025): Ar-Rasikhin : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD, Cianjur, indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/arrasikhin.v1i2.17

Abstract

This study examines the concept of libâs at-taqwâ in the Qur’anic perspective as a response to the social reality of Muslim dress in Indonesia, which is often understood merely in its outward form. The notion of piety clothing is frequently associated with ritual attire, yet in practice it has undergone meaning distortion, commercialization, and neglect of its spiritual essence. Using a thematic (mawḍū‘ī) tafsir approach through library research, this study focuses on Tafsîr al-Mishbâh by M. Quraish Shihab and Tafsîr al-Azhar by Hamka, particularly on Surah al-A‘râf/7:26. An analysis of their exegetical methods reveals different emphases: Quraish Shihab regards inner clothing as the true attire in Islam, while Hamka underscores outward clothing in accordance with the sharia as a concrete manifestation of inner piety. The Qur’an presents libâs at-taqwâ as a symbol of inner submission reflected through ethics, modesty, and spiritual awareness. This study highlights five forms of its implementation in modern life: as a symbol of self-awareness, an expression of moderation and aesthetic balance, a means of social and ethical protection, an Islamic identity in plural society, and a medium of da‘wah. Thus, libâs at-taqwâ must be understood holistically, integrating both inward and outward dimensions in harmony with Qur’anic guidance.