Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENILAIAN KEBERHASILAN PROGRAM PEREMAJAAN KAWASAN KUMUH KEDAUNG, KOTA TANGERANG Ananda, Yulia; Yahya, Wisely; Sitawati, Anita
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 9, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v9i2.21313

Abstract

Permasalahan permukiman kumuh di Kota Tangerang dengan luas permukiman kumuh 89 Ha berada pada Kelurahan Kedaung Baru dan Kelurahan Kedaung Wetan. Peremajaan permukiman kumuh Kawasan Kedaung yang dilaksanakan dengan pendekatan bottom-up planning terindikasi belum optimal. Hal tersebut dapat menyebabkan ketidakpuasan masyarakat untuk kembali bermukim bahkan dapat menyebabkan adanya permasalahan baru. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberhasilan program peremajaan lingkungan berdasarkan persepsi masyarakat pasca berlangsungnya program. Pendekatan penelitian berupa pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Importance-Performance Analysis (IPA). Pengumpulan data primer dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden. Rata-rata nilai ekspektasi masyarakat mengenai program peremajaan Kawasan Kumuh Kedaung tergolong cukup (skor 2,66).  Penilaian kinerja pada program peremajaan Kawasan Kumuh Kedaung berada pada kategori rendah (skor 2,52). Pembangunan gerbang utama akses rusun menjadi program yang perlu ditingkatkan kinerjanya dan tergolong kuadran concentrate here. Program yang dinilai berhasil adalah sosialisasi program peremajaan lingkungan Kedaung yang diberikan oleh fasilitator, pembangunan jembatan akses, pembangunan rusun, pembangunan jalan akses utama rusun, pembangunan jembatan akses rusun, dan pembangunan jaringan air bersih, sedangkan enam program lainnya termasuk kuadran low priority.  
Kajian Perbandingan Daya Serap Karbon Ruang Terbuka Hijau Eksisting dan Rencana di Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) Rachmadita, Sri Oka; Ramadhani, Anindita; Sitawati, Anita; Taki, Herika
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.112117.106-118

Abstract

Salah satu strategi mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yang merupakan penyebab perubahan iklim, adalah perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis carbon capture. Perencanaan RTH berbasis carbon capture dilakukan melalui penanaman vegetasi yang berdaya serap CO2 tinggi melalui permodelan lanskap yang berwawasan ke depan untuk keberlanjutan lingkungan dan konsisten dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 13: Aksi Iklim. Berbeda dengan studi terdahulu yang umumnya menitikberatkan RTH jalan tol pada aspek estetika, penelitian ini menawarkan pendekatan baru yang berpotensi mengurangi emisi karbon di jalan tol. Integrasi penyerapan karbon ke dalam perencanaan RTH dapat memberikan manfaat mitigasi yang terukur secara karbon melalui desain lanskap. Studi ini bertujuan untuk merancang RTH Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) yang memaksimalkan kapasitas penyerapan CO₂. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) perencanaan tata tanaman untuk memenuhi fungsi estetika dan ekologis, dengan menekankan pada daya serap CO2, (2) perhitungan kapasitas daya serap CO2 oleh tanaman eksisting dan rencana, dan (3) estimasi emisi CO2 dari kendaraan dalam area studi. Rencana yang diusulkan mencakup penanaman 20.383 pohon, dengan perkiraan kapasitas penyerapan sebesar 211.142,46 kg CO₂ per hari atau naik 2,48 kali dari kapasitas penyerapan CO2 dengan tanaman eksisting. Kesimpulan dari studi ini yaitu bahwa perencanaan RTH di wilayah studi berpotensi mengurangi emisi CO₂ yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan RTH dapat berfungsi estetika sekaligus ekologis, dan menjadi strategi mitigasi yang efektif untuk perubahan iklim dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan jalan
Kajian Daya Serap Ruang Terbuka Hijau Koridor Jalan Tol Jagorawi dalam Menurunkan Emisi CO2 dari Kendaraan Yahya, Wisely; Sitawati, Anita; Fitri, Rini; Andajani, Rezkia Dewi; Siswanto, Aji Nugra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.93910.1-13

Abstract

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030. Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi ekologis untuk menangkap karbon dioksida (CO2) melalui penyerapan alami oleh vegetasi. Namun, perencanaan lanskap jalan tol di Indonesia masih menekankan aspek ekonomi terkait efisiensi biaya pembangunan dan pemeliharaan jalan tol. Aspek konservasi lingkungan dan ekosistem diperlukan dalam pengembangan RTH, diantaranya dalam hal menyerap emisi CO2. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan RTH dalam menyerap emisi karbon (CO2) dari kendaraan yang melintas pada Jalan Tol Jagorawi. Penelitian ini menggunakan data primer berupa observasi jenis dan jumlah vegetasi eksisting pada koridor Jalan Tol Jagorawi dan data rata-rata lalu lintas harian kendaraan yang melintas pada Jalan Tol Jagorawi. Data sekunder digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik wilayah penelitian. Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan perhitungan emisi dari kendaraan bermotor serta daya serap CO2 dari berbagai jenis vegetasi. Pada wilayah penelitian saat ini terdapat 9.590 vegetasi dari 24 spesies, sehingga total CO2 yang diserap oleh vegetasi pada wilayah penelitian mencapai 56.393,397 kg/hari. Total emisi CO2 yang dihasilkan dari 235.328 kendaraan yang melintasi wilayah penelitian mencapai 416.435 kg/hari. Dibandingkan dengan total emisi CO2 kendaraan yang melintasi area penelitian, RTH pada koridor Jalan Tol Jagorawi saat ini hanya menyerap 13,54% dari total emisi kendaraan bermotor. Penelitian ini mengindikasikan belum optimalnya RTH eksisting pada Jalan Tol Jagorawi dalam menyerap emisi CO2. Penelitian ini menunjukkan pentingnya perencanaan RTH pada koridor jalan tol yang mengedepankan fungsi ekologis sebagai upaya mewujudkan penurunan GRK dari transportasi darat dan berkontribusi pada penurunan GRK nasional.