Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SADARI EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN TINDAKAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI: PENGETAHUAN DAN TINDAKAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN Utami, Siswi; Estiyani, Arum; Yulaeka, Yulaeka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.993

Abstract

Menurut WHO (2018) di dalam penelitian (Qoyyimah, Rohmawati, & Ropitasari, 2022). Kejadian kanker meningkat dari tahun ke tahun dan terjadi hampir di seluruh dunia. Data jumlah penderita kanker di seluruh dunia mencapai 14 juta kasus dengan angka kematian 8,2 juta setiap tahunnya. Menurut profil kesehatan Indonesia (2019) telah ditemukan 84.1859 IVA positif, 28.910 tumor payudara, 5.015 curiga kanker Rahim dan 2.910 curiga kanker payudara. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan tindakan remaja putri tentang pemeriksaan SADARI. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi. Bahan yang digunakan yaitu materi penyuluhan. Peserta kegiatan adalah ibu remaja. Saat kegiatan berlangsung peserta terlihat antusias terlihat dari sesi diskusi. Peserta mengetahui ntindakan pemeriksaan SADARI.
Ibu Hamil Edukasi Tentang Mengatasi Emesis Gravidarum Dengan Minuman Jahe: Mengatasi Emesis Gravidarum Dengan Minuman Jahe eka, Yula; Estiyani, Arum; Utami, Siswi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.997

Abstract

Pada awal kehamilan banyak ibu mengalami keluhan mual muntah terutama pada pagi hari yang dikenal dengan morning sickness atau dalam bahasa medis dikenal dengan emesis gravidarum . Keluhan muntah pada emesis gravidarum merupakan hal yang fisiologis, akan tetapi apabila keluhan ini tidak segera diatasi maka akan menjadi hal yang patologis mual. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengatasi emesis gravidarum. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi. Bahan yang digunakan yaitu bahan penyuluhan. Peserta kegiatan adalah ibu hamil. Saat kegiatan berlangsung peserta terlihat antusias terlihat dari sesi diskusi. Peserta cara mengatasi emesis gravidarum Peserta perlu memiliki pengetahuan dan pendidikan kesehatan mengatasi emesis gravidarum.
EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN TINDAKAN IBU HAMIL TENTANG MENGURANGI NYERI PINGGANG DENGAN KOMPRES HANGAT Utami, Siswi; Annisah, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1131

Abstract

Berbagai masalah yang timbul pada usia kehamilan trimester III merupakan masalah psikologis yang sering dikeluhkan pada ibu hamil seperti nyeri punggung, namun nyeri punggung juga dapat menimbulkan kualitas tidur yang buruk. Nyeri punggung saat hamil terjadi pada daerah lumbosacral, karena akan bertambah intensitas nyeri seiring bertambahnya usia kehamilan yang disebabkan adanya pergeseran pada pusat gravitasi dan perubahan postur tubuh (Yuliana, Sari and Nia Risa Dewi, 2021). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan tindakan ibu hamil tentang kompres hangat terhadap nyeri punggung ibu hamil. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi. Bahan yang digunakan yaitu materi penyuluhan. Peserta kegiatan adalah ibu hamil. Saat kegiatan berlangsung peserta terlihat antusias terlihat dari sesi diskusi. Peserta mengetahui tindakan kompres hangat.
ADOLESCENT BARRIERS IN ACCESSING REPRODUCTIVE HEALTH SERVICE IN DEVELOPING COUNTRIES Utami, Siswi; Hayati, Elli Nur; Rosyida, Luluk
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i0.406

Abstract

Background: Teenagers are those aged 10-19 years who are future leaders and are a human resource who does not receive enough attention. One-fifth of the world's population is a teenager who mostly lives in developing countries. Society considers adolescents to be healthier, but adolescents are more vulnerable and at higher risk of contracting diseases that cause death. In 2015 1.3 million people died in the world during adolescence which could have been prevented. This occurs in low- and middle-income countries (LMICs), which make up two-thirds of Africa's 45 per cent. About 16 million adolescent girls aged 15-19 years and around 2.5 million girls under 16 give birth each year in developing countries. There are about 3 million young women who have unsafe abortions every year aged 15-19 years. Globally, about 2 million adolescents are infected with the human immune virus (HIV), and more than 41 per cent of adolescents become infected with new HIV each year.Purpose: to assess barriers for adolescents to access reproductive health services in developing countries.Method: Appraisal studies program using Critical Appraisal Skills Program (CASP) data sources obtained from PubMed with 2009 – 2019.Results: inadequate space, no privacy, limited service hours, poor service attitude, lack of information, a distance of clinics, high transportation costs, clinics aimed at married couples. Lack of human resources, parental support, peer influence, religion and weak community traditions for adolescent health interventions also trigger adolescents not to access reproductive health clinics.Conclusion: The obstacles for adolescents in accessing reproductive health services are the level of infrastructure, the individual level, the level of human resources and the community level