Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HILIRISASI HASIL RISET PUPUK FOSFAT-PLUS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN DI PAPUA BARAT Musaad, Ishak; Wibowo, Kunto; Kubangun, Siti H.
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5439

Abstract

Percepatan pembangunan pertanian di Provinsi Papua Barat mutlak diperlukan karena sebagian besar masyarakat di pedesaan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Selain penghasil komoditas yang dapat meningkatkan pendapatan daerah, sektor ini juga menjadi penyedia tenaga kerja terbesar, sumber bahan baku industri, sumber bahan bakar nabati (energi terbarukan), dan sumber pendapatan masyarakat. Usaha peningkatan produksi pertanian di Papua Barat khususnya di daerah sentra-sentra pertanian menghadapi berbagai kendala.  Salah satu kendala adalah rendahnya kesuburan tanah, dimana defisiensi fosfor dan bahan organik merupakan kendala utama. Papua Barat memiliki salah satu sumberdaya alam yaitu Tanah Endapan Fosfat Krandalit (TEFK) seluas lebih dari 100.000 hektar yang dapat diproses menjadi pupuk fosfat-plus. Penelitian tentang pemanfaatan TEFK dan bahan organik yang diproses menjadi pupuk fosfat-plus telah dilakukan dengan menghasilkan produk pupuk “Papua Nutrient”. Hasil penelitian ini telah memperoleh hak paten (ID P0030110). Pengujian pupuk fosfat-plus pada tanaman kedelai telah dilakukan di daerah Transmigran Prafi Manokwari. Kegiatan ini merupakan hilirisasi dari Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dan melibatkan petani. Perlakuan Pupuk fosfat-plus dibandingkan dengan pupuk NPK subsidi dan SP-36 yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemberian pupuk pada tanaman kedelai yang ditanam di lahan sawah setelah panen padi berpengaruh tidak nyata baik terhadap komoponen pertumbuhan maupun hasil. Petani merespons positif penggunaan pupuk fosfat-plus, meskipun ketergantungannya  pada pupuk subsidi masih sangat besar. Hasil pengujian pada tanaman padi yang dilakukan oleh petani menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi   sebesar 424,5 kg   beras per hektar  dengan  penambahan  pendapatan  sebesar Rp. 2.694.000,-.Kata Kunci: hilirisasi, krandalit, pupuk fosfat-plus, pertanian.
Evaluation of Soil Fertility Status in Shifting Cultivation of Upland Rice in Tanah Merah Village, Warmare District, Manokwari Regency, West Papua Karoror, Sitti A.; Musaad, Ishak; Kubangun, Siti H.
Jurnal Biologi Papua Vol 17 No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jbp.4521

Abstract

This study was conducted on the agricultural land of Indigenous Papuan communities in Tanah Merah Village, Warmare District, Manokwari, where shifting cultivation is practiced in conjunction with a subsistence and semi-commercial farming system for upland rice (Oryza sativa). The research employed a descriptive method with a survey technique to determine the locations for composite soil sample collection in shifting cultivation fields planted with upland rice. The results showed that the soil in the study area has a clay texture with a yellowish-red to reddish-yellow color. The soil reaction (pH) is classified as acidic, slightly acidic, and neutral. Organic carbon content ranges from high to low. Total nitrogen content is classified as moderate in the upper soil layer and low in the lower soil layer across all land sections. Total phosphorus and available phosphorus contents are categorized as low to very low. Total potassium content is classified as moderate to low. Cation exchange capacity (CEC) and base saturation (BS) show varied values, leading to a low soil fertility status in the upper and middle land sections. In contrast, the lower land section has a moderate fertility status. The shifting cultivation system contributes to maintaining soil organic matter content. However, to improve land productivity, phosphorus (P) and potassium (K) fertilizers should be applied, along with soil conservation techniques such as terracing or ridging to reduce erosion risk and surface runoff.