Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Tunjangan Kinerja, Belanja Modal, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Rizki Putra Perdana; Jumansyah Jumansyah
Oikos : Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Vol 6 No 2 (2022): Oikos : Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/oikos.v6i2.5347

Abstract

This paper aims to examine the effect of performance allowance, capital expenditure, and use of information technology on quality of financial statements at ministry (public sector), as well as to identify which one variable that has dominant effect on quality of financial statements. To examine the effect, we used quantitative methods. We collected primary data through distribution of questioner to 137 work unit from 581 work unit at Kementerian Perhubungan. Data analysed used Multiple Linear Regression. We found that all variable have significant influence simultaneously on quality of financial statements. Performance allowance and use of information technology significantly influence, while capital expenditure does not have effect on quality of financial statements. We can conlude that performance allowance motivates the officer to improve quality of financial statements. The use of information technology also improves quality of financial statement, it means that investment in information technology is right decision.
Peningkatan Kemampuan Akuntansi Yayasan di Yayasan Gemilang Indonesia Sari Anggraini; Ade Palupi; Jumansyah Jumansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51805/jpmm.v3i1.113

Abstract

Yayasan Gemilang Indonesia adalah lembaga nirlaba yang didirikan untuk menanggulangi banyaknya anak-anak yang tidak bersekolah karena terbelenggu oleh kemiskinan. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan di Yayasan Gemilang Indonesia, latar belakang pengelola yayasan tidak ada yang berbasis akuntansi. Oleh karena itu, laporan keuangan yang mereka hasilkan hanyalah laoporan sederhana seperti Laporan Kas Masuk dan Kas Keluar. Seiring dengan berkembangnya penyumbang dana pada Yayasan tersebut, kebutuhan akan pencatatan akuntansi yang baik dan benar semakin meningkat. Kegiatan abdimas ini mengarah pada peningkatan pemahaman akuntansi yayasan. Ilmu pengetahuan akuntansi yayasan tersebut benar-benar diterapkan pada pencatatan transaksi keuangan Yayasan Gemilang Indonesia. Peningkatan kemampuan ini ditambah dengan adanya pelatihan software akuntansi yang mempermudah pekerjaan pengelola yayasan dalam pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan.
Pendampingan dan Pelatihan Manajemen Persediaan Sociopreneur “Clothes For Charity” Yayasan Gemilang Indonesia Jumansyah Jumansyah; Kuncoro Hadi; Muchammad Nasucha; M. Rafly Zachari; Willy Wildan Mukholadun
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1399

Abstract

Dalam bisnis sosial (sociopreneur) pakaian bekas, gudang adalah inti dari lancarnya distribusi dari donasi pakaian bekas sampai pada penjualan pakaian layak pakai. Namun terdapat dua masalah mendasar program sociopreneur “Clothes for Charity” Yayasan Gemilang Indonesia, yaitu gudang pakaian bekas belum dikelola dan diadministrasikan dengan baik serta kurangnya pengetahuan pengelola dalam mengelola gudang pakaian bekas. Metode yang digunakan untuk kedua solusi, yaitu untuk program pendampingan manajemen persediaan gudang. Sementara peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui pelatihan manajemen persediaan untuk pengelola gudang pakaian bekas. Sasaran pengabdian masyarakat adalah pengelola gudang yang merupakan bagian dari pengurus Yayasan Gemilang Indonesia. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan awal pengelola gudang Yayasan Gemilang Indonesia bukan 10%, tetapi lebih tinggi yaitu mendekati 60%. Begitu juga dengan pengetahuan akhir setelah pencapaian bukan hanya mencapai 60%, tetapi mencapai lebih dari 80%. Meskipun pengelola gudang tidak berlatar belakang akuntansi, tetapi praktik kerja di gudang membuat mereka familiar dengan kegiatan akuntansi dan mampu menyerap secara cepat pengetahuan akuntansi yang diberikan.