Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

AnalisisKekerasan Material Pegas Mobil DalamPembuatanPerkakasRumahTangga di Usaha PandaiBesiSehati Jaya- Maluku Erwin Bravor Pattikayhatu
Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.022 KB)

Abstract

Perlakuan panas didefinisikan sebagai kombinasi operasi pemanasan dan pendinginan terhadap logam atau paduan dalam keadaan padat dengan waktu tertentu. Proses ini dapat meningkatkan sifat fisik material, yaitu kekerasan. Proses ini sering dilakukan oleh home industri logam di daerah Maluku. Salah satunya berupa Usaha Pandai Besi Sehati Jaya yang berlokasi di Kota Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis dan menentukan lamanya pemanasanan yang terbaik, sebagai rekomendasi alternatif perlakauan pembentukan material pada industri tersebut. Metode pengambilan data berupa observasi dan pengujian laboratorium (kekerasan-metode HRC). Data tersebut kemudian dianalisis secara regeresi, dengan menggunakan software Minitab. Hasilpenelitianmenunjukanbahwa Model regresi yang dibuat telahdapat dipenuhi dan digunakan sebagai model, untuk tiap pembebanan hasil percobaan.Kekerasanpadawaktupemanasan 68 detikumumnyalebihmampumenahankenaikanbebandengannilaikekerasanpadabeban 60 Pa sebesar = 126.572, beban 100 Pa = 117.447, beban 150 Pa = 117.2 Pa. Bilapembebanandinaikansecarabertahap, makakerusakanbendaujiakansemakinbesar.
EFISIENSI WATER MISTING SYSTEM DALAM MEMPERTAHANKAN KUALITAS SAYUR Eka Rahmat Mahayani Anthonio Putera Lilipaly; Erwin Bravor Pattikayhatu; Edison Effendy
JURNAL SIMETRIK Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i1.1240

Abstract

Sayur yang biasanya dijual pada pasar-pasar swalayan dipajang  di  dalam lemari-lemari  pendingin atau diletakkan pada rak yang berada pada ruangan yang dingin dan memiliki sistem pendingin,  sedangkan di pasar-pasar tradisional sayur ini  hanya dihamparkan di atas meja-meja penjualan, sebagian lagi ditumpuk pada wadah-wadah yang bukan merupakan tempat penyimpanan sayur dan  tidak dilengkapi dengan alat pendingin. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kehilangan berat sayur dengan menggunakan sistem water misting dapat dipertahankan sebanyak 6.25% dari berat semula, dengan efisiensi alat pendingin water misting sebesar 61.47%. Penelitian ini diharapkan bisa mendapatkan metode baru terutama sistem kontrol yang dapat diaplikasikan  sesuai dengan kebutuhan manusia khususnya untuk pedagang sayur sehingga mempermudah pekerjaan dengan tidak lagi menyiram atau memercikkan air di atas sayur secara manual tetapi secara otomatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi terbaik diperoleh pada waktu penyemprotan 7 menit dengan istirahat selama 2 menit sebesar 65.6%, lebih baik 4% dari penelitian sebelumnya.
ANALISA PENGARUH VARIASI KUAT ARUS PENGELASAN FLUX CORED ARC WELDING (FCAW) TERHADAP SIFAT KEKERASAN PADA DAERAH HAZ BAJA KARBON RENDAH Graciadiana. I. Huka; Josef Matheus; Nevada JM. Nanulaitta; Erwin Bravor Pattikayhatu
Journal Mechanical Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jme.v2i1.2579

Abstract

Welding is a process of joining metals by utilizing electric power as a source of welding heat. Flux-Core Arc Welding (FCAW) is a welding process that uses a heat source from electricity that is converted into a heat source in an electric arc, in this FCAW welding the type of protection used is flux or powder that is in the core of the welding wire (the welding wire is rolled in a roll). This research aims to observe changes in hardness values after welding, both low carbon steel hardness in the HAZ (Heat Affected Zone) area and outside the HAZ (Heat Affected Zone) area. Welding using V-joints with angles of 45° and 60° and varying the voltage strength at 16 volts, 18 volts and 20 volts. Hardness testing using the Rockwell method where the highest hardness value of the HAZ area for 45 is 22.95 HRD at a voltage strength of 20 volts. For V-joints for an angle of 60°, the highest hardness value of the HAZ area is also at a voltage strength of 20 volts with a value of 24.10 HRD. The highest increase in hardness value is at the V-angle 60° joint with a voltage of 20 volts with a hardness value of 21 HRD while the lowest is the V-angle 45° joint with a voltage of 16 volts at 18.67 HRD. Keywords: Hardness Value, HAZ (Heat Affected Zone), FCAW (Flux Cored Arc Welding)
ANALISA PENGARUH VARIASI KUAT ARUS PENGELASAN FLUX CORED ARC WELDING (FCAW) TERHADAP SIFAT KEKERASAN PADA DAERAH HAZ BAJA KARBON RENDAH Huka, Graciadiana. I.; Matheus, Josef; Nanulaitta, Nevada JM.; Pattikayhatu, Erwin Bravor
Journal Mechanical Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jme.v2i1.2579

Abstract

Welding is a process of joining metals by utilizing electric power as a source of welding heat. Flux-Core Arc Welding (FCAW) is a welding process that uses a heat source from electricity that is converted into a heat source in an electric arc, in this FCAW welding the type of protection used is flux or powder that is in the core of the welding wire (the welding wire is rolled in a roll). This research aims to observe changes in hardness values after welding, both low carbon steel hardness in the HAZ (Heat Affected Zone) area and outside the HAZ (Heat Affected Zone) area. Welding using V-joints with angles of 45° and 60° and varying the voltage strength at 16 volts, 18 volts and 20 volts. Hardness testing using the Rockwell method where the highest hardness value of the HAZ area for 45 is 22.95 HRD at a voltage strength of 20 volts. For V-joints for an angle of 60°, the highest hardness value of the HAZ area is also at a voltage strength of 20 volts with a value of 24.10 HRD. The highest increase in hardness value is at the V-angle 60° joint with a voltage of 20 volts with a hardness value of 21 HRD while the lowest is the V-angle 45° joint with a voltage of 16 volts at 18.67 HRD. Keywords: Hardness Value, HAZ (Heat Affected Zone), FCAW (Flux Cored Arc Welding)
EFISIENSI WATER MISTING SYSTEM DALAM MEMPERTAHANKAN KUALITAS SAYUR Lilipaly, Eka Rahmat Mahayani Anthonio Putera; Pattikayhatu, Erwin Bravor; Effendy, Edison
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i1.1240

Abstract

Sayur yang biasanya dijual pada pasar-pasar swalayan dipajang  di  dalam lemari-lemari  pendingin atau diletakkan pada rak yang berada pada ruangan yang dingin dan memiliki sistem pendingin,  sedangkan di pasar-pasar tradisional sayur ini  hanya dihamparkan di atas meja-meja penjualan, sebagian lagi ditumpuk pada wadah-wadah yang bukan merupakan tempat penyimpanan sayur dan  tidak dilengkapi dengan alat pendingin. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kehilangan berat sayur dengan menggunakan sistem water misting dapat dipertahankan sebanyak 6.25% dari berat semula, dengan efisiensi alat pendingin water misting sebesar 61.47%. Penelitian ini diharapkan bisa mendapatkan metode baru terutama sistem kontrol yang dapat diaplikasikan  sesuai dengan kebutuhan manusia khususnya untuk pedagang sayur sehingga mempermudah pekerjaan dengan tidak lagi menyiram atau memercikkan air di atas sayur secara manual tetapi secara otomatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi terbaik diperoleh pada waktu penyemprotan 7 menit dengan istirahat selama 2 menit sebesar 65.6%, lebih baik 4% dari penelitian sebelumnya.