Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS EDUKASI DI KAWASAN WADUK SEI LADI KOTA BATAM Prakoso, Yoseph Seno; Aguspriyanti, Carissa Dinar
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 4 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v4i1.1078

Abstract

Dalam upaya meningkatkan potensi pariwisata Kota Batam yang masih terfokus pada wisata pantai, pengembangan Waduk Sei Ladi dapat memberikan alternatif destinasi wisata alam yang menarik. Sebagai sarana penyediaan sumber daya air, keberadaan Waduk Sei Ladi cukup signifikan. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di kawasan tersebut harus berasaskan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (ekowisata). Hal yang sama pentingnya, yakni keterlibatan masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pengelolaannya sehingga pengembangan yang berkelanjutan dapat terwujud, serta dapat menjadi bagian dari implementasi pengembangan kawasan ekowisata berbasis edukasi, di mana masyarakat dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas dalam prosesnya. Penelitian ini menemukan bahwa kawasan Waduk Sei Ladi memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis edukasi. Hal ini didukung dengan adanya daya tarik kawasan yang beragam, persepsi masyarakat yang positif terhadap pengembangan di kawasan tersebut, dan kebijakan pemerintah setempat yang juga mendukung pengembangan kawasan Waduk Sei Ladi sebagai objek wisata berwawasan lingkungan.
KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS EDUKASI DI KAWASAN WADUK SEI LADI KOTA BATAM Prakoso, Yoseph Seno; Aguspriyanti, Carissa Dinar
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 4 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.907 KB) | DOI: 10.54367/alur.v4i1.1078

Abstract

Dalam upaya meningkatkan potensi pariwisata Kota Batam yang masih terfokus pada wisata pantai, pengembangan Waduk Sei Ladi dapat memberikan alternatif destinasi wisata alam yang menarik. Sebagai sarana penyediaan sumber daya air, keberadaan Waduk Sei Ladi cukup signifikan. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di kawasan tersebut harus berasaskan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (ekowisata). Hal yang sama pentingnya, yakni keterlibatan masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pengelolaannya sehingga pengembangan yang berkelanjutan dapat terwujud, serta dapat menjadi bagian dari implementasi pengembangan kawasan ekowisata berbasis edukasi, di mana masyarakat dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas dalam prosesnya. Penelitian ini menemukan bahwa kawasan Waduk Sei Ladi memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis edukasi. Hal ini didukung dengan adanya daya tarik kawasan yang beragam, persepsi masyarakat yang positif terhadap pengembangan di kawasan tersebut, dan kebijakan pemerintah setempat yang juga mendukung pengembangan kawasan Waduk Sei Ladi sebagai objek wisata berwawasan lingkungan.
Cultural Placemaking to Preserve Suku Laut Heritage in Indonesia’s Riau Islands Communities Suwarlan, Stivani Ayuning; Aguspriyanti, Carissa Dinar; Gunawan, I Gusti Ngurah Anom; Rosetia, Amanda; Manikam, Arti; Kellen; Lubis, Tari Wahyuni; Prakoso, Yoseph Seno
Journal of Architectural Research and Design Studies Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress Issue
Publisher : Departement of Architecture, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jars.vol10.iss2.art7

Abstract

This research explores efforts to preserve the cultural heritage of the Suku Laut in the Riau Islands through placemaking initiatives within coastal settlements. Historically dependent on the sea for their livelihood and identity, the community now faces significant challenges in maintaining their cultural traditions amidst modernization and shifts in coastal ecosystems. This research aims to identify design strategies that harmonize traditional cultural values with the demands of contemporary development, focusing on revitalizing the community’s living spaces. Employing qualitative methods, including interviews, field observations, and document analysis, the research highlights the critical role of cultural placemaking. Key elements include incorporating traditional architectural features, using locally sourced materials, and restoring communal spaces to promote sustainable coastal settlement designs. The findings indicate that this approach which respects the cultural values and the Suku Laut's relationship with their natural environment can promote social and environmental sustainability. In conclusion, integrating cultural placemaking into coastal settlement design is pivotal for preserving the cultural heritage and enhancing the quality of life for the Suku Laut amidst the ongoing modernization.