Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberian Edukasi Dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Mamajang Kota Makassar Baharuddin, Baharuddin; Kongkoli, Erlina Y
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2023): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v9i1.10-15

Abstract

Masalah stunting di Indonesia belum dikatakan menurun karena masih banyak daerah yang belum menunjukkan penurunan yang berarti, bahkan cenderung meningkat. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Program tersebut dimulai dari remaja, perempuan calon pengantin, ibu hamil dan menyusui. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan cross sectional dengan melakukan observasi, survey dan pengumpulan data langsung dalam satu waktu. Terdapat tiga puluh dua ibu hamil atau yang pernah mengalami masalah kehamilan yang diberikan pre test dan post test. Hasilnya menunjukkan bahwa sasaran 85% menjawab serta dapat menjelaskan pentingnya makanan bagi ibu untuk pencegahan stunting. Kesimpulan masyarakat yang pengetahuannya baik, dapat menjadi motivasi bagi yang lain dalam hal meningkatkan pengetahuan mengenai stunting.
IMPLEMENTASI PENGETAHUAN KELUARGA TERHADAP PEMBATASAN CAIRAN PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI KASSI KOTA MAKASSAR: Implementation Of Family Knowledge On Fluid Limitations In Patients Chronic Kidney Failure Undergoing Hemodialysis In The Work Area Kassi Kassi Health Center Muhasidah, Muhasidah; Kongkoli, Erlina Y
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi pengetahuan keluarga terhadap pembatasan cairan merupakan kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam memberikan perawatan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami gambaran implementasi pengetahuan keluarga terhadap pembatasan cairan pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif yang memberikan deskripsi suatu kasus tertentu dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Mei 2024 sampai dengan 31 Juni 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi Kassi. Terdapat dua subyek pada penelitian ini yaitu subyek I (Ny. N) dan subyek II (Ny. NY). Data yang diperoleh didapatkan dari hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dari kedua subjek penelitian terdapat perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan implementasi pengetahuan keluarga terhadap pembatasan cairan pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa, sebelum dilakukan implementasi pengetahuan kedua subjek penelitian berada dalam kategori pengetahuan kurang baik tepatnya pada Ny.N dengan persentase pengetahuan sebanyak 36% dan Ny.NY dengan persentase pengetahuan sebanyak 64%. Sedangkan sesudah dilakukan implementasi pengetahuan kedua subjek penelitian berada dalam kategori pengetahuan baik dengn persentase tingkat pengetahuan 100% karena dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar. Selain itu, Interdialytic Weight Gain (IDWG) keluarga penderita gagal ginjal kronik setelah dilakukan implementasi pengetahuan keluarga terhadap pembatasan cairan pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa berada dalam kategori peningkatan ringan dan sedang. Keluarga pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sebaiknya meningkatkan pengetahuan tentang pembatasan cairan dan hemodialisa dengan aktif menggali informasi dengan aktif berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang berkompeten.