Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PELAYANAN MASA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS KASSI-KASSI MAKASSAR THE ROLE OF GENDER IN DECISION MAKING FOR PRIMIGRAVIDA DELIVERY SERVICES AT KASSI-KASSI HEALTH CENTER MAKASSAR CITY Subriah, Subriah; Husain, Hastuti; Nurfatimah, Nurfatimah; Ningsi, Agustina; Muhasidah, Muhasidah; Umar, Syaniah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.2761

Abstract

Kasus angka kematian ibu di Makassar selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 menjadi 12 kasus. Rata- rata pemicu kematian ibu sebab keluarga terlambat mengidentifikasi tanda bahaya serta mengambil keputusan, petugas kesehatan penolong persalinan terlambat merujuk bunda bersalin sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dilaksanakan pada bulan Maret s.d. September 2021, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu inpartu primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar periode September 2019-Maret 2020, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden dengan peran gender kategori baik, terdapat 20 orang (74.1%) dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi persalinannya. Hasil uji Fisher’s Exact test menunjukkan peran gender mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar (p-value < 0,05). Disarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenai penerapan peran gender dalam pemilihan pelayanan masa persalinan, agar ibu hamil dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan.Kata kunci: pengambilan keputusan, peran gender
Establishment of an Integrated Development Post (POSBINDU) for Non-Communicable Diseases (Ncds) in the Community of Karunrung Subdistrict, Makassar City Muhasidah, Muhasidah; Iwan, Iwan; Ahmad, Abd Kadir; Hartati, Hartati; Baharuddin, Baharuddin
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.4732

Abstract

A situational analysis based on research conducted by Muhasidah et al. (2023) on 128 respondents showed that more than 50% of them suffered from Non-Communicable Diseases (NCDs). Among these, 67 respondents had hypertension, with 32 not taking hypertension medication regularly and 8 not taking medication at all. The irregular intake of antihypertensive drugs can lead to complications such as stroke, heart abnormalities, and kidney disease. Makassar City recorded a total of 5,632 hypertension cases (8.9%), the highest prevalence in South Sulawesi. Karunrung Subdistrict, under the working area of the Kassi-kassi Community Health Center, had the highest cases of hypertension in Makassar City. The implementing partner's priority problem was the high rate of hypertension in the area, along with the absence of an Integrated Development Post (Posbindu) for NCDs. The target partner community also lacked awareness about the importance of consistently taking antihypertensive medication to prevent complications such as stroke, heart abnormalities, and kidney disorders. The objectives of this activity were to establish an Integrated Development Post (Posbindu) for NCDs, increase the target partner's knowledge and ability to conduct Posbindu activities, educate families about the prevention and management of NCDs, and reduce the incidence of NCDs by 20–30% within one year. The proposed solutions included training target groups, providing guidebooks, implementing the five-table Posbindu NCD activities, encouraging the community to participate in weekly physical exercise for NCDs, and distributing guidebooks on NCDs and Posbindu activities prepared by the community service team. The partner's contribution included providing a permanent facility that could be used as the Posbindu NCD. The expected outcomes of this activity were the establishment of a Posbindu NCD in RW 08, increased knowledge among target partners from 50% to 80%, the initiation of weekly NCD exercise sessions, and a reduction in NCD cases by 20–30% during the year. The community service results showed significant improvement in knowledge, understanding, and attitudes among cadres and individuals with NCDs. A Posbindu was successfully established with the help of the community service team and implementing partners, including the Kassi-kassi Health Center. The sustainability of the Posbindu activities will be handed over to the implementing partners, namely the Kassi-kassi Health Center and the local community groups (Majelis Taklim).
Pencegahan Dan Penanganan Stunting Melalui Pemberian Stimulasi Pada Bayi Baru Lahir S.D. Usia 6 Bulan di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar Subriah, Subriah; Ningsi, Agustina; Muhasidah, Muhasidah; Sonda, Maria
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 6 No 1 (2025): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v6i1.1187

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama di Indonesia yang berdampak pada tumbuh kembang anak, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi di masa depan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kader Posyandu di Puskesmas Kassi-Kassi, Makassar, tentang pencegahan stunting melalui edukasi dan stimulasi pertumbuhan anak. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, simulasi menggunakan Lembar Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), pretest, posttest, dan evaluasi kolaboratif bersama bidan dan tim promosi kesehatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader secara signifikan. Sebelum intervensi, mayoritas kader (73,68%) berada pada kategori pengetahuan rendah, sementara tidak ada yang mencapai kategori tinggi. Setelah intervensi, 89,47% kader mencapai kategori tinggi, sesuai dengan target kegiatan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tiga dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar, tiga mahasiswa, dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar serta kepala Puskesmas. Kesimpulannya, program pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader Posyandu terkait pertumbuhan dan perkembangan bayi. Rekomendasi meliputi pengembangan materi berbasis umpan balik, pelibatan lebih banyak mitra untuk memperluas dampak, dan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan program. Hasil ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencegahan stunting di komunitas setempat. Kata Kunci: Bayi, KPSP, Tumbuh Kembang
Pelatihan Pengurus Majelis Taklim Dan Pengurus Pernikahan Remaja Putri Tentang Pencegahan Stunting Secara Dini Di Kota Makassar Hartati, Hartati; Muhasidah, Muhasidah; Subriah, Subriah; Iwan, Iwan
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 5 No 1 (2024): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v5i1.487

Abstract

Analisis situasi dari hasil penelitian  yang dilakukan Nuraeni & Muhasidah (2021) bahwa ditemukan  di kota Makassar dan di Kota Soe (NTT) yaitu menunjukkan tingkat pengetahuan ibu tentang deteksi dini stunting sebagian besar kurang yaitu sebanyak 136 (93,8%). Tingkat pengetahuan kader tentang deteksi dini stunting sebagian besar sudah tinggi yaitu sebanyak 13 orang (86,7%). sebagian besar kurang yaitu sebanyak 113 (93,42%). Sedangkan keterampilan kader tentang deteksi dini stunting sebagian besar baik yaitu sebanyak 55 orang (61,8%). sikap ibu tentang deteksi dini stunting sebagian besar kurang yaitu sebanyak 106 (99,1%). Sedangkan sikap kader tentang deteksi dini stunting sebagian besar baik yaitu sebanyak 62 orang (60,2%). Tujuan pengabdian ini : Melatih para guru tentang stunting di Sekolah, Melatih para orang tua anak tentang stunting di Sekolah, Meningkatkan pengetahuan dan sikap pada pengurus Majelis Taklim dan Pengurus Pernikahan dimulai pada remaja putri sampai 1000 HPK  tentang pencegahan dini stunting, dan tujuan lain Menyusun modul pengabmas tentang “Deteksi Dini Pencegahan Stunting Dimulai Remaja Putri dan 1000 HPK”. Metode pengabdian yang dimulai input : menyiapkan proposal, pengurusan izin, pertemuan mitra pelaksana. Proses : ada pelatihan 2 hari, ada pre dan post test, ada pembagian buku stunting. Our Put : video kegiatan, peningkatan pengetahuan dan sikap mitra sasaran, mitra sasaran siap menjadi tim educator dan motivator terhadap remaja putri yang siap menikah, hamil dan melahirkan anak yang sehat, cerdas dan berkualitas. Serta pemberian buku/modul pada peserta pelatihan sebanyak 52 orang dan mitra pelaksana sebanyak 10 orang.   Hasil dan target capaian : 100% mitra sasaran telah meningkat pengetahuan dan sikap dari 50-60% menjadi 80-96%, 100 % telah menerima buku modul pada mitra sasaran dan mitra pelaksana.  Luaran wajib  : artikel nasional pada akhir th ini dan video kegiatan yang sudah ada, luaran tambahan: sertifikat HKI, buku modul, dan foto foto kegiatan. Rencana Tindak lanjut kegiatan ini setelah tim selesai, maka dititipkan ke Pengurus Majelis Taklim setempat dan kader Posyandu setempat. Kata Kunci : Stunting, pencegahan dini, Majelis Taklim, Pengurus Pernikahan, Remaja Putri
PERAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PELAYANAN MASA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA Subriah, Subriah; Husain, Hastuti; Nurfatimah, Nurfatimah; Ningsi, Agustina; Muhasidah, Muhasidah; Umar, Syaniah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.450

Abstract

Kasus angka kematian ibu di Makassar selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 menjadi 12 kasus. Rata- rata pemicu kematian ibu sebab keluarga terlambat mengidentifikasi tanda bahaya serta mengambil keputusan, petugas kesehatan penolong persalinan terlambat merujuk bunda bersalin sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dilaksanakan pada bulan Maret s.d. September 2021, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu inpartu primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar periode September 2019-Maret 2020, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden dengan peran gender kategori baik, terdapat 20 orang (74.1%) dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi persalinannya. Hasil uji Fisher’s Exact test menunjukkan peran gender mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar (p-value < 0,05). Disarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenai penerapan peran gender dalam pemilihan pelayanan masa persalinan, agar ibu hamil dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan. Kata kunci: pengambilan keputusan, peran gender
IMPLEMENTASI PENGETAHUAN KELUARGA TERHADAP PEMBATASAN CAIRAN PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI KASSI KOTA MAKASSAR: Implementation Of Family Knowledge On Fluid Limitations In Patients Chronic Kidney Failure Undergoing Hemodialysis In The Work Area Kassi Kassi Health Center Muhasidah, Muhasidah; Kongkoli, Erlina Y
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi pengetahuan keluarga terhadap pembatasan cairan merupakan kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam memberikan perawatan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami gambaran implementasi pengetahuan keluarga terhadap pembatasan cairan pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif yang memberikan deskripsi suatu kasus tertentu dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Mei 2024 sampai dengan 31 Juni 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi Kassi. Terdapat dua subyek pada penelitian ini yaitu subyek I (Ny. N) dan subyek II (Ny. NY). Data yang diperoleh didapatkan dari hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dari kedua subjek penelitian terdapat perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan implementasi pengetahuan keluarga terhadap pembatasan cairan pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa, sebelum dilakukan implementasi pengetahuan kedua subjek penelitian berada dalam kategori pengetahuan kurang baik tepatnya pada Ny.N dengan persentase pengetahuan sebanyak 36% dan Ny.NY dengan persentase pengetahuan sebanyak 64%. Sedangkan sesudah dilakukan implementasi pengetahuan kedua subjek penelitian berada dalam kategori pengetahuan baik dengn persentase tingkat pengetahuan 100% karena dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar. Selain itu, Interdialytic Weight Gain (IDWG) keluarga penderita gagal ginjal kronik setelah dilakukan implementasi pengetahuan keluarga terhadap pembatasan cairan pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa berada dalam kategori peningkatan ringan dan sedang. Keluarga pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sebaiknya meningkatkan pengetahuan tentang pembatasan cairan dan hemodialisa dengan aktif menggali informasi dengan aktif berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang berkompeten.
Competence Of Mothers and Cadres in Early Detection Of Stunting in 3 Provinces in Indonesia Muhasidah, Muhasidah; Hartati, Hartati; Baharuddin, Baharuddin; Saleh, Azizah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 2 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i2.1582

Abstract

Stunting can affect a child's growth and development, leading to low human resource quality, thus posing a risk to work productivity. The stunting rate has increased significantly over the past 10 years, particularly in Eastern Indonesia, requiring serious attention from various professions, particularly the government, in collaboration with health workers. Research Objectives: 1) To identify the understanding, attitudes, and skills of mothers and health workers regarding the recognition, early detection, and risk factors of stunting, 2) increasing the knowledge of mothers and health cadres about early detection of stunting from the womb to the first 1000 days of life, and 3) To design an effective and practical guidebook that mothers and health workers can use to identify, early detection, and risk factors for stunting in the first 1,000 lives.  Methods: This quantitative research study used a descriptive analytical design using a "One Group Pre-Post Test Design" and a pre-experimental method. The sample size was 210 mothers and health workers using a purposive sampling technique in the cities of Makassar, Mataram, and Soe, NTT.  The results of the study in Makassar City and Soe City (NTT) showed that the level of knowledge of mothers about early detection of stunting was mostly lacking, namely 136 (93.8%). The level of knowledge of cadres about early detection of stunting was mostly high, namely 13 people (86.7%). Most were lacking, namely 113 (93.42%). While the skills of cadres about early detection of stunting were mostly good, namely 55 people (61.8%). The mother's attitude towards early detection of stunting was mostly lacking, namely 106 (99.1%). Meanwhile, the cadre's attitude towards early detection of stunting was mostly good, namely 62 people (60.2%). The statistical test results obtained p = 0.000, so it can be concluded that there is a difference in the proportion of the level of knowledge, skills and attitudes of mothers and health cadres with the ability to recognize early detection and risk factors stunting. Conclusion: Knowledge, skills and attitudes of mothers and health cadres are very lacking regarding the introduction, early detection and risk factors for stunting, and there is a significant relationship between the level of knowledge, skills and attitudes of mothers and health cadres, with the introduction of early detection and risk factors for stunting.
Pengadaan Papan Bicara Pencegahan Merokok dan Penyalahgunaan Narkoba Secara Dini di Sekolah Dasar Kota Makassar Muhasidah, Muhasidah; Ahmad, Abd Kadir; Simunati, Simunati; Subriah, Subriah; Hartati, Hartati
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.8114

Abstract

Analisis situasi/masalah Mitra yaitu Muhasidah, dkk (2015-2018) telah melakukan penelitian pada 9 sekolah dasar di kota Makassar, antara lain SD IKIP 1 2 dengan besar sampel 67 org, yang merokok sebanyak 12 orang (17,9%), SD Minasa Upa 1 2 dengan besar sampel 91 anak, dengan anak merokok sebanyak 37 orang (40,6%), SDN Manuruki 1 2 dengan besar sampel 79 orang dengan jumlah merokok sebanyak 47 orang (59,4%), dan SD Inpres Paccerakkang dengan besar sampeL 72 anak, yang merokok sebanyak 39 orang (54,1%). Hasil Penelitian Muhasidah, dkk (2018) di SD kota Makassar ditemukan anak merokok 64 anak laki-laki (69,5%) dari 92 anak pada kelas 5 dan 6. Tujuan kegiatan : Meningkatkan Pemahaman anak, para guru dan Masyarakat yang ada dilingkungan sekolah tentang bahaya merokok dan penyalahgunaan narkoba secara dini, melalui media “PAPAN BICARA” Solusi yang telah dilakukan : pengadaan PAPAN BICARA secara permanen dihalaman sekolah untuk dapat dibaca setiap hari, dan membagikan buku tentang pencegahan merokok dan penyalahgunaan narkoba pada siswa laki-laki Metode pelaksanaan : Input : Menyusun proposal,laporan, buku dan isi papan bicara. Prosen ada pre test sebelum didirikan PAPAN BICARA BERDIRI, dan pembagian buku, dan post-test setelah ada PAPAN BICARA dan telah dibagikan buku. Out Put : ada video kegiatan, ada 2 PAPAN BICARA berdiri permanen, ada JANJI SISWA yang dibaca setiap uapacara, ada buku, artikel nasional, dan HKI (sertifikat HKI dan Artikel diproses terbit akhit tahun) Konstribusi Mitra : menyiapkan lokasi pengabdian, memfasilitasi siswa yang menjadi mitra sasaran sebanyak 52 anak laki laki kelas 4 dan 5 Hasil kegiatan : berdiri 2 PAPAN BICARA, ada JAJANJI SISWA telah dibacakan setiap upacara, hasil uji N.Gain ditemukan anak laki laki yang memiliki pengetahuan tinggi 71,15% dan pengetahuan sedang yaitu 25%, dan pengetahuan rendah 3,8% tentang pencegahan merokok dan penyalahgunaan narkoba, serta hasil analisis data ditemukan dari 52 anak laki-laki, yang telah mencoba merokok 23 orang (44%) yaitu kelas 4 sebanyak 11 orang (21%), dan kelas 5 ada 12 orang (23%), dan yang belum pernah merokok sebanyak 29 orang (55,7%). siswa laki-laki di SDN Minasa Upa 1 dan Miasa Upa Arsyad. Target capaian pengabdian: 2 “Papan Bicara” yang efektif, menarik untuk dibaca anak SD dan masyarakat lainnya di dalam lingkungan sekolahnya, tentang pencegahan merokok dan penyalahgunaan narkoba, video, artikel, sertifikat HKI, foto foto kegiatan. Rencana Tindak Lanjut : apabila tim pengabdi telah selesai kegiatan ditahun ini, maka kami titipkan kepada kepala sekolah dan para guru untuk memantau dan melaksanakan dua kegiatan hirilisasi hasil pengabdian yaitu : setiap kegiatan upacara, salah satu siswa laki laki membacakan JANJI SISWA sebagai salah satu bacaan upacara.
Pelatihan Pemutusan Rantai Penularan TBC pada Keluarga Penderita di Kelurahan Karunrung dan Gunung Sari Kec. Rappocini Kota Makassar Hartati, Hartati; Muhasidah, Muhasidah; Baharuddin, Baharuddin; Gasma, Asmawati
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.8116

Abstract

Kota Makassar urutan pertama tertinggi angka kasus tuberculosis (TB) yaitu 7.608 kasus TB paru di Sulaweisi Selatan. Penanganan kasus TB pada setiap satu wilayah Puskesmas sejak pengabdi bekerja di salah satu Puskesmas kota Makassar (1992-1998) sampai saat ini hanya satu perawat sebagai petugas TB, yang diberi tanggung jawab sebagai penanganan kasus TB dan sebagai admin oprasional dalam penggunaan beberapa aplikasi tentang TB, sehingga untuk focus terhadap penurunan angka TB tidak dapat di jangkau oleh seorang petugas TB dalam satu wilayah Puskesmas, sehingga sangat perlu melibatkan seluruh perawat Puskesmas, kader Posyandu dan anggota keluarga penderita. Puskesmas Kassi-kassi salah satu wilayah kerja Puskesmas tertinggi kasus Tb paru membawahi Kelurahan Karunrung (lokasi Pengabdian) dengan angka Tb paru sangat tinggi dibanding kelurahan lainnya. Adapun jumlah kasus Tb Paru di Kelurahan Karunrung dengan angka Tb paru 11 orang di tahun 2021, tahun 22 orang di tahun 2022 (satu orang positif HIV) dan 27 orang ditahun 2023, semua penderita baru dan tidak ada pemeriksaan kontak, (Sumber Data PKM Kassi-kassi, April 2024). Kami memiliki data penderita Tb Paru secara rinci mulai dari NIK penderita sampai Alamat rumah lengkap dalam bentuk exel, yang ada di Kelurahan Karunrung sebagai lokasi pengabdian kami. Metode Pelaksanaan: 1) Melakukan FGD dengan Mitra pelaksana, 2) Melakukan Pelatihan 2 hari terhadap mitra sasaran yaitu anggota keluarga penderita 30 orang, 3) Membagikan formular batuk TBC kepada anggota keluarga yang mengikuti pelatihan, kemudian mengisi formular tersebut sesuai kejadian yang sebenarnya terhadap dirinya dan 2 anggota keluarga yang serumah dengan penderita TBC (Formulir Batuk TBC tentang isian gejala dan tanda TBCParu, terlampir). Tujuan dari pengisian formular batuk TBC ini untuk mendapatkan data tentang berapa oeang dalamsatu rumah yang telah ada tanda dan gejala TBC dan yang belum terpapar. Data tersebut sangat bermanfaat untuk melakuan TCM dalam penelitian atau pengabdian berikutnya. Hasil: Ditemukan bahwa keluarga penderita memiliki pengetahuan tinggi 21 orang (50%), pengetahuan sedang yaitu 19 orang (45%), dan pengetahuan rendah yaitu 2 orang(4,7%) tentang pemutusan rantai penularan setelah diberikan materi, dan keluarga penderita memiliki perubahan sikap yang positip yaitu 71,4% dan sikap sedang yaitu 28,6%, tentang pencegahan stunting setelah diberikan materi pada keluarga penderita. Kesimpulan: 1)Dari 25 keluarga penderita yang diberikan edukasi, Sebagian besar memiliki pengetahuan tinggi tentang pemutusan rantai penularan kuman TBC., 2)Sebagian besar keluarga penderita TBC telah bersikap positip setelah menerima materi dari tim pengabdi dan pakar TBC di Keluarahan Karunrug Kota Makassar, dan Ada 25 keluarga telah menerima buku petunjuk tentang pemutusan rantai penularan TBC di rumah maupun diluar rumah.