Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN FAKTOR TERHAMBATNYA PELAKSANAAN ANALISIS BERKAS REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RS AKADEMIK UGM Rustiyanto, Ery; Akhsani, Fathiya; Azizah, Qisti Nur
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v11i1.2142

Abstract

Background: Medical record quality assurance is one of the implementations. Efforts to maintain the quality of these records include analyzing inpatient medical records at the Gadjah Mada University (UGM) Academic Hospital. The analysis of inpatient medical records at the Gadjah Mada University (UGM) Academic Hospital is carried out by two people, with an average of 1,680 inpatients per month in 2024. Observations at the analyst's workplace reveal a significant accumulation of unanalyzed medical records. This accumulation of medical records disrupts other processes, such as the difficulty of locating inpatient records for patients who wish to borrow them, either by staff or for research purposes. Medical record analysis is performed on paper/manual medical records, and some have switched to electronic medical records. This is quite time-consuming for staff, as they must consult both manual and electronic medical records. Meanwhile, based on the trend in the number of inpatient visits during 2024, it is predicted that in 2025 the number of inpatient visits will increase to around 2,000 patients or even more per month. Objective: To identify factors hindering the analysis of inpatient medical records at the Gadjah Mada University (UGM) Academic Hospital. Research Method: This study used a descriptive design with a qualitative approach to identify factors hindering the implementation of inpatient medical record analysis at the Gadjah Mada University (UGM) Academic Hospital, using Fishbone analysis.
Analisis Kebutuhan Petugas Rekam Medis Berdasarkan Beban Kerja di Instalasi Rekam Medis RS Aisyiah Muntilan Rakhmawati, Fitria; Rustiyanto, Ery
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27446

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil observasi, RS Aisyiah Muntilan memiliki 7 orang petugas rekam medis yang terdiri dari 4 orang petugas pendaftaran dan 3 orang petugas pengolahan data dan pelaporan. Petugas pendaftaran terbagi dalam 3 shift yaitu: pagi, siang, malam, dan hari libur. Dengan adanya poliklinik saat shift pagi, petugas pendaftaran yang hanya 1 orang merasa keteteran dalam melayani pasien. Untuk membantu petugas pendaftaran, biasanya petugas pengolahan data dan pelaporan diturunkan sehingga akan mempengaruhi beban kerja petugas pengolahan data dan pelaporan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana beban kerja dan kebutuhan petugas rekam medis di RS Aisyiah Muntilan untuk mengetahui kebutuhan petugas secara keseluruhan dengan menggunakan metode WISN (Workload Indicator Staff Need) berdasarkan analisis problem solving yang dilakukan.Tujuan: Mengidentifikasi jumlah petugas rekam medis yang tersedia, mengidentifikasi uraian tugas petugas rekam medis, mengidentifikasi hambatan yang ada di Instalasi Rekam Medis dan solusinya, menghitung standar waktu kegiatan di Instalasi Rekam Medis, menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja di Instalasi Rekam MedisMetode: Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan penelitian crossectional. Sampel penelitian adalah petugas rekam medis di RS Aisyiah Muntilan dengan sampel terbatas.Hasil: Setelah dilakukan perhitungan kebutuhan petugas dengan rumus WISN ternyata tidak diperlukan penambahan petugas. Hal ini menunjukan bahwa beban kerja yang tinggi bukan karena kurangnya petugas namun karena sistem yang ada di pendaftaran dan poliklinik yang kurang baik.Kesimpulan: Penambahan petugas tidak diperlukan namun perlu perbaikan sistem yang ada.