Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analysis of Autism Students at SKH Al-Ihsan 02 Cilegon City Sufiyati, Uuf; Nadirah, Yahdinil Firda
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol, 9 No 4 (2024) : JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v9i4.7896

Abstract

Researchers conducted observations at the school because they wanted to ensure that education, attention, support and communication were optimal to help autistic students adapt to their environment. Children with autism must also be educated to help them behave like other normal children. This education must be provided by parents and their families, not just by teachers at school. Children with autism also need extra support and attention from their parents and families. Parents who have children with autism must know how to care for and accompany them to support their development and build social interactions, such as helping them learn, play and interact with other people. Additionally, communication is a particularly difficult challenge for people with autism; Parents can try several approaches to build communication with children with autism, such as imitating their child's sounds and play behavior to encourage more interaction.  
Treatment Efforts for PTSD Patients at the RSJ Nurrohman Kasemen Serang Banten Foundation Sari, Fitri Puspita; Nadirah, Yahdinil Firda
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol, 9 No 4 (2024) : JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v9i4.7897

Abstract

This research was conducted at the RSJ Nurrohman Kesemen Foundation, the researcher took this place because the researcher only focused on subjects who were included in ODGJ (People with Mental Disorders) who had problems with trauma disorders or Post Traumatic Stress Disorder. This subject experiences disturbances in his memory power, he sometimes forgets himself, feels afraid of people around him, is often alone, has difficulty sleeping and likes to engage in irregular behavior and words. This research aims to enable RSJ to increase insight into the treatment of PTSD patients. 
ANALISIS KESULITAN BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN 11 PANDEGLANG Mulyawan, Galuh; Maulia, Delia Ayunda; Prabowo, Arga Satrio; Nadirah, Yahdinil Firda
Journal of Professional Elementary Education Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Professional Elementary Education
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jpee.v4i1.127

Abstract

Elementary education is a crucial initial stage in shaping students' cognitive, affective, and psychomotor abilities. However, in the learning process, not all students are able to follow the material optimally. Many elementary school students experience learning difficulties, such as difficulty understanding the material, low learning motivation, and unsatisfactory learning outcomes. These difficulties, if not identified and addressed early on, can have an impact on students' academic, social, and emotional development. This study aims to analyze the diagnosis of students' learning difficulties at SDN 11 Pandeglang based on five indicators, namely the ability to receive material, interest in learning, perseverance in learning, feelings while participating in learning, and learning outcomes. This study uses a descriptive quantitative approach with data collection techniques through questionnaires and observations. The subjects of the study were students of SDN 11 Pandeglang. Data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques in the form of average scores and categorization. The results showed that most indicators of learning difficulties were in the moderate category, namely the ability to receive material (1.6), interest in learning (2.0), perseverance (2.25), and learning outcomes (2.12). Meanwhile, feelings during learning received the lowest score (1.3) and were included in the low category, indicating significant emotional barriers. This finding reinforces the importance of the role of teachers in recognizing and addressing students' learning difficulties comprehensively in order to create an effective, inclusive learning process that supports optimal student development.
Strategi Guru SKH Bina Citra Anak dalam Menangani Anak dengan Adhd: antara Tantangan dan Solusi Khoerunisa, Giska; Nadirah, Yahdinil Firda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas strategi guru dalam menangani anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas di SKH Bina Citra Anak. Masalah utama yang ditemui adalah kesulitan belajar, ketidakstabilan emosi, dan hambatan interaksi sosial yang mengganggu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penyesuaian pembelajaran yang diterapkan guru serta tantangan yang mereka hadapi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi berupa penataan ruang belajar minim gangguan, pemberian instruksi bertahap, penguatan perilaku positif, pemberian konsekuensi, serta pendampingan individual untuk membantu meningkatkan fokus dan pengendalian emosi siswa. Kerja sama dengan orang tua turut memperkuat keberhasilan intervensi. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi yang terstruktur, fleksibel, dan kolaboratif efektif dalam mendukung perkembangan akademik maupun sosial anak.
Peran Guru di SKH Mathla’ul Anwar Menes dalam Menangani ABK dengan Gangguan Autisme Marwah, Marsha Siti; Nadirah, Yahdinil Firda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran guru di SKH Mathla’ul Anwar Menes dalam menangani anak dengan gangguan autisme, khususnya siswa berinisial D yang berada pada tingkat autisme sedang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang memungkinkan peneliti memahami fenomena secara komprehensif dalam konteks nyata. Penelitian dilaksanakan pada 3 dan 10 Juni 2025 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua guru pendamping, yaitu Ibu Lilis dan Bapak Nanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting dalam mengelola perilaku siswa, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memfasilitasi interaksi sosial melalui penggunaan media visual, penguatan positif, dan pendampingan individual. Meskipun siswa masih mengalami hambatan dalam regulasi diri, fokus belajar, dan respons terhadap instruksi verbal, strategi adaptif yang diterapkan guru terbukti membantu meningkatkan kemampuan memahami tugas dan mengikuti rutinitas. Temuan ini memberikan gambaran mengenai praktik efektif dalam pembelajaran bagi anak autis di sekolah khusus.
Trauma KDRT dan Perilaku Posesif Remaja: Studi Kasus di Pusat Rehabilitasi Serang: Penelitian Wiwin Sulistiyawati; Nadirah, Yahdinil Firda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3771

Abstract

This qualitative case study aims to explore the impact of witnessing Domestic Violence (DV) and parental divorce on adolescent mental health, focusing on the case of F (30 years old), who was treated at the "Welas Asih Indonesia Waras Ministry" Rehabilitation Center for Mentally Ill Persons (ODGJ) in Serang, Banten due to extreme possessive behavior towards her mother. This behavior is assumed to be deeply rooted in psychological trauma resulting from witnessing physical and psychological violence perpetrated by her father towards her mother since childhood. Using qualitative methods (in-depth interviews and observations), the results of the study indicate that the trauma of DV manifests as extreme possessive behavior in adolescence, characterized by constant clinging, monopolizing the mother's attention, and tantrums when attention is divided, which is consistent with characteristics of anxious-ambivalent attachment. The holistic intervention at the center, including individual counseling, daily activity therapy, and family counseling, has shown significant positive developments; Febra is now calmer, has fewer tantrums, and has improved emotional control, although she still faces challenges such as sometimes having incoherent speech and hallucinations.
Implementasi Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Perkembangan Sosial Emosional Siswa Berkebutuhan Khusus di SKH SMANTHA Alwaladi, M. Robbi; Nadirah, Yahdinil Firda
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.18111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendukung perkembangan sosial-emosional siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Khusus (SKH) SAMANTHA. Siswa berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang sangat beragam, sehingga memerlukan layanan konseling yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga fleksibel dan empatik sesuai kebutuhan individual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi seperti buku kejadian harian siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK berperan sebagai konselor, fasilitator, mediator, serta advokat yang mendampingi siswa dalam berbagai situasi sosial-emosional sehari-hari. Guru memberikan layanan konseling individual, bimbingan perilaku, serta pendampingan emosional yang dilakukan secara spontan berdasarkan kondisi yang muncul di kelas. Selain itu, guru BK juga berperan penting dalam menjembatani komunikasi antara sekolah dan orang tua melalui pencatatan rutin perkembangan siswa. Meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya, guru BK tetap menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan pendekatan yang adaptif. Secara keseluruhan, peran guru BK di SKH SAMANTHA terbukti berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan sosial, regulasi emosi, dan kemandirian siswa berkebutuhan khusus, meskipun dukungan kelembagaan yang lebih optimal masih sangat diperlukan.
Analisis Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Anak Autisme Qistina, Khodijah Ratu; Nadirah, Yahdinil Firda
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.18156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi peran orang tua dalam dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak autisme. Anak dengan autisme mengalami gangguan perkembangan neurologis yang memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, minat, dan perilaku. Mereka sering menunjukkan kesulitan mempertahankan kontak mata, sensitif terhadap rangsangan sensorik, mengalami hambatan berbicara, dan kesulitan memahami pesan verbal maupun nonverbal. Kondisi ini menyebabkan anak autisme menghadapi tantangan besar dalam menjalin hubungan dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar, baik dengan teman sebaya, guru, terapis, maupun keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak autisme melalui strategi, pendekatan, dan pola pengasuhan di lingkungan rumah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara langsung dengan informan yang telah memberikan persetujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai fasilitator, motivator, dan model dalam perkembangan sosial anak autisme. Melalui penerapan metode ABA (Applied Behavior Analysis) dan terapi bermain, orang tua dapat membantu anak meningkatkan kemampuan komunikasi, melatih interaksi timbal balik, dan mengembangkan keterampilan sosial dasar dalam rutinitas sehari-hari. Penelitian menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua, kolaborasi dengan tenaga profesional seperti guru, psikolog, dan terapis, serta penerapan strategi yang konsisten dan terstruktur menjadi kunci keberhasilan dalam membantu anak autisme mengembangkan kemampuan interaksi sosial dan beradaptasi dalam masyarakat.
Manajemen Kelas Inklusif: Kolaborasi Guru Kelas dan Guru Pembimbing Khusus Ridwan, Mochamad Fariz; Nadirah, Yahdinil Firda
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2025): AL-IRSYAD: JURNAL BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/bki.v7i2.18505

Abstract

Manajemen kelas inklusif merupakan elemen kunci dalam memberikan hak pendidikan yang setara bagi seluruh siswa, termasuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Keberhasilan kelas inklusif sangat bergantung pada kolaborasi strategis antara Guru Kelas (GK) dan Guru Pembimbing Khusus (GPK). Dokumen ini membahas mengenai pembagian peran, strategi pengajaran tim (co-teaching), serta pentingnya koordinasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aksesibel dan non-diskriminatif. Melalui sinergi yang tepat, hambatan belajar dapat diminimalisir dan potensi setiap siswa dapat dioptimalkan. Dengan demikian, manajemen kelas inklusif bukan hanya sekadar penyesuaian teknis, melainkan sebuah transformasi ideologis untuk mewujudkan keadilan sosial di lingkungan sekolah. Dalam implementasinya, GK bertanggung jawab atas manajemen kurikulum umum dan dinamika kelas secara luas, sementara GPK memberikan dukungan spesifik melalui modifikasi materi dan intervensi perilaku sesuai profil unik PDBK. Kolaborasi ini sering diwujudkan melalui strategi co-teaching (pengajaran tim), di mana kedua guru berbagi tanggung jawab dalam merencanakan, menyampaikan, dan mengevaluasi pembelajaran.
Penanaman Nilai Agama Dalam Membentuk Etika dan Moral Rizqi, Fatimah Tur; Nadirah, Yahdinil Firda; Sayehu, Sayehu; Fauzi, Anis; Mastoah, Imas; Wasehudin, Wasehudin; Hilmiyati, Fitri
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/d2xb3d82

Abstract

This study aims to examine the internalization of religious values in shaping individuals' ethics and morals, particularly within the context of education. In the era of globalization and rapid technological advancement, there has been a shift in values that affects the behavior of the younger generation. Therefore, the cultivation of religious values becomes a crucial foundation in building ethical and moral character. This research employs a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the consistent implementation of religious values through teaching, role modeling, and habituation effectively fosters discipline, responsibility, and positive social behavior. Furthermore, the roles of teachers, family, and environment significantly influence the success of the value internalization process. Thus, the cultivation of religious values is not only cognitive but also encompasses affective and psychomotor aspects integrated into daily life. This study is expected to contribute to the development of educational strategies oriented toward noble character building.