p-Index From 2021 - 2026
1.152
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Voering
PAKAN, YANRI
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS TORSI YANG DI TRANSMISIKAN DARI POROS ENGKOL KE POROS PROPELER JETSKI BERTENAGA MOTOR MATIC 115 CC MOA, VIVALDUS; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Voering - Desember 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i2.472

Abstract

Indonesia merupakan daerah dengan salah satu garis pantai terpanjang saat ini, hal tersebut juga yang menyebabkan berkembangnya olahraga air salah satunya Jetski. Walaupun permainan Jetski saat ini masih didomonasi oleh kalangan tertentu saja. Jetski merupakan suatu permainan wisata air yang menggunakan boat bertenaga motor. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik melakukan pengujian memodifikasi mesin Jetski dengan mengunakan as propeller mesin ketingting (motor laut) untuk mengetahui transmisi putaran dari poros engkol ke poros propeller mesin jetski bertenaga motor matic mio soul. Dari penelitian yang dilakukan maka didapat pada penggunaan Torsi Poros Propeler di Darat dengan menggunakan putaran (rpm) rendah (1000 rpm) menghasilkan momen torsi sebesar 5.793,13 kg.mm dan pada putaran sedang (2000 rpm) menghasilkan 3.612,55 kg.mm sedangkan pada putaran tinggi (3000 rpm) menghasilkan 2.544,20 kg.mm. dan pada penggunaan Torsi Poros Propeler di Laut dengan menggunakan putaran (rpm) rendah (1000 rpm) menghasilkan momen torsi sebesar 491.617,64 kg.mm dan pada putaran sedang (2000 rpm) menghasilkan 77.750,55 kg.mm sedangkan pada putaran tinggi (3000 rpm) menghasilkan 33.919,11 kg.mm. Dari kedua pengujian yang dilakukan terlihat momen torsi yang dihasilkan pada poros propeller yang di uji dilaut lebih tinggi dibandingkan yang di uji didarat.
ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU UDARA MASUK DAN PUTARAN MOTOR TERHADAP DURASI PENYEMPROTAN BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR MATIC 4 TAK LERRYCK, ABRAHAM ANGKI; BUYUNG, SURIANTO; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.484

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dengan cepat, salah satunya pada dunia permesinan. Penggunaan karburator kini mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah dan menghemat pengguna bahan bakar serta menekan angka polusi udara melalui gas buangan kendaraan yang tinggi. Injeksi bahan bakar atau EFI (Electronic Fuel Injection) adalah sistem injeksi bahan bakar yang dikontrol secara elektronik. Injeksi ini dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam porporsi dan keseragaman. Pada pengujian pengaruh variasi suhu terhadap durasi penyemprotan didapatkan bahwa semakin tinggi dan rendah suhu udara masuk maka konsumsi bahan bakar akan mengalami peningkatan konsumsi bahan bakar. Sedangkan pada pengujian pengaruh variasi putaran mesin terhadap durasi penyemprotan bahan bakar rata- rata durasi penyemprotan memiliki hasil 2.0 ms sampai 3.5 ms, dari putaran mesin 1600 sampai 4000 rpm sehigga semakin tinggi putaran mesin maka durasi penyemprotan akan semakin cepat, dan konsumsi bahan bakar akan meningkat.
PENENTUAN UKURAN SABUK PADA TRAINER TURBIN CROSS FLOW MAKING, SIPRIANUS L.; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.819

Abstract

Pemakaian jenis Turbin Cross-Flow lebih menguntungkan dibanding dengan pengunaan kincir air maupun jenis turbin mikro hidro lainnya. Penggunaan turbin ini untuk daya yang sama dapat menghemat biaya pembuatan penggerak mula sampai 50 % dari penggunaan kincir air dengan bahan yang sama. Penghematan ini dapat dicapai karena ukuran Turbin Cross-Flow lebih kecil dan lebih kompak dibanding kincir air. Keuntungan dari turbin cross flow adalah dapat digunakan pada aliran air yang lebih lemah dan lebih dangkal dibandingkan dengan turbin lain seperti turbin francis atau turbin Pelton. Spesifikasi sabuk dan puli yang digunakan dalam sistem transmisi putaran daya generator 0,50 kVA adalah: Diameter poros turbin 19 mm; Diameter poros generator15 mm; Diameter luar puli turbin 335 mm; Diameter dalam puli turbin 19 mm; Diameter luar puli generator 110 mm; Diameter dalam puli generator 15 mm; Putaran poros turbin 868 rpm; Putaran poros generator 985 rpm; Kecepatan sabuk 15,22 m/s; sabuk yang digunakan sabuk-V tipe C dengan nomor nominal sabuk 52 dan Panjang keliling sabuk 1321 mm
ANALISIS TORSI YANG DI TRANSMISIKAN DARI POROS ENGKOL KE POROS PROPELER JETSKI BERTENAGA MOTOR MATIC 115 CC MOA, VIVALDUS; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Voering - Desember 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i2.472

Abstract

Indonesia merupakan daerah dengan salah satu garis pantai terpanjang saat ini, hal tersebut juga yang menyebabkan berkembangnya olahraga air salah satunya Jetski. Walaupun permainan Jetski saat ini masih didomonasi oleh kalangan tertentu saja. Jetski merupakan suatu permainan wisata air yang menggunakan boat bertenaga motor. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik melakukan pengujian memodifikasi mesin Jetski dengan mengunakan as propeller mesin ketingting (motor laut) untuk mengetahui transmisi putaran dari poros engkol ke poros propeller mesin jetski bertenaga motor matic mio soul. Dari penelitian yang dilakukan maka didapat pada penggunaan Torsi Poros Propeler di Darat dengan menggunakan putaran (rpm) rendah (1000 rpm) menghasilkan momen torsi sebesar 5.793,13 kg.mm dan pada putaran sedang (2000 rpm) menghasilkan 3.612,55 kg.mm sedangkan pada putaran tinggi (3000 rpm) menghasilkan 2.544,20 kg.mm. dan pada penggunaan Torsi Poros Propeler di Laut dengan menggunakan putaran (rpm) rendah (1000 rpm) menghasilkan momen torsi sebesar 491.617,64 kg.mm dan pada putaran sedang (2000 rpm) menghasilkan 77.750,55 kg.mm sedangkan pada putaran tinggi (3000 rpm) menghasilkan 33.919,11 kg.mm. Dari kedua pengujian yang dilakukan terlihat momen torsi yang dihasilkan pada poros propeller yang di uji dilaut lebih tinggi dibandingkan yang di uji didarat.
ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU UDARA MASUK DAN PUTARAN MOTOR TERHADAP DURASI PENYEMPROTAN BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR MATIC 4 TAK LERRYCK, ABRAHAM ANGKI; BUYUNG, SURIANTO; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.484

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dengan cepat, salah satunya pada dunia permesinan. Penggunaan karburator kini mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah dan menghemat pengguna bahan bakar serta menekan angka polusi udara melalui gas buangan kendaraan yang tinggi. Injeksi bahan bakar atau EFI (Electronic Fuel Injection) adalah sistem injeksi bahan bakar yang dikontrol secara elektronik. Injeksi ini dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam porporsi dan keseragaman. Pada pengujian pengaruh variasi suhu terhadap durasi penyemprotan didapatkan bahwa semakin tinggi dan rendah suhu udara masuk maka konsumsi bahan bakar akan mengalami peningkatan konsumsi bahan bakar. Sedangkan pada pengujian pengaruh variasi putaran mesin terhadap durasi penyemprotan bahan bakar rata- rata durasi penyemprotan memiliki hasil 2.0 ms sampai 3.5 ms, dari putaran mesin 1600 sampai 4000 rpm sehigga semakin tinggi putaran mesin maka durasi penyemprotan akan semakin cepat, dan konsumsi bahan bakar akan meningkat.
PENENTUAN UKURAN SABUK PADA TRAINER TURBIN CROSS FLOW MAKING, SIPRIANUS L.; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.819

Abstract

Pemakaian jenis Turbin Cross-Flow lebih menguntungkan dibanding dengan pengunaan kincir air maupun jenis turbin mikro hidro lainnya. Penggunaan turbin ini untuk daya yang sama dapat menghemat biaya pembuatan penggerak mula sampai 50 % dari penggunaan kincir air dengan bahan yang sama. Penghematan ini dapat dicapai karena ukuran Turbin Cross-Flow lebih kecil dan lebih kompak dibanding kincir air. Keuntungan dari turbin cross flow adalah dapat digunakan pada aliran air yang lebih lemah dan lebih dangkal dibandingkan dengan turbin lain seperti turbin francis atau turbin Pelton. Spesifikasi sabuk dan puli yang digunakan dalam sistem transmisi putaran daya generator 0,50 kVA adalah: Diameter poros turbin 19 mm; Diameter poros generator15 mm; Diameter luar puli turbin 335 mm; Diameter dalam puli turbin 19 mm; Diameter luar puli generator 110 mm; Diameter dalam puli generator 15 mm; Putaran poros turbin 868 rpm; Putaran poros generator 985 rpm; Kecepatan sabuk 15,22 m/s; sabuk yang digunakan sabuk-V tipe C dengan nomor nominal sabuk 52 dan Panjang keliling sabuk 1321 mm