Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis peningkatan produktivitas kerja mesin dengan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) di PT. Casa Woodworking Industry Harahap, Uun Novalia; eddy, eddy; Nasution, Chairunnisa
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v2i2.88

Abstract

TPM merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi perusahaan dengan menggunakan mesin/peralatan secara efektif. TPM juga bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dengan cara meningkatkan fungsi dan kinerja mesin/peralatan yang digunakan dan mengeliminasi six big losses yang terdapat pada mesin/peralatan. Objek penelitian adalah mesin Moulding. Data yang digunakan data satu tahun terakhir yaitu bulan Juli 2019 - Juni 2020, diperoleh nilai overall equipment effectiveness (OEE) yang berkisar antara 45,49 % - 74,35 %. Nilai OEE terendah pada bulan Desember 2019 yakni sebesar 45,49 % yang mana pencapaian ini sangat jauh merosot dari bulan-bulan sebelumnya dan masih sangat kecil dibandingkan dengan nilai OEE target perusahaan sebesar 85% dimanah menurunnya nilai OEE dipengaruhi oleh faktor yang paling dalam six big losses adalah Idling dan minor stoppages berkisar dari 24,68% - 61,07 % , Reduced speed sebesar 9,09 % - 15,68 % dan Breakdown Loss sebesar 2,21% - 17,48. Sementara empat faktor lain berpengaruh kecil yaitu masih di bawah 10%.. Solusi untuk melakukan perbaikan dengan konsep Total Productive Maintenance (TPM) yang didalamnya meliputi autonomous maintenance.
MOTIF PENGGUNAAN AKUN INSTAGRAM @LAMBENYINYIR: (Studi Deskriptif Kualitatif Motif Penggunaan Akun Instagram @lambenyinyir dalam Kebutuhan Hiburan pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara ) Safrin; Nasution, Chairunnisa
Komunika Vol. 16 No. 1 (2020): Komunikasi dan New Media
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.92 KB) | DOI: 10.32734/komunika.v16i1.5290

Abstract

Penelitian ini berjudul “Motif Penggunaan Akun Instagram @lambenyinyir” (Studi Deskriptif Kualitatif Motif Penggunaan Akun Instagram @lambenyinyir dalam Kebutuhan Hiburan pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan akun instagram @lambenyinyir pada kalangan mahasiswa di universitas sumatera utara dan untuk mendeskripsikan kebutuhan hiburan mahasiswa dalam mengakses akun ini. Paradigma penelitian adalah konstruktivisme. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi, new media, teori kebutuhan, teori uses and gratifications, dan jejaring sosial. Metode penelitian ini adalah metode peneltian deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah lima orang mahasiswa universitas sumatera utara yang mengikuti akun instagram @lambenyinyir dan juga pengguna aktif Instagram. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan akun instagram @lambenyinyir adalah akun berita infotainment dengan konten negatif yang menggiring opini publik ke persepsi negatif dengan konten yang diunggahnya. Motif mahasiswa dalam penggunaan akun instagram @lambenyinyir didorong oleh motif diversi, personal identitas dan kognitif. Kebutuhan Hiburan yang dicapai mahasiswa dalam penggunaan akun instagram @lambenyinyir adalah kebutuhan hiburan akan berita infotainment seputar selebritis tanah air yang sedang viral di masyarakat.
Penggunaan Alat Pengeras Suara pada Lantunan Adzan dan Ayat-ayat Al-Qur’an Menurut Pendapat MUI Sumatera Utara dan KH. Mahmud Mukhtar Nasution, Chairunnisa
Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah Vol 1 No 2 (2023): Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ajisd.v1i2.1910

Abstract

Adzan means to announce, convey information about a problem. Whereas according to the term is "certain utterances to announce the time of Fardhu prayer", or in other words is "announcement about the entry of Fadhu prayer times with certain pronunciations". Mosques in Indonesia have started using loudspeakers as a tool to voice religious communication activities such as the call to prayer, recitation of verses from the Koran, tarhim, praise, dhikr, recitations, lectures to religious speeches. The purpose of this research is to find out the views of the Chairman of the North Sumatra MUI and KH. Mahmud Mukhtar regarding the case of the use of loudspeakers. From the type of research conducted in the field and from a circular issued by the Ministry of Religion Number 05 of 2021 concerning Regulations for Loudspeakers in Mosques and Musholahs. As well as the views of scholars regarding the call to prayer using loudspeakers.
Analisis Tantangan Integritas Akademik dalam Etika Pancasila terhadap Kualitas Pembelajaran di FBS UNIMED Liani, Irma; Mustika, Cahaya; Nasution, Chairunnisa; Idris, Shayka Anisa; Simaremare, Greace; Tambunan, Rosmayani; Ramadhan, Taufiq
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5809

Abstract

Integritas akademik merupakan prinsip dasar dalam pendidikan tinggi yang menekankan kejujuran, etika, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dalam menjaga integritas akademik, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelanggaran akademik, hukum yang mengatur, serta mengeksplorasi peran nilai-nilai Pancasila dalam membangun budaya akademik yang berintegritas di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara untuk mengidentifikasi pola pelanggaran dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jasa joki tugas mahasiswa merupakan bentuk pelanggaran paling mendesak yang perlu segera ditangani karena tingkat urgensi dan pertumbuhannya yang tinggi. Selain itu, plagiarisme dan penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pengerjaan tugas juga masih menjadi tantangan, terutama bagi mahasiswa semester awal. Faktor utama yang mendorong pelanggaran akademik meliputi tekanan akademik, kurang pengawasan dosen, serta rendahnya kesadaran mahasiswa akan dampak negatif kecurangan akademik. Dari perspektif Pancasila, internalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan diperlukan untuk membangun budaya akademik yang lebih berintegritas.
Analisis Tantangan Integritas Akademik dalam Etika Pancasila terhadap Kualitas Pembelajaran di FBS UNIMED Liani, Irma; Mustika, Cahaya; Nasution, Chairunnisa; Idris, Shayka Anisa; Simaremare, Greace; Tambunan, Rosmayani; Ramadhan, Taufiq
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5809

Abstract

Integritas akademik merupakan prinsip dasar dalam pendidikan tinggi yang menekankan kejujuran, etika, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dalam menjaga integritas akademik, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelanggaran akademik, hukum yang mengatur, serta mengeksplorasi peran nilai-nilai Pancasila dalam membangun budaya akademik yang berintegritas di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara untuk mengidentifikasi pola pelanggaran dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jasa joki tugas mahasiswa merupakan bentuk pelanggaran paling mendesak yang perlu segera ditangani karena tingkat urgensi dan pertumbuhannya yang tinggi. Selain itu, plagiarisme dan penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pengerjaan tugas juga masih menjadi tantangan, terutama bagi mahasiswa semester awal. Faktor utama yang mendorong pelanggaran akademik meliputi tekanan akademik, kurang pengawasan dosen, serta rendahnya kesadaran mahasiswa akan dampak negatif kecurangan akademik. Dari perspektif Pancasila, internalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan diperlukan untuk membangun budaya akademik yang lebih berintegritas.
Students' Perception of using ChatGPT as a learning Media; A Case Study of German Language Education Students Nasution, Chairunnisa; Galingging, Ranita Br; Estepania, Prisnandia; Enjelina, Dea
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37367

Abstract

Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan di berbagai bidang, termasuk pendidikan bahasa. Salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam pembelajaran saat ini adalah ChatGPT, yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran, meningkatkan keterampilan menulis, dan menerima umpan balik instan. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman terhadap penggunaan ChatGPT sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman yang telah menggunakan ChatGPT dalam kegiatan belajar mereka, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran bahasa Jerman. ChatGPT dianggap membantu dalam memahami kosakata dan tata bahasa serta dalam memberikan contoh kalimat yang relevan, yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun, beberapa mahasiswa juga menyadari beberapa keterbatasan, seperti kemungkinan informasi yang tidak akurat dan potensi ketergantungan pada teknologi.