Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

READING QURAISH SHIHAB'S ORAL EXEGESIS ABOUT GLORIFYING WOMEN IN SOCIAL MEDIA M. Riyan Hidayat; Ahmad Murtaza MZ
International Conference on Social and Islamic Studies Proceedings of the International Conference on Social and Islamic Studies (SIS) 2021
Publisher : International Conference on Social and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper will explain the oral interpretation of Quraish Shihab about glorifying women on social media on the Shihab N Shihab program which is monitored by one of his daughters, Najwa Shihab. The description will explain in the form of a descriptive analysis approach. The data is collected from recorded social media documentation and literature studies. Meanwhile, the theory that will be used in this research is the theory of oral exegesis, which was initiated by Andreas Gorke. The author concludes that the oral practice developed by Quraish Shihab has two faces, namely the context in the Qur'an and the hadith, while the second is the context outside the text of the Qur'an and hadith which is more social in society.
Pemikiran Gender Asghar Ali Engineer tentang Konsep Keluarga Berencana Ahmad Murtaza MZ; Iin Parninsih; Raisa Zuhra Salsabila Awaluddin
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/substantia.v24i1.12280

Abstract

This paper aims to find an interpretation of gender justice in Asghar Ali Engineer's family planning concept. This research is text analysis, the data is obtained through a qualitative study process. The primary data in this paper is Asghar Ali Engineer's writing entitled Pembebasan Perempuan. This study results that family planning is understood as an effort to form a sakinah, mawaddah, and rahmah family, Asghar puts forward aspects of the relationship between husband and wife that have been forgotten. In addition, the moral aspect becomes an important emphasis in family planning. This article uses an epistemological study of interpretation to explore forms of gender-just interpretation of Asghar which focuses on three things, namely, sources, methods, and validity of interpretation with three theories of truth, coherence, correspondence, and pragmatism. The sources used by Asghar are the Qur'an, hadith, and ijma' ulama. While the method used is to prioritize normative verses that contain universal understanding. While the validity of Asghar's interpretation in the study of family planning applies the three theories of truth in his family planning discourse. Abstrak:  Tulisan ini bertujuan untuk menemukan tafsir berkeadilan gender dalam konsep keluarga berencana Asghar Ali Engineer. Penelitian ini bersifat analisis teks yang diperoleh melalui proses studi kualitatif. Data primer dalam tulisan ini adalah tulisan Asghar Ali Engineer berjudul Pembebasan Perempuan. Penelitian ini menghasilkan bahwa keluarga berencana dipahami sebagai upaya untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, Asghar mengedepankan aspek kesalingan antara suami dan istri yang selama ini terlupakan. Selain itu, aspek moral menjadi penekanan penting dalam keluarga berencana. Dalam artikel ini menggunakan kajian epistemologi tafsir untuk menggali bentuk penafsiran berkeadilan gender dari Asghar yang memfokuskan pada tiga hal yakni, sumber, metode, dan validitas penafsiran dengan tiga teori kebenaran, koherensi, korespondensi, dan pragmatis. Sumber yang digunakan Asghar adalah al-Qur’an, hadis, dan ijma’ ulama. Sedangkan metode yang digunakan adalah mengutamakan ayat normatif yang berisikan pemahaman universal. Sedangkan validitas penafsirannya Asghar dalam kajian keluarga berencana menerapkan ketiga teori kebenaran dalam diskursus keluarga berencana yang digagasnya. Di samping itu pula peranan pemerintah dan juga pemuka agama sangat diperlukan agar keluarga berencana dapat terealisasikan yang sesuai dengan tujuan-tujuannya. 
Influencer dalam Al-Qur???an: Sebuah Kajian Tafsir Tematik Ahmad Murtaza MZ; M. Riyan Hidayat
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.323

Abstract

Pada penelitian pustaka (library research) ini memiliki tujuan untuk menggali lebih dalam makna influencer yang terdapat dalam literatur kitab-kitab tafsir terhadap surat An-Nahl ayat 125 tentang penggunaan media sosial oleh influencer. Di samping itu, penelitian ini merupakan kajian tafsir tematik agar dapat mengungkapkan makna dari influencer yang sesuai dengan petunjuk dari Al-Qur???an yang dibuktikan melalui literatur tafsir hingga menemukan aturan-aturan dari Al-Qur???an yang bermanfaat bagi influencer. Prinsip-prinsip yang terkandung dari Al-Qur???an ini bermaksud agar influencer memberikan dampak positif bagi tiap pengikutnya di media sosial. Dalam penelitian ini menghasilkan bahwa tiap influencer memiliki caranya tersendiri dalam menyampaikan kebaikan yang disesuaikan dengan sarana prasarana masa sekarang.
Nilai-Nilai Resiprokal dalam Moderasi Beragama: Analisis Qirā’ah Mubādalah terhadap QS. Al-Baqarah [2]: 143 Ahmad Murtaza MZ; Satria Tenun Syahpurta
Contemporary Quran Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/cq.v1i2.5688

Abstract

Moderasi beragama adalah suatu keniscayaan yang harus diwujudkan di Indonesia, mengingat pluralitas agama merupakan landasan fundamental berdirinya bangsa ini. Moderasi ini tidak hanya relevan dalam konteks sosial, tetapi juga esensial untuk menjaga stabilitas nasional dan keharmonisan antar umat beragama. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai resiprokal dalam moderasi beragama sebagaimana diisyaratkan dalam QS. Al-Baqarah: 143. Penelitian ini menggunakan pendekatan Qirā’ah Mubādalah yang dikembangkan oleh Faqihuddin Abdul Kodir, yang menekankan penafsiran yang inklusif dan berkeadilan. Pendekatan ini tidak hanya menekankan penafsiran egaliter antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga dapat diaplikasikan untuk mengidentifikasi nilai-nilai kesalingan dalam teks-teks keagamaan, yang menjadi landasan penting dalam upaya mempromosikan toleransi dan penghormatan antar umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Baqarah: 143 mengandung dua nilai resiprokal yang mendukung moderasi beragama: pertama, nilai saling menghormati antar pemeluk agama; kedua, nilai menjaga kerukunan antar umat beragama. Kedua nilai ini memperkuat argumen bahwa moderasi beragama bukan hanya sebuah konsep teoretis, tetapi juga merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Lebih jauh, penelitian ini menegaskan bahwa moderasi beragama, sebagaimana diuraikan dalam Al-Qur'an, adalah solusi efektif untuk menangkal ekstremisme dan radikalisme yang dapat mengancam kohesi sosial di Indonesia.