Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rumah Kreatif dan Inovasi Sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat Kampung Muara Bahari Anita Yunia; Janette Maria Pinariya
Journal of Servite Vol. 1 No. 1 (2019): Journal of Servite
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/102001120193

Abstract

Banyaknya jumlah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia, membuat semakin banyak upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dari berbagai pihak, salah satunya adalah pihak pemerintah Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain menjalani tugas pokok dalam program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNN juga menerapkan program pemberdayaan alternatif sebagai program pendukung untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba. Kampung Muara Bahari merupakan salah satu wilayah sasaran program pemberdayaan alternatif yang dilakukan BNN Kota Jakarta Utara bersama PT Indonesia Power UPJP Priok. Pemberdayaan alternatif ini dilakukan berdasarkan banyaknya pengguna narkoba yang direhabilitasi serta temuan kasus narkoba di wilayah tersebut. Upaya pemberdayaan di kampung Muara Bahari ini dilakukan di Rumah Kreatif dan Inovasi dengan menghadirkan berbagai program kreatif dan inovasi melalui metodologi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Selain untuk meminimalisir angka pengguna narkoba, tujuan pemberdayaan ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat dan klien pascarehabilitasi narkoba. Berdasarkan hasil evaluasi, upaya pemberdayaan yang dilakukan di Rumah Kreatif dan Inovasi ini membawa banyak perubahan kepada masyarakat. Selain dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan ini membuat tali silaturahmi masyarakat kampung Muara Bahari menjadi saling terjaga. Banyaknya jumlah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia, membuat semakin banyak upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dari berbagai pihak, salah satunya adalah pihak pemerintah Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain menjalani tugas pokok dalam program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNN juga menerapkan program pemberdayaan alternatif sebagai program pendukung untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba. Kampung Muara Bahari merupakan salah satu wilayah sasaran program pemberdayaan alternatif yang dilakukan BNN Kota Jakarta Utara bersama PT Indonesia Power UPJP Priok. Pemberdayaan alternatif ini dilakukan berdasarkan banyaknya pengguna narkoba yang direhabilitasi serta temuan kasus narkoba di wilayah tersebut. Upaya pemberdayaan di kampung Muara Bahari ini dilakukan di Rumah Kreatif dan Inovasi dengan menghadirkan berbagai program kreatif dan inovasi melalui metodologi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Selain untuk meminimalisir angka pengguna narkoba, tujuan pemberdayaan ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat dan klien pascarehabilitasi narkoba. Berdasarkan hasil evaluasi, upaya pemberdayaan yang dilakukan di Rumah Kreatif dan Inovasi ini membawa banyak perubahan kepada masyarakat. Selain dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan ini membuat tali silaturahmi masyarakat kampung Muara Bahari menjadi saling terjaga. Kata Kunci: Indonesia Darurat Narkoba, Partisipasi Masyarakat, Pemberdayaan Alternatif, Pencegahan dan Pemberantasan
Perubahan Kebijakan Publik Akibat Media Framing Pemberitaan Rencana Penghapusan Gas Tabung Elpiji Setyaningtyas, Emilya; Sihombing, Aprida Mardelina; Anita Yunia
Jurnal Paradigma Vol 30 No 1 (2026): January 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v30i1.16380

Abstract

The 3-kilogram (kg) LPG cylinder is a primary energy source for low-income households and micro-enterprises in Indonesia. In February 2025, the government implemented a policy restricting the sale of subsidized 3 kg LPG exclusively through registered distribution bases, eliminating informal retailers. This policy immediately triggered widespread public reactions and intense national media coverage. This study aims to analyze how national online media framed the LPG distribution policy and how such framing contributed to public pressure that led to policy reconsideration. Using a qualitative approach and Entman’s framing analysis model, this study examines four framing elements: problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. Data were collected from news articles published by four major Indonesian online media outlets detik.com, kompas.com, republika.com, and liputan6.com during January–March 2025. The findings indicate that dominant media framing emphasized social injustice, limited accessibility, and weak policy communication, which amplified public dissatisfaction and accelerated government policy adjustment. This study contributes to media framing literature by demonstrating how media framing operates not only as a meaning-construction mechanism but also as a catalyst for short-term public policy change. The findings also highlight the strategic role of Government Public Relations (GPR) in managing policy communication for sensitive public issues.