Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pendidikan Ibnu Miskawih dan Relevansinya dengan Kurikulum Berbasis Cinta di Tingkat Madrasah Ibtidaiyah maulana, M. Fahmi
Dawuh Guru: Jurnal Pendidikan MI/SD Vol 6 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Mafa Press in Collaboration with PGMI Tarbiyah Faculty IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/guru.v6i1.2184

Abstract

This study aims to analyze the conceptual relevance of Ibn Miskawayh's educational thought to the Love-Based Curriculum (KBC) at the madrasah level. The study focuses on the suitability of values, alignment of educational objectives, relevance of methods, and paradigmatic connectedness. This study uses a qualitative approach with a library research type. Data are sourced from Ibn Miskawayh's main works, especially Tahdzīb al-Akhlāq wa Taṭhīr al-A‘rāq, literature on the Love-Based Curriculum, and other relevant scientific sources. The results show a strong alignment between Ibn Miskawayh's concept of morality and love as the core value of the KBC in shaping students' personalities. This alignment is also evident in the educational goal, namely the formation of people with morals and loving character through the integration of intellectual, emotional, and moral dimensions. In addition, the principles of habituation, exemplary behavior, and moral experience in Ibn Miskawayh's thought are in line with the value of habituation and experiential learning approaches in the KBC. This study concludes that Ibn Miskawayh's educational thinking has strong conceptual and normative relevance to the Love-Based Curriculum paradigm as a humanistic educational model in the madrasa environment.
INTEGRASI NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBELAJARAN PAI SEKOLAH DASAR Amin Ali Prabowo, Febri; Maulana, M. Fahmi; Mutamimah, Duwi Habsari
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i1.7069

Abstract

 Moderasi beragama merupakan prinsip penting yang harus ditanamkan sejak dini dalam kehidupanberbangsa dan beragama, terutama dalam masyarakat Indonesia yang plural. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan bentuk integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) diSD Negeri Pacitan, menganalisis strategi yang digunakan guru dalam proses internalisasi nilai tersebut, sertamengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dandokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkanbahwa nilai-nilai moderasi beragama yang diintegrasikan meliputi toleransi, anti-kekerasan, penghargaan terhadapperbedaan, dan komitmen kebangsaan. Integrasi dilakukan secara kontekstual melalui tema pembelajaran, aktivitaskelas seperti diskusi, bermain peran, hingga refleksi personal, serta penguatan melalui modul ajar yang dirancangsendiri oleh guru. Strategi utama yang diterapkan adalah pembelajaran kontekstual berbasis kelompok dan tematik,serta pemanfaatan kegiatan luar kelas dan kerja sama dengan orang tua serta komunitas sekolah. Faktor pendukungmencakup komitmen guru, budaya sekolah yang inklusif, dukungan kepala sekolah, serta kebijakan kurikulum yangmemberi ruang untuk penguatan karakter. Sementara itu, tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan panduanajar yang eksplisit tentang moderasi, stereotip dari lingkungan siswa, serta perbedaan latar belakang sosial budayasiswa yang memerlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilaimoderasi beragama di SD Negeri Pacitan telah berjalan secara aktif dan kontekstual, meskipun masih memerlukanpenguatan dari sisi kebijakan dan sumber daya pembelajaran.Kata kunci: Nilai Moderasi Beragama, Pembelajaran PAI, Sekolah