p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH ABDIMAS
Haeirina, Kurniati Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menuju Akselerasi Kemampuan Digital Storytelling bagi Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Sumedang Mihardja, Eli Jamilah; Nurvina, Pipit; Manfaat, Jauhari; Priharini, Agatha Tri; Damayanti, Karina; Fariardhany, Fakhrurezza; Haeirina, Kurniati Putri
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan digital storytelling merupakan kompetensi kunci dalam penguatan komunikasi publik berbasis komunitas, khususnya bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang berperan sebagai media lokal di tingkat desa dan kecamatan. Di Kabupaten Sumedang, KIM dihadapkan pada tuntutan transformasi digital yang semakin meningkat seiring dengan kebijakan tata kelola digital daerah. Namun demikian, kapasitas KIM dalam memproduksi narasi digital yang informatif, kontekstual, dan menarik masih terbatas. Konten yang dihasilkan cenderung bersifat dokumentatif, minim struktur cerita, dan belum berorientasi pada keterlibatan audiens. Artikel ini bertujuan menyajikan studi pendahuluan sebagai dasar perancangan program pendampingan akselerasi kemampuan digital storytelling bagi KIM di Kabupaten Sumedang. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratoris dengan desain studi kasus, melalui observasi awal, diskusi kebutuhan (needs assessment), serta pemetaan kapasitas hulu–hilir KIM di berbagai kecamatan. Analisis difokuskan pada praktik produksi konten, pemahaman narasi lokal, pemanfaatan platform digital, serta kesiapan kelembagaan KIM dalam mengelola pesan publik berbasis cerita. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar KIM belum memiliki pemahaman konseptual dan teknis mengenai digital storytelling. Ketiadaan struktur redaksi, kalender konten, dan protokol editorial menyebabkan narasi lokal tidak terbangun secara konsisten dan berdampak pada rendahnya jangkauan serta keterlibatan audiens. Temuan ini menegaskan urgensi pendampingan yang berfokus pada penguatan literasi komunikasi digital, pelatihan produksi konten naratif berbasis konteks lokal, serta integrasi storytelling dengan tata kelola media komunitas. Studi ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pengembangan model pendampingan digital storytelling KIM dalam mendukung transformasi digital daerah yang inklusif dan berkelanjutan
Komunikasi Digital sebagai Instrumen Pelestarian Cagar Budaya: Program Pengabdian Masyarakat di Kota Bandung Daragana, R. Subchan; Kencana, R. Femmy Diajeng; Alamsyah, Alamsyah; Akriadi, Akriadi; Lestari, Linda; Mihardja, Eli Jamilah; Wijaya, Bambang Sukma; Haeirina, Kurniati Putri
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.6187

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat memahami dan memaknai warisan budaya perkotaan. Di tengah dominasi konten instan dan visual di ruang digital, narasi cagar budaya kerap terpinggirkan dan berisiko direduksi menjadi sekadar objek estetika. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Bandung Heritage Seminar & Training yang diselenggarakan oleh mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie melalui mata kuliah Komunikasi Digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi komunikasi digital masyarakat dalam mendukung pelestarian dan promosi cagar budaya Kota Bandung. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui seminar, diskusi interaktif, dan pelatihan literasi komunikasi yang dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan pemerintah daerah dan komunitas budaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai nilai cagar budaya serta kesadaran kritis terhadap peran media digital sebagai instrumen pelestarian non-fisik. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas dalam membangun narasi heritage berbasis komunikasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa komunikasi digital memiliki peran strategis dalam pelestarian cagar budaya apabila digunakan secara kontekstual, reflektif, dan bertanggung jawab, serta dapat menjadi model pengabdian masyarakat berbasis komunikasi di era digital