Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektifitas Pembelajaran Di STT Tabernakel Indonesia Semester Genap 2019-2020 pada Masa Pandemi Covid-19 Zebua, Kasieli
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.811 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i11.4559

Abstract

Pelaksanaan perkuliahan tatap muka sebagaimana diatur dalam Standar Pendidikan Nasional Tinggi di STT Tabernakel Indonesia pada semester genap 2019-2020 secara tiba-tiba berubah menjadi perkuliahan online akibat pandemi COVID-19. Oleh sebab itu permasalahan dalam penelitian ini berusaha mengetahui pengaruh media vitrual online terhadap efektifitas pembelajaran di STT Tabernakel Indonesia semester genap 2019-2020 pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa S1 STT Tabernakel Indonesia Surabaya. Adapun jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, hipotesis serta deskripsi data hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa besarnya nilai koefisien (R) yaitu sebesar 0,807 > nilai rtabel 0,2573, dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,651 (65,1%). Juga hasil uji hipotesis diperoleh nilai t-statistik (thitung 1,697 > ttabel 1,684) dan nilai signifikan 0,000 < 0,5. Dengan demikian terdapat pengaruh signifikan pengaruh media vitrual online (variabel X) terhadap efektifitas pembelajaran (variabel Y) di STT Tabernakel Indonesia semester genap 2019-2020 pada masa pandemi COVID-19
Prinsip-prinsip Penginjilan Kontekstual bagi Kaum Intelektual–Religius Berdasarkan Kisah Para Rasul 17:16-34 Zebua, Kasieli; Oktavianus, Yogi
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v4i1.79

Abstract

Orang percaya dipanggil untuk memberitakan Injil kepada setiap orang sesuai Amanat dari Tuhan Yesus. Pemberitaan Injil ini merupakan tugas yang mulia sebab menuntun orang kepada kehidupan kekal. Namun, pemberitaan Injil bukanlah tugas yang mudah sebab diperhadapkan dengan berbagai tantangan dan rintangan yang besar, apalagi dalam menghadapi kaum intelektual-religius yang sudah memiliki pola pemahaman yang kuat terhadap keyakinan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan untuk menemukan prinsip-prinsip penginjilan kontekstual bagi para intelektual-religius berdasarkan Kisah Para Rasul (KPR) 17:16-34 yang berfungsi sebagai pedoman penginjilan kontekstual bagi orang percaya saat ini. Penulis melaksanakan penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan hermeneutik terhadap teks dan kajian kepustakaan. Hasil analisis terhadap teks KPR 17:16-34 ditemukan aturan-aturan dasar penginjilan sesuai dengan konteks bagi kaum intelektual-religius yakni: memiliki hati yang berbelas kasihan; memiliki self-confidence dalam Injil Kristus; dan memiliki perspektif yang benar terhadap keberhasilan penginjilan.
Studi Kritis Terhadap Gerakan LGBT dalam Perspektif Etika Kristen Zebua, Kasieli; Sugiana, Johny; Mc.Dray, Timotius Alex
Jurnal Teologi Injili Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v4i2.144

Abstract

Fenomena LGBT  (Lesbian,  Gay,  Biseksual,  dan  Transgender) belakangan ini memang telah menimbulkan banyak kekuatiran, termasuk di dalam masyarakat Gereja. Pandangan gereja terhadap LGBT sangat bervariasi tergantung pada denominasi, aliran teologis, dan konteks budaya. Gereja-gereja dengan pandangan konservatif cenderung memandang LGBT  sebagai  pelanggaran  terhadap  ajaran  Alkitab.  Mereka mendasarkan pandangan mereka pada beberapa pasal Alkitab yang dianggap melarang hubungan homoseksual dan menolak terhadap pernikahan sesama jenis. Gereja-gereja yang lebih progresif atau inklusif dapat memiliki pandangan yang lebih terbuka terhadap LGBT. Mereka menekankan nilai-nilai kasih, penerimaan, dan keadilan sosial. Beberapa gereja mungkin memahami bahwa pandangan tradisional terhadap homoseksualitas dapat disesuaikan dengan konteks budaya dan ilmu pengetahuan yang berkembang. Berdasarkan uraian di atas, penulis bertujuan untuk menggali bagaimana pandangan Alkitab mengenai LGBT dan bagaimana Etika Kristen serta sikap gereja terhadap fenomena ini. Dalam tulisan ini penulis menggunakan metode studi pustaka, di mana sumber dari  penulisan  ini  sendiri  berasal  dari  bahan-bahan tertulis serta referensi-referensi yang relevan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LGBT adalah tindakan yang berdosa di hadapan Allah yang merusak struktur pernikahan kudus, serta tatanan sosial yang benar.
Kajian Kristologis Lukas Pasal 7: Dimensi Keilahian Yesus dan Implikasinya bagi Iman Kristen Zebua, Kasieli
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i1.126

Abstract

Sikap skeptis pada keilahian Kristus terus berkembang hingga saat ini. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek-aspek Kristologis dalam Injil Lukas pasal 7, dengan fokus pada pemahaman tentang Keilahian Yesus dan implikasinya bagi iman Kristen. Lukas pasal 7 menyajikan narasi-narasi kunci yang memperlihatkan keilahian Yesus melalui tindakan, pengajaran, dan interaksi-Nya dengan berbagai karakter. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis naratif yakni tafsir terhadap Lukas 7, akan mengidentifikasi tema-tema teologis yang menunjukkan otoritas Yesus sebagai Mesias, Anak Allah. Hasil penemuan penelitian ini dari peristiwa-peristiwa penting seperti penyembuhan, pengampunan dosa, dan pengajaran-Nya, menyatakan keilahian dan ketuhanan Yesus. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana Kristologi dalam Lukas pasal 7 relevan dalam konteks masa kini dan berdampak pada penguatan iman pengikut Kristus.
Sebuah Refleksi Misi Berdasarkan Pemikiran Abraham Kuyper Zebua, Kasieli; Hura, Melianus
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.6 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.20

Abstract

Abraham Kuyper merupakan seorang tokoh gereja Reform yang berkebangsaan Belanda. Pemikiran teologinya telah memberikan pengaruh besar pada jamannya bahkan hingga saat ini, pemikirannya masih terus dilestarikan dalam gereja Tuhan. Etika mandat kultural merupakan upaya dalam merealisasikan bahwa Kristus adalah Raja segala bidang kehidupan. Gereja Tuhan harus mempersembahkan segala sesuatu kepada Allah dalam Kristus Yesus. Yesus adalah Anak Allah yang kekal dan Dialah yang menciptakan segala sesuatu, sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, yakni analisis historis-teologis dan teks Alkitab, artikel ini berupaya memaparkan pemikiran dan pemahaman dari Kuyper yang meliputi: Kristus, Anugerah Umum (Common Grace), Gereja dan Politik dengan harapan dapat memberikan implikasi pada gereja di Indonesia dalam menjalankan misi. Sehingga gereja menjadi terang dan garam dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam bidang sosial, budaya, seni, politik, ilmu pengetahuan, teknologi, kerohanian, dan sebagainya bagi kemuliaan Kristus.
Tinjauan Biblika Mengenai Perkawinan Poligami: Studi Kasus Pernikahan Abraham Dengan Hagar Dalam Kejadian 16:1-16 Dwiyono, Dwiyono; Zebua, Kasieli
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.5 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.21

Abstract

Artikel ini ditulis untuk melakukan tinjauan biblika terhadap masalah perkawinan poligami. Kejadian 16:1-16 merupakan narasi tentang perkawinan Abraham dengan Hagar, budak Sara. Namun kisah ini oleh sebagian orang dijadikan sebagai dasar pembenaran bagi pernikahan poligami. Kegiatan penelitian ini termasuk dalam ranah penelitian kualitatif dengan metode Hermeunetik yaitu penafsiran terhadap teks Alkitab yang sedang dibahas. Melalui penelitian ini didapati bahwa pernikahan Abraham dan Hagar adalah murni atas inisiatif Sara bukan atas perintah Allah. Allah tidak merancang pernikahan poligami, jadi ini tidak dapat dijadikan pembenaran bagi pernikahan poligami. Sebab fakta menunjukkan bahwa pernikahan poligami menimbulkan konflik yang besar dalam keluarga Abraham dan Sara. Kehadiran Hagar dan kemudian Ismael telah menimbulkan berbagai problem hingga mereka diusir menjadi pengembara di padang gurun Bersyeba.