Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) belakangan ini memang telah menimbulkan banyak kekuatiran, termasuk di dalam masyarakat Gereja. Pandangan gereja terhadap LGBT sangat bervariasi tergantung pada denominasi, aliran teologis, dan konteks budaya. Gereja-gereja dengan pandangan konservatif cenderung memandang LGBT sebagai pelanggaran terhadap ajaran Alkitab. Mereka mendasarkan pandangan mereka pada beberapa pasal Alkitab yang dianggap melarang hubungan homoseksual dan menolak terhadap pernikahan sesama jenis. Gereja-gereja yang lebih progresif atau inklusif dapat memiliki pandangan yang lebih terbuka terhadap LGBT. Mereka menekankan nilai-nilai kasih, penerimaan, dan keadilan sosial. Beberapa gereja mungkin memahami bahwa pandangan tradisional terhadap homoseksualitas dapat disesuaikan dengan konteks budaya dan ilmu pengetahuan yang berkembang. Berdasarkan uraian di atas, penulis bertujuan untuk menggali bagaimana pandangan Alkitab mengenai LGBT dan bagaimana Etika Kristen serta sikap gereja terhadap fenomena ini. Dalam tulisan ini penulis menggunakan metode studi pustaka, di mana sumber dari penulisan ini sendiri berasal dari bahan-bahan tertulis serta referensi-referensi yang relevan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LGBT adalah tindakan yang berdosa di hadapan Allah yang merusak struktur pernikahan kudus, serta tatanan sosial yang benar.
Copyrights © 2024