Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMAHAMAN PERATURAN FOUL AND VIOLATION WASIT BOLA BASKET UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI Via Diah Rohmana; Reo Prasetiyo Herpandika
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.762 KB) | DOI: 10.36526/kejaora.v6i2.1540

Abstract

Bola basket merupakan olahraga populer dikalangan masyarakat baik tingkat sekolah sampai tingkat umum, setiap pertandingannya pasti memiliki peraturan yang berlaku didalamnya agar permainan bola basket bisa berjalan sebaik mungkin. Peraturan bola basket memiliki macam nama seperti kata Foul dan Violation. Foul sendiri merupakan pelanggaran yang terjadi melibatkan lawan seperti Holding, Push, charging, blocking dan untuk violation sendiri merupakan kesalahan yang dibuat oleh diri sendiri untuk tim yang menyerang seperti Travelling, dribble, 3 second, 8 second, dan 24 second. Peraturan yang dibuat sudah dijelaskan dalam peraturan resmi bola basket. Wasit dilapangan tidak jarang mendapatkan protes yang berlebih dari pemain, official bahkan penonton yang anarkis. Jadi kinerja wasit dapat dinilai saat mereka memimpin pertandingan dilapanagan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui seberapa pemahaman wasit terkait peraturan resmi bola basket Foul dan Violation dan untuk melakukan survey ini peneliti menggunakan penelitian non-eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan hasil persentase, serta dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri dengan jumlah 30 orang. Dan sampel dalam penelitian ini adalah 15 orang. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat disimpulkan sebagai berikut tingkat pemahaman Foul dan Violation wasit Bola Basket Universitas Nusantara PGRI Kediri Untuk kategori sangat baik sebanyak 1 orang dengan persentase 7%, kategori baik sebanyak 12 orang dengan persentase 84%, untuk kategori cukup baik sebanyak 2 orang dengan persentase 13%, dan untuk kategori kurang dan sangat kurang sebanyak 0%.
OPTIMALISASI KEBUGARAN LANSIA MELALUI SOSIALISASI TEKNIK MASSAGE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN CIDERA DAN RELAKSASI Via Diah Rohmana; Rendhitya Prima Putra; Nurma Kusnun Kodriyah; Widi Hidayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5976

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut adanya intervensi promotif dan preventif untuk menjaga kesegasehatan, kebugaran, serta kualitas hidup Lansia di Dsn Krajan, Desa Dermosari, Tugu, Trenggalek, menunjukkan berbagai permasalahan seperti nyeri otot, keterbatasan mobilitas, dan rendahnya pemahaman mengenai teknik pemeliharaan kebugaran, termasuk pemanfaatan massage sebagai upaya pemulihan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia serta pendampingnya melalui pelatihan teknik dasar massage, khususnya effleurage, yang aman dan sesuai dengan kebutuhan fisiologis lansia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan mitra secara aktif pada setiap tahapan, mulai dari identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknik, pendampingan, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan peserta dalam menerapkan teknik massage dengan benar. Sosialisasi dan pelatihan berbasis praktik berhasil memberikan perubahan positif pada literasi kesehatan lansia, terlihat dari meningkatnya ketepatan gerakan, tekanan, dan ritme pijatan setelah pelatihan. Pendampingan lanjutan memperkuat kemampuan aplikatif peserta dalam menerapkan teknik effleurage secara aman dalam kegiatan sehari-hari. Program ini memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan keterampilan dan jangka panjang berupa potensi penerapan mandiri di lingkungan komunitas. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini mampu memberikan kontribusi strategis dalam mendukung kebugaran dan kualitas hidup lansia, serta membuka peluang pengembangan program serupa di masa mendatang.