Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Item Dalam Pembuatan Tes ., Sukoco
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 1, No 1 (2009): Speed 1 - 2009
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.546 KB) | DOI: 10.3112/speed.v1i1.1348

Abstract

Abstract : Men accessories can not be measured directly. To measure one’s competence it is needed an instrument, namely, test. Test consists of some items which each item describe every indicator. The indicators will make one’s competence. To make good test there must be item analysis that constructs it. There are two theories to analyze item, they are Classical Test Theory (CTT) and Item Response Theory (IRT). Item statistic on CTT are mostly used in selecting items, while item parameters on IRT are used in judging respondent scores, calibration, and equating test. The benefit of the parameters on IRT can be used on the adaptive test that is conducted by computer, bias study, and test equation.Keywords: Item analysis, test construction,  clasical tes teory, modern test theory Abstrak: Pria aksesori yang tidak dapat diukur secara langsung. Untuk mengukur kompetensi seseorang itu diperlukan instrumen, yaitu, tes. Tes terdiri dari beberapa item yang masing-masing item menggambarkan setiap indikator. Indikator akan membuat kompetensi seseorang. Untuk membuat tes yang baik harus ada analisis item yang membangun itu. Ada dua teori untuk menganalisis item, mereka Klasik Uji Teori (CTT) dan Barang Response Theory (IRT). Item statistik pada CTT sebagian besar digunakan dalam memilih barang-barang, sementara parameter item pada IRT digunakan dalam menilai skor responden, kalibrasi, dan menyamakan tes. Manfaat dari parameter pada IRT dapat digunakan pada tes adaptif yang dilakukan oleh komputer, studi Bias, dan persamaan uji.Kata kunci: analisis Item, konstruksi tes, clasical tes teory, teori uji modern
Pembelajaran Kooperatif Jenis Jigsaw Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika ., Sukoco
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 2, No 1 (2010): Speed 5 - 2010
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.823 KB) | DOI: 10.3112/speed.v2i1.1358

Abstract

Abstract: This study aimed to determine whether there is pe-climatic influence school life to students' creativity SMAN 2 Sukoharjo. A sample of 280 students. Data collection using the questionnaire. The data was analyzed us- ing SPSS version 11.5. Results of the study pointed out that climate-school life affect students' creativity in a positive and significant. The magnitude of climatic influences kehidup early school students 'creativity to reach 6.5%, while the contribution of climate-school life of the students' learning creativity reaches 0.130 on 32 946 constants. It can be concluded bah-wa scores each increase of one unit climate school life will mena-ikkan creativity of student learning at 0.130 to 32.946 constants.Keywords: school committee, school organizational culture, the productivity of school. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pe-ngaruh iklim kehidupan sekolah terhadap kreatifitas belajar siswa  SMA Negeri 2 Sukoharjo. Sampel sebanyak 280 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket. Data hasil penelitian dianalisis mengguna-kan komputer program SPSS Versi 11.5. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa iklim kehidupan sekolah mempengaruhi kreativitas belajar siswa secara positif dan signifikan. Besarnya pengaruh iklim kehidup-an sekolah terhadap kreativitas belajar siswa mencapai 6,5%, sedang-kan kontribusi iklim kehidupan sekolah terhadap kreatifitas belajar siswa mencapai 0,130 pada konstanta 32.946. Dapat disimpulkan bah-wa setiap kenaikan satu unit skor iklim kehidupan sekolah akan mena-ikkan kreatifitas belajar siswa sebesar 0,130 pada konstanta 32,946.Kata Kunci: komite sekolah, budaya organisasi sekolah, produktifitas sekolah.           
Crowd Framework Untuk Pengembangan Film Animasi 3D ., Sukoco
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 1, No 4 (2009): Speed 4 - 2009
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.798 KB) | DOI: 10.3112/speed.v1i4.842

Abstract

ABSTRACT: Crowd has been widely used in a variety of commercial products games and movies. The films were well-funded, has been widely used technique to give the crowd a colossal spectacular action picture. Although it has great potential but inIndonesiathe study of the crowd is still small. This paper aims to conduct a study on developing a framework for crowd simulation in the development of 3D animation.Keywords: Animation, Framework ABSTRAK : Crowd telah banyak dipakai dalam berbagai produk komersial game dan film. Film-film yang berdana besar, telah banyak menggunakan teknik crowd  untuk memberikan gambaran aksi kolosal yang spektakuler.Walaupun memiliki potensi yang besar tetapi di Indonesiastudi mengenai crowd masih sedikit. Paper ini bertujuan untuk melakukan studi mengenai framework untuk mengembangkan simulasi crowd  dalam pengembangan animasi 3D.Katakunci : Animasi, Framework
Teknologi Motion Capture Untuk Pembuatan Film Animasi 3d ., Sukoco
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 2, No 3 (2010): Speed 7 - 2010
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.015 KB) | DOI: 10.3112/speed.v2i3.849

Abstract

Kesulitan utama pengembangan film animasi 3 D adalah berhubungan dengan besarnya pembiayaan yang diperlukan dan teknologi yang mendukungnya. Hal ini disebabkan pembuatan film animasi 3D masih menggunakan teknologi yang digunakan masih berbasis pada teknologi keyframe. Teknologi keyframe menyebabkan pengerjaan sebuah film animasi membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar. Motion capture dapat mempercepat proses pembuatan film animasi 3D. Penyediaan peralatan motion capture dapat dilakukan secara bertahap untuk implementasi motion capture.
Pengontrol Lampu Penerangan Ruangan ., Sukoco
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 1, No 2 (2009): Speed 2 - 2009
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.202 KB) | DOI: 10.3112/speed.v1i2.1356

Abstract

ABSTRACT: Information technology is currently more rapid development. Almost all the equipment is controlled by using computer technology. Industrial machines already use computer technology as the controlling and production control. In this article the author tries to make an example of computer technology that is used to control room lighting with computer technology. Users no longer need to walk into the room intended to turn off or turn on the room lights, but only by pushing the button on the computer screen only. The author makes the program by using Visual Basic. May be useful.Keywords: Visual Basic, Lighting Control, Computer Technology ABSTRAK : Teknologi informasi saat ini makin pesat perkembangannya. Hampir semua peralatan sudah terkendali dengan menggunakan teknologi komputer. Mesin-mesin industri sudah menggunakan teknologi komputer sebagai pengendali dan pengontrol produksi. Pada artikel ini penulis mencoba membuat suatu contoh teknologi komputer yang digunakan untuk mengontrol lampu penerangan ruangan dengan teknologi komputer. Pemakai tidak perlu lagi berjalan ke ruangan yang dituju untuk mematikan atau menghidupkan lampu ruangan, tetapi hanya dengan menekan tombol yang ada di layar komputer saja. Penulis membuat program dengan menggunakan Visual Basic. Semoga dapat bermanfaat.Kata Kunci : Visual Basic, Pengontrol Lampu, Teknologi Komputer
Pemodelan Dan Pemetaan Panjang Lereng Dan Kemiringan Lereng Daerah Aliran Sungai Dengan Sistem Informasi Geografis ., Sukoco
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 1, No 3 (2009): Speed 3 - 2009
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.377 KB) | DOI: 10.3112/speed.v1i3.1164

Abstract

Panjang lereng dan kemiringan lereng merupakan bagian dari faktor yang menentukan besar erosi pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Pemetaan  panjang lereng dan kemiringan lereng secara manual untuk suatu area yang luas secara manual melalui survei lapangan membutuhkan waktu, usaha dan biaya yang besar. Agar dapat dilakukan pemetaan panjang lereng dan kemiringan lereng dapat dilakukan dengan cara pemodelan menggunakan sistem informasi geografis. Hasil akhir dari pemetaan adalah berupa peta digital panjang lereng dan kemiringan lereng dari suatu DAS.
Pemetaan Erosivitas Hujan Dengan Sistem Informasi Geografis ., Sukoco
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 2, No 2 (2010): Speed 6 - 2010
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.949 KB) | DOI: 10.3112/speed.v2i2.845

Abstract

Abstract: In Indonesia the main cause of soil erosion is water. One important factor affecting the major soil erosion is raining. In order to estimate the huge erosion in watersheds then must determine the magnitude of erosivitas rain in the area. By using the software model builder of Arc Gis mapping erosivitas rain.Keywords: Information Systems GeaografisAbstrak : Di Indonesia penyebab utama erosi tanah adalah air. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi besar erosi tanah adalah hujan. Agar dapat memperkirakan besar erosi di suatu daerah aliran sungai maka harus dihitung besar dari erosivitas hujan di daerah tersebut. Dengan menggunakan model builder dari perangkat lunak Arc Gis dilakukan pemetaan erosivitas hujan. Kata Kunci : Sistem Informasi Geaografis
Crowd Framework Untuk Pengembangan Film Animasi 3D ., Sukoco
SPEED - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 1, No 4 (2009): Speed Oktober 2009
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonwsia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.798 KB)

Abstract

ABSTRAKCrowd telah banyak dipakai dalam berbagai produk komersial game dan film. Film-film yang berdana besar, telah banyak menggunakan teknik crowd  untuk memberikan gambaran aksi kolosal yang spektakuler.Walaupun memiliki potensi yang besar tetapi di Indonesia studi mengenai crowd masih sedikit. Paper ini bertujuan untuk melakukan studi mengenai framework untuk mengembangkan simulasi crowd  dalam pengembangan animasi 3D.
Teknologi Motion Capture Untuk Pembuatan Film Animasi 3D Sukoco .
SPEED - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 2, No 3 (2010): Speed Juli 2010
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonwsia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.015 KB) | DOI: 10.55181/speed.v2i3.221

Abstract

Abstract: The main difficulty 3 D animated film development is related to the amount of financingrequired and the technology that supports it. This is due to the 3D animated film making is still usingthe technology used is based on the keyframe technology. Technology keyframe causes the executionof an animated movie takes a long time and a huge cost. Motion capture can speed up the process ofmaking animated films in 3D. Provision of motion capture equipment can be done in stages to theimplementation of motion capture.Keyword: Motion CaptureAbstrak : Kesulitan utama pengembangan film animasi 3 D adalah berhubungan dengan besarnyapembiayaan yang diperlukan dan teknologi yang mendukungnya. Hal ini disebabkan pembuatan filmanimasi 3D masih menggunakan teknologi yang digunakan masih berbasis pada teknologi keyframe.Teknologi keyframe menyebabkan pengerjaan sebuah film animasi membutuhkan waktu yang lamadan biaya yang besar. Motion capture dapat mempercepat proses pembuatan film animasi 3D.Penyediaan peralatan motion capture dapat dilakukan secara bertahap untuk implementasi motioncapture.Keyword : Motion Capture