Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN PUBLIC RELATIONS DALAM MENGAWAL REPUTASI INDUSTRI PERTAMBANGAN Mahmudah, Zulfatun
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.155

Abstract

Industri pertambangan, khususnya batu bara selalu disorot sebagai industri yang merusak lingkungan. Implementasi good mining practice oleh sejumlah industri tambang terlihat belum mampu mengubah opini tersebut. Bahkan kontribusi industri ini terhadap negara dalam bentuk pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), masih belum bisa mendorong publik melihat tambang secara berimbang. Banyaknya program CSR dengan pendanaan besar, juga belum mampu menutup opini negatif yang kerap muncul dalam sejumlah pemberitaan.Opini negatif publik terhadap kehadiran tambang, berdampak signifikan terhadap reputasi industri ini. Padahal reputasi sebagai intangible asset, memiliki arti penting bagi sebuah korporasi. Reputasi akan berimbas pada perolehan ijin sosial untuk beroperasi. Lantas bagaimana upaya industri pertambangan menjaga reputasinya? Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan optimalisasi peran public relations (PR). Di era komunikasi saat ini, dimana informasi begitu cepat tersebar, PR menjadi bagian penting dalam pembentukan reputasi korporasi. Industri tambang sebagai industri yang sangat rentan dengan issu negatif, sudah seharusnya mengoptimalkan peran PR. PR tidak bisa ditempatkan hanya  sebagai bayang-bayang operation, yang tertera dalam struktur korporasi hanya sebagai pelengkap saja.Paper ini tidak dimaksudkan untuk menguji pengaruh satu variable terhadap variable lain. Dalam paper  ini dipaparkan alternatif komunikasi dan penanganan opini publik di industri pertambangan, melalui peran PR. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatif deskriptif. Pemaparan didasarkan pada studi kasus penerapan PR di PT Kaltim Prima Coal (KPC).Ada dua alternatif yang dipaparkan dalam paper ini. Petama, penerapan communication plan dalam bentuk program preventif dan kuratif. Kedua, penerapan model PR berbasis karyawan sebagai agen PR. Tulisan ini juga dimaksudkan untuk melihat dampak langkah PR terhadap pemberitaan media dan kelancaran operasi tambang. Dengan langkah ini diharapkan pemberitaan tentang tambang lebih berimbang, sehingga reputasi industri pertambangan lebih baik di  masa mendatang.
Tante Lala's Comedy: Representation of Symbolic Annihilation on Women in Media Mahmudah, Zulfatun
I-Pop: International Journal of Indonesian Popular Culture and Communication Vol. 2 No. 1 (2021): I-POP Vol 2 No 1 (January-June 2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/i-pop.v2i1.122

Abstract

Tante Lala's comedy is a video depicting a mother who had difficulties while accompanying her child to study during the Covid-19 pandemic. The video shows the character of a mother who is impatient, angry, and even fails to educate her child. Unfortunately, the video went viral on social media and was even made viral by an infotainment program on TV and some media. This paper aims to reveal how the symbolic annihilation of women is practiced and reproduced and how the media presents stereotypes of women as a spectacle. This paper will also explore how female viewers perceive Tante Lala's video content. The research uses a cultural studies approach and critical discourse analysis as the method. The result shows that symbolic annihilation in Tante Lala's Video was represented by various texts, visual images, and text flow. Within 10:6 minutes, various texts' connotations of a woman character are found, contributing to women's symbolic annihilation. Visually, the camera focuses on the face depicting a fierce and bitchy character. Second, symbolic annihilation is represented in the form of media affirmation of the video through news and infotainment. In addition to the form of affirmation, the media also explicitly uses language that discriminates against women's characters. Informants assessed that the content of Tante Lala's video and media reports and infotainment broadcasts related to the video gave a wrong depiction of women. They argue that the media is also considered to have contributed to stereotyping women based on emotion rather than rationality.
PELATIHAN KREATIVITAS SENI MELALUI BATIK JUMPUTAN DI YAYASAN AL-MISHBAH BANDA ACEH Suraiya, Nana; Mukhlis, Mukhlis; Zakibar, Zakibar; Zikrun, Zikrun; Mahmudah, Zulfatun; Istikharah, Yenika
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i3.3504

Abstract

Pelatihan membatik di Yayasan Al- Mishbah Banda Aceh kepada para santri merupakan program pertama yang dilakukan mahasiswa PPG Prajabatan dalam proyek kepemimpinan. Program ini bertujuan: (1) untuk pemahaman tentang kreativitas seni dengan kegiatan batik jumputan yang dilaksanakan di Yayasan Al-Mishbah Banda Aceh, (2) untuk menghasilkan produk dari kegiatan batik jumputan yang dibuat sendiri, (3) untuk menghasilkan produk batik jumputan yang mempunyai nilai jual, serta (4) untuk mengembangkan keterampilan, serta meningkatkan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: (1) memberikan    pengetahuan    tentang    batik jumputan kepada santri Yayasan  Al-Mishbah Banda Aceh, (2) menambah   keterampilan   dalam   pembuatan   batik jumputan kepada santri Yayasan Al- Mishbah Banda Aceh, (3) meningkatkan kreativitas seni dalam membuat batik jumputan kepada santri Yayasan Al- Mishbah Banda Aceh, serta (4) meningkatkan  minat  masyarakat  terhadap  batik jumputan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini meliputi 3 tahap, yaitu: 1) tahap persiapan; 2) tahap pelaksanaan; dan tahap evaluasi. Persiapan yang dilakukan meliputi observasi kreativitas siswa dan program yang telah dilaksanakan sekolah, perencanaan format kegiatan pelatihan, penyusunan kepanitiaan, pemilihan pemateri, dan penyusunan rancangan anggaran belanja. Seluruh santri sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti program dari awal hingga akhir. Dari hasil kegiatan didapat beberapa batik jumputan yang indah dengan corak yang bermacam- macam hingga layak untuk dijual dan dipamerkan.Kata Kunci: Batik Jumputan, Kreativitas Siswa
PELATIHAN KREATIVITAS SENI MELALUI BATIK JUMPUTAN DI YAYASAN AL-MISHBAH BANDA ACEH Suraiya, Nana; Mukhlis, Mukhlis; Zakibar, Zakibar; Zikrun, Zikrun; Mahmudah, Zulfatun; Istikharah, Yenika
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i3.3504

Abstract

Pelatihan membatik di Yayasan Al- Mishbah Banda Aceh kepada para santri merupakan program pertama yang dilakukan mahasiswa PPG Prajabatan dalam proyek kepemimpinan. Program ini bertujuan: (1) untuk pemahaman tentang kreativitas seni dengan kegiatan batik jumputan yang dilaksanakan di Yayasan Al-Mishbah Banda Aceh, (2) untuk menghasilkan produk dari kegiatan batik jumputan yang dibuat sendiri, (3) untuk menghasilkan produk batik jumputan yang mempunyai nilai jual, serta (4) untuk mengembangkan keterampilan, serta meningkatkan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: (1) memberikan    pengetahuan    tentang    batik jumputan kepada santri Yayasan  Al-Mishbah Banda Aceh, (2) menambah   keterampilan   dalam   pembuatan   batik jumputan kepada santri Yayasan Al- Mishbah Banda Aceh, (3) meningkatkan kreativitas seni dalam membuat batik jumputan kepada santri Yayasan Al- Mishbah Banda Aceh, serta (4) meningkatkan  minat  masyarakat  terhadap  batik jumputan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini meliputi 3 tahap, yaitu: 1) tahap persiapan; 2) tahap pelaksanaan; dan tahap evaluasi. Persiapan yang dilakukan meliputi observasi kreativitas siswa dan program yang telah dilaksanakan sekolah, perencanaan format kegiatan pelatihan, penyusunan kepanitiaan, pemilihan pemateri, dan penyusunan rancangan anggaran belanja. Seluruh santri sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti program dari awal hingga akhir. Dari hasil kegiatan didapat beberapa batik jumputan yang indah dengan corak yang bermacam- macam hingga layak untuk dijual dan dipamerkan.Kata Kunci: Batik Jumputan, Kreativitas Siswa