Inayah Pratiwi, Mona
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Elaboration of Green Supply Chain Management to Improve Green Process Innovation Performance in UMKM Batik Lasem Setyawan, Nanang Adie; Utami, Hadiahti; Eka Sadriatwati, Sri; Inayah Pratiwi, Mona; Eviyanti, Novitasari
Admisi dan Bisnis Vol. 26 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Batik Lasem industry, known for its rich cultural heritage, faces significant challenges in achieving sustainability amidst increasing environmental concerns and global market competition. This study aims to evaluate the implementation of Green Supply Chain Management (GSCM) to enhance Green Process Innovation Performance in Batik Lasem MSMEs. Using a mixed-method approach, the research collected data from 100 MSMEs in Rembang, Central Java, combining quantitative surveys and qualitative interviews to gain comprehensive insights. The findings indicate that GSCM significantly reduces waste, optimizes resource utilization, and minimizes environmental impact, thus improving operational efficiency and competitiveness. Key components such as green purchasing, waste reduction, and eco-friendly manufacturing processes emerged as critical drivers of innovation. Moreover, the study highlights the importance of stakeholder collaboration, digital transformation, and policy support in fostering long-term sustainability. The paper concludes that effective GSCM practices not only enhance the financial performance of MSMEs but also strengthen their market position by meeting the growing demand for environmentally responsible products. This research provides practical recommendations for MSMEs seeking to balance economic growth with environmental responsibility, promoting resilience in an increasingly competitive global marketplace.   Industri Batik Lasem, yang dikenal dengan warisan budayanya yang kaya, menghadapi tantangan yang signifikan dalam mencapai keberlanjutan di tengah meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan dan persaingan pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Green Supply Chain Management (GSCM) untuk meningkatkan Kinerja Inovasi Proses Hijau di UMKM Batik Lasem. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengumpulkan data dari 100 UMKM di Rembang, Jawa Tengah, dengan menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk mendapatkan wawasan yang komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa GSCM secara signifikan mengurangi limbah, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan meminimalkan dampak lingkungan, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing. Komponen-komponen utama seperti pembelian ramah lingkungan, pengurangan limbah, dan proses manufaktur yang ramah lingkungan muncul sebagai pendorong inovasi yang sangat penting. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi pemangku kepentingan, transformasi digital, dan dukungan kebijakan dalam mendorong keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik-praktik GSCM yang efektif tidak hanya meningkatkan kinerja keuangan UMKM, tetapi juga memperkuat posisi mereka di pasar dengan memenuhi permintaan yang terus meningkat akan produk yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi UMKM yang ingin menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, serta mendorong ketahanan di pasar global yang semakin kompetitif.
Implementasi Teknologi Smart Screen House Untuk Mendukung Produksi Benih Kentang Unggul Dengan Media Cocopit Dan Manajemen Strategis Pertanian 5.0 Muhamad Cahyo Ardi Prabowo; Ayu Janitra , Atikah; Inayah Pratiwi, Mona; Rosita Cendrasari, Erie; Revanico, Benaya
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): J-Dinamika
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akademi Tani Sukses Indonesia (ATASI) merupakan sebuah organisasi yang membawahi lebih dari 12 kelompok tani. Kelompok ini mulai terbentuk pada tahun 2018, namun baru memperoleh legalitas formalpada tahun 2024. Fokus utama Mitra adalah pada kegiatan pembenihan kentang di wilayah Kabupaten Wonosobo, khususnya di dua lokasi yaitu Dusun Madukoro dan Dusun Gedikan, Desa Tlogojati, Kecamatan Wonosobo, Jawa Tengah. Secara geografis, daerah ini berada di dataran tinggi dengan iklim yang sangat mendukunguntuk pengembangan benih kentang unggul. Meskipun memiliki potensi besar, mitra masih menghadapi tantangan dalam manajemen produksi dan bisnis yang masih bersifat konvensional, sehingga kesulitan dalam meningkatkan daya saing dan memenuhi permintaanbenih kentang secara konvensioal.Tujuan kegiatan ini yaitu melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi teknologi dalam sektor pertanian, khususnya dalam pembenihan kentang, guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Implementasi sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dalam screen house mitra ATASI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya produksi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas benih kentang. Selain itu, kegiatan ini mendukung transformasi usaha tani berbasis teknologi dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pemanfaatan teknologi tepat guna, sehingga dapat meningkatkan daya saing mitra di pasar nasional. Teknologi yang diimplementasi memiliki prinsip kerja melakukan kendali penyiraman kabut dan penyiraman tetes, yang dilengkapi sensor pada setiap rak media cocopit. Sensor kelembaban tanah, Natrium Phospor, dan Kalium, sensor suhu dan kelembaban, sensor ultrasonic. Sistem dilengkapi daya mandiri untuk mensuplai daya bok kendali dengan solar panel. Komunikasi dan sistem pemantauan dapat dilakukan dengan menggunakan website yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Metode pelaksanaan dari Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Sosialisasi, Fabrikasi dan Penerapan Teknologi, Pelatihan, Pendampingan dan Evaluasi serta keberlanjutan program. Dampak dari program ini membantu petani melalui penerapan teknologi dan menguatkan sumber daya manusia di lingkungan mitra.