Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Develop

PENGARUH INVENTARISASI DAN REVALUASI TERHADAP OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET (STUDI KASUS PADA SATUAN KERJA PERGURUAN TINGGI NEGERI WILAYAH YOGYAKARTA) 1
Develop Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.144 KB) | DOI: 10.25139/dev.v5i2.4166

Abstract

Pengaruh Inventarisasi dan Revaluasi Terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Negara. Salah satu masalah utama dalam pengelolaan aset adalah ketidakteraturan dalam penggunaan dan pemanfaatannya. Hal ini menyulitkan satuan kerja pemerintah untuk menentukan kepastian kekayaan harta kekayaan yang dikuasai atau dikelola, sehingga kekayaan cenderung tidak optimal dalam penggunaan atau pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Inventarisasi dan Revaluasi Terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset di Satker Kemendikbudristek Daerah DIY. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Inventory, Legal Audit, dan Revaluasi. Dengan menggunakan purposive sampling, jumlah sampel penelitian yang diambil sebanyak 80 kuesioner dari pegawai yang menangani aset sebagai data pendukung informasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inventarisasi, Revaluasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset, sedangkan Legal Audit tidak berpengaruh terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa inventarisasi, legal audit, dan revaluasi secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap optimalisasi pemanfaatan aset, yaitu sebesar 53,19%, dan sisanya sebesar 46,81% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian
ANALISIS DAMPAK COVID-19 TERHADAP TINGKAT INFLASI SEPULUH BAHAN POKOK PANGAN STRATEGIS DI PASAR TRADISIONAL JAWA TIMUR 1; 1
Develop Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1418.529 KB) | DOI: 10.25139/dev.v5i2.4169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap Tingkat Inflasi Harga Sepuluh Komoditas Pangan Strategis dalam Perspektif Manajemen Ketahanan Harga Bahan Pokok Pangan di Jawa Timur yang terdampak akibat Covid-19 yang berdasarkan data dan literatur dari sudut pandang ilmu ekonomi dan manajemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbentuk studi, untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam sesuai fenomena. Data yang terkumpul dipelajari sebagai satu kesatuan yang tujuannya adalah untuk mengembangkan pengetahuan yang mendalam mengenai objek yang diteliti. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah: (1). Pengumpulan data melalui dokumen dan Studi Pustaka; (2). Melakukan display data dengan tujuan untuk menyusun dan menampilkan data sesuai sumber aslinya; (3). Melakukan reduksi data dengan tujuan proses melakukan pemilihan, penyederhanaan sesuai kebutuhan data (4). Menyajikan data dengan bentuk tabel dan gambar serta grafik; (5). Kemudian melakukan analisis dan pembahasan dengan tujuan untuk mengintepretasikan data dengan teori yang ada ; (6). Kemudian dilakukan Verifikasi data tujuan untuk merumuskan kesimpulan. Koefisien variasi (CV) harga komoditi di pasar tradisional dihitung berdasarkan data harga komoditi bulanan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mulai Maret 2020 sampai dengan Juni 2021. Koefisien variasi harga tertinggi terdapat pada komoditi Cabai Rawit sebesar 7.10%, disusul oleh bawang putih 3.51%, bawang merah 1.65%, Minyak goreng 0.87%, telur ayam 0.43%, gula pasir 0.24%, daging sapi 0.04%, dan terjadi deflasi untuk komoditas cabe merah 0.52% kemudian disusul harga Daging ayam 0.3%, Beras 0.27% (gambar 4). Koefisien keragaman harga komoditi masih berkisar 1.27% yang menunjukkan bahwa fluktuasi harga komoditi tersebut relatif stabil kecuali untuk Cabai Rawit, Bawang Putih dan cabai Merah. Waktu yang digunakan dalam menentukan data adalah adalah periode awal terjadinya kasus pandemi yaitu Maret 2020 sampai Juni 2021. Dasar menentukan waktu tersebut, karena pemerintah Jawa Timur memperlakukan beberapa kebijakan terkait dengan langkah penanggulangan penyebaran virus covid 19, mulai Pembatasan Sosial Berskala Besar; Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro. Periode tersebut kemungkinan akan terjadi kepanikan masyarakat dan pembatasan-pembatasan sosial masyarakat akan menyebabkan kontraksi ekonomi yang tinggi. Penelitian kualitatif dianggap tepat dengan permasalahan yang akan diteliti yaitu untuk mendeskripsikan tentang dampak Covid-19 terhadap Inflsasi atau perubahan Harga Bahan Pokok Pangan strategis yang terdampak Pandemi covids-19.