Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

PENGARUH PENGGUNAAN ABU SISA PEMBAKARAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI SUBSITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Dedi Enda Enda
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.057 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.358

Abstract

Ketergantungan penggunaan fly ash terutama fly ash tipe F hasil sisa pembakaran batu bara sebagai bahan tambah pembuatan beton cukup tinggi, akan tetapi tidak semua daerah di Indonesia tersedia bahan ini, seperti di pulau Bengkalis, untuk itu perlu dikembangkan bahan tambah alternatif dengan memperhatikan ketersediaannya di lapangan, yaitu berupa abu sisa pembakaran sampah organik. Penelitian di laboratorium dilakukan dengan variasi subsitusi abu sisa pembakaran sampah organik dengan semen berdasarkan satuan volume. Adapun volume semen yang dikurangi untuk diganti abu sisa pembakaran sampah organik yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% dengan kuat beton rencana yang digunakan yaitu 25 MPa, 30 MPa dan 35 MPa. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh dari penggunaan abu sisa pembakaran sampah organik sebagai subsitusi parsial semen terhadap kuat tekan beton 25 MPa, 30 MPa dan 35 MPa, menyebabkan mutu beton menurun seiring penambahan abu sisa pembakaran sampah organik sehingga abu sisa pembakaran sampah organik tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam beton.Kata Kunci - beton, abu sisa pembakaran sampah organik, kuat tekan beton
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMBANGUNAN TURAP PULAU BENGKALIS Oni Febriani; Boby Rahman; Dedi Enda
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.814 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1032

Abstract

Pulau Bengkalis merupakan salah satu pulau yang ada di Pulau Bengkalis Propinsi Riau, dengan kondisi tanah yang didominasi oleh tanah lunak dan tanah gambut. Dengan kondisi tanah seperti itu maka bagian pinggir drainase alami seringkali terjadi keruntuhan, sehingga Pemerintah Kabupaten Bengkalis dengan giat membangun dinding penahan tanah berupa turap di Pulau Bengkalis untuk mengatasi permasalahan tersebut, dengan makin meningkatnya pembangunan turap di Pulau Bengkalis maka diperlukan penyusunan data penyebaran pembangunan turap di Pulau Bengkalis dengan menggunakan sistem informasi geografis, sehingga dengan terdatanya pembangunan turap di Pulau Bengkalis, memberikan kemudahan untuk mengetahui peningkatan pembangunan turap dari tahun ke tahunnya. Pada penelitian ini dilakukan survey lapangan, dan pengolah data dengan perangkat lunak, MapSource, Arcmap 10.1 serta di integrasikan dengan data koordinat GPS map 62CSx, untuk mendapatkan hasil pemograman Sistem Informasi Geografis, Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Penelitian Deskriptif, artinya pengumpulan data dan dokumentasi. Dari penelitian ini diperoleh pembangunan turap pada tahun 2013 didapat 17 titik, tahun 2014 didapat 17 titik, tahun 2015 didapat 44 titik dan 2016 didapat 57 titik, dengan kerusakan turap yang ada di Pulau Bengkalis yaitu rusak ringan, rusak sedang, rusak total dan dalam kondisi baik.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PERKUATAN AGREGAT KASAR STYROFOAM DENGAN LAPISAN COATING PADA PEMBUATAN BETON RINGAN Dedi Enda
INOVTEK POLBENG Vol 6, No 2 (2016): INOVTEK VOL.6 NO 2 - 2016
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.119 KB) | DOI: 10.35314/ip.v6i2.71

Abstract

Abstrak Material beton merupakan jenis material yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan, baik sebagai material elemen struktural utama maupun elemen non-struktural. Untuk keperluan non-struktural, penggunaan beton normal menyebabkan beban mati akibat elemen beton non-struktural cukup besar, sehingga untuk mengurangi berat beton non-struktural tersebut digunakan beton ringan dengan agregat kasar dari bahan ALWA, salah satunya styrofoam. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya terhadap beton dengan agregat kasar styrofoam, diketahui bahwa mutu beton turun seiring dengan penambahan persentase agregat styrofoam didalam beton, hal ini diakibatkan styrofoam sebagai bahan penyusun beton terlalu lemah, sehingga di dalam penelitian ini agregat kasar styrofoam dilakukan perkuatan dengan coating dengan menggunakan pasta berupa semen, fly ash dan air (ALWA styrofoam). Eksperimen dilaksanakan dengan butiran styrofoam yang dilapisi coating dengan ukuran maksimum 2 cm direncanakan sebagai agregat kasar dengan rasio air semen 0.5, 0.6, 0.7 dan 0.8. Hasil uji menunjukkan berat isi beton ALWA styrofoam 25%-30% lebih rendah dari beton normal, dengan kuat tekan beton ALWA styrofoam meningkat seiring menurunnya faktor air semen.  Kata kunci : beton,  ALWA styrofoam.