Mardalena, Ismirani
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Karakter Struktur Judul Komik Berbahasa Prancis Berdasarkan Jenis Komik Nandianda Putri, Keisya; Mardalena, Ismirani
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i1.1161

Abstract

Judul memiliki peran penting dalam sebuah komik dan setiap jenis komik memiliki ciri khasnya masing-masing. Adanya perbedaan struktur judul dari setiap jenis komik mendorong peneliti untuk membahas perbedaan karakter struktur judul komik berbahasa Prancis berdasarkan jenis komiknya, yaitu aventure dan humour. Komik yang digunakan sebagai sumber data adalah Les Aventures de Tintin, Blake et Mortimer, Boule & Bill dan Le Petit Spirou. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan menganalisis struktur judul dengan teori sintaksis oleh Le Querler (1994). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan antara judul komik aventure dan humour terlihat dari struktur judul, unsur gramatikal, tema cerita, panjang judul, dan penggunaan tanda baca. Judul komik aventure pada umumnya lebih singkat dan kaku agar tidak mengungkapkan seluruh cerita sehingga dapat membuat pembaca penasaran. Selain itu, pada judul juga terdapat nama tokoh, objek petualangan, atau tempat petualangan dilakukan. Sementara itu, judul komik humour lebih panjang, beragam, dan interaktif karena cerita jenis komik ini berpusat pada tindakan dan kegiatan tokoh utama, serta untuk menjaga rasa humor pada judul. Walaupun kedua jenis komik itu memiliki perbedaan, judul kedua jenis komik memenuhi kriteria judul yang baik sesuai dengan teori judul Hoek (1981) dan McCay & Outcault dalam Odaert (2016).
Sastra Dan Nasionalisme Di Sekolah Internasional Mardalena, Ismirani; Kartini Lasman, Diah; Silfania Zahra, Zalfa
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.423 KB) | DOI: 10.58218/alinea.v2i1.151

Abstract

Globalisasi menuntut naiknya mutu pendidikan agar anak-anak Indonesia mampu bersaing di dunia Internasional. Disahkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kerja sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan oleh Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia serta Kurikulum 2013, yang berpedoman pada UU NO.20 tahun 2003, mendorong munculnya pendidikan berkualitas Internasional yang “mengadopsi kurikulum IB (International Bacalaureat), AAP atau Cambridge” di Indonesia. Orientasi kepada kurikulum internasional menimbulkan pertanyaan mengenai nasionalisme dan kebangsaan para siswa WNI. Salah satu strategi yang digunakan oleh sekolah yang berbahasa pengantar Bahasa Inggris serta mengadopsi kurikulum Internasional dalam menanamkan nasionalisme pada siswa berkewarganegaraan Indonesia adalah melalui pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dan menjadikan Bahasa dan Sastra sebagai salah satu mata ujian untuk mendapatkan diploma IB. Penelitian ini menganalisis hubungan pembelajaran sastra di sekolah berkurikulum IB dengan rasa nasionalisme pada siswa WNI. Data didapatkan dari wawancara tatap muka semi-terstruktur dengan guru dan siswa dari tiga sekolah Internasional, yaitu SPH Karawaci, SPH Kemang Village dan Binus School Simprug. Analisis dilakukan dengan mengaitkan data dengan konsep keindonesiaan yang dirumuskan dalam Diskusi Panel Serial: Membangun Budaya Bangsa dan Nilai Keindonesiaan Demi Masa Depan Bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sastra Indonesia mampu membangun rasa kebangsaan siswa. Makna pembelajaran sastra Indonesia di sekolah internasional adalah meneguhkan identitas siswa sebagai warga Negara Indonesia yang mengenal bangsanya, kebudayaannya dan mampu berbahasa Indonesia dengan baik.
Ideologi Penerjemahan Lirik Lagu: Film Frozen dan Frozen 2 dalam Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Prancis Mardalena, Ismirani
Jurnal Penerjemahan Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Penerjemahan
Publisher : Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64571/ojp.v9i2.96

Abstract

Song lyrics translation is a common thing to do. There have been many articles about song lyrics, including film soundtracks like Disney’s animations. This article aims to explain and find the ideology of the song lyrics in Disney’s musical animation “Frozen” and “Frozen 2”. In each film, three songs are chosen based on the most listened songs on Spotify. The method used is data collection in qualitative research. Each song is divided by verse and categorized by their translation strategy. Then, the author explains the problems found in each verse and the purpose of using said translation strategy. Lefevere’s (1975) translation strategies are used to identify the song lyrics’ translation strategies and Venuti’s theories to identify the ideology. From a total of 42 analyzed verses, it is found that the translator’s ideology tends to show domestication, which can be clearly seen in their dominant use of expressions, metaphors, and vocabularies commonly used in the target language. Keywords: translation ideology, Lefevere’s poetry translation strategies, film soundtrack, Frozen, Disney animation
Ideologi Penerjemahan Lirik Lagu: Film Frozen dan Frozen 2 dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Prancis Davina, Florencia Lorraine; Mardalena, Ismirani
Jurnal Penerjemahan Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Penerjemahan
Publisher : Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64571/ojp.v9i2.97

Abstract

Song lyrics translation is a common thing to do. There have been many articles about song lyrics, including film soundtracks like Disney’s animations. This article aims to explain and find the ideology of the song lyrics in Disney’s musical animation Frozen and Frozen 2. In each film, three songs are chosen based on the most listened-to songs on Spotify. The method used is data collection in qualitative research. Each song is divided by verse and categorized by its translation strategy. Then, the author explains the problems found in each verse and the purpose of using said translation strategy. Lefevere’s (1975) translation strategies are used to identify the song lyrics’ translation strategies and Venuti’s theories to identify the ideology. From a total of 42 analyzed verses, it is found that the translator’s ideology tends to show domestication, which can be clearly seen in their dominant use of expressions, metaphors, and vocabularies commonly used in the target language. Keywords: translation ideology, Lefevere’s poetry translation strategies, film soundtrack, Frozen, Disney animation
KUALITAS LAGU TERJEMAHAN “NE PARLONS PAS DE BRUNO” PADA FILM ANIMASI “ENCANTO” Mardalena, Ismirani; Antsar Nys, Muhammad Albany
Jurnal Penerjemahan Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Penerjemahan
Publisher : Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64571/ojp.v12i1.101

Abstract

Translating songs presents a unique challenge for translators because, in addition to preserving the meaning, they must ensure the text is singable. This is especially crucial for animated film soundtracks and musicals, where songs not only set the tone but also advance the plot (Ahmed, 2022). This study aims to identify the translation strategies applied to the soundtrack titled “Ne Parlons Pas de Bruno”” in the movie “Encanto”, using André Lefevere’s (1975) theory of poetry translation. After identifying the strategies used, this study applies the Pentathlon Principle proposed by Peter Low (2005) to assess the translation. The analysis reveals that the translated song “Ne Parlons Pas de Bruno” achieves a balanced score according to Low’s (2005) framework, with the metrical and interpretation strategies being the most frequently used strategies. These findings suggest that the most appropriate strategies for translating movie soundtracks are metrical and interpretation strategies.