Poeloengasih, Crescentiana Dewi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi ekstraksi karagenan dari Kappaphycus alvarezii berbantu metode enzim selulase dan gelombang ultrasonik : Optimization of carrageenan extraction from Kappaphycus alvarezii using ultrasonic-assisted cellulase extraction (UACE) Kumalaningrum, Amalia Nur; Poeloengasih, Crescentiana Dewi; Azhary, Muhammad Fachrul; Sholihah, Ni’matus; Syafitri, Tatia Asnur; Sabillah, Hana; Nusantara, Bangun Garuda; Christyandari, Debora Ayu
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i2.61454

Abstract

Karagenan merupakan polisakarida bernilai ekonomi tinggi yang diperoleh dari alga merah sebagai bahan pengental maupun penstabil diberbagai industri. Metode ekstraksi karagenan yang umum digunakan di industri melibatkan proses alkali panas dengan waktu cukup panjang sehingga tidak efisien dan menghasilkan banyak limbah. Oleh karena itu, perlu teknik ekstraksi yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum ekstraksi kappa-karagenan K. alvarezii menggunakan metode UACE berdasarkan persentase rendemen dan kualitas fisikokimia. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah rasio pelarut dan rumput laut (20–100 mL/g), konsentrasi enzim selulase (2–10%) dan waktu ultrasonikasi (20–100 menit). Karagenan dari K. alvarezii yang telah mendapatkan praperlakuan selanjutnya diekstrak pada suhu 80-90ºC selama 30 menit, dikarakterisasi dan dibandingkan dengan karagenan murni sesuai SNI 8391-1:2017. Kenaikan rasio pelarut:rumput laut, jumlah enzim dan waktu ultrasonik dapat menaikkan rendemen karagenan hingga mencapai 62%. Karagenan yang dihasilkan memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan karagenan komersial. Karagenan memiliki kadar air, sulfat, viskositas, kandungan logam berat sesuai SNI, sedangkan kadar abu dan abu tak larut asam melebihi SNI serta kekuatan gel dari karagenan masih di bawah SNI. Karagenan masih mengandung unsur N yang menunjukkan ketidakmurnian karagenan. Hasil spektrum FTIR menunjukkan bahwa karagenan yang diperoleh merupakan jenis kappa-karagenan. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengevaluasi pengaruh UACE sebagai perlakuan awal dalam proses ekstraksi karagenan sehingga tidak hanya meningkatkan jumlah karagenan, tetapi juga mutu karagenan yang dihasilkan.
PROTEIN CONTENT AND COLOR OF GREEN MACROALGAE Ulva lactuca (L.) ON SOAKING TIME AND DRYING METHOD Sefrienda, Ardiba Rakhmi; Novianty, Hilda; Jasmadi, Jasmadi; Suryaningtyas, Indyaswan Tegar; Poeloengasih, Crescentiana Dewi; Kumayanjati, Bayu; Permadi, Sandi; Setyono, Dwi Eny Djoko
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 15, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jthp.v15i2.59721

Abstract

The green macroalgae Ulva lactuca (L.) is a potential alternative protein source. This study investigates the effect of soaking and different drying methods on the protein and color quality of U. lactuca. Moisture and ash content, color, and protein content, i.e., crude protein, in vitro protein digestibility, and protein solubility of the seaweed were determined. In its conduct, fresh U. lactuca was soaked in fresh water for various soaking times (0, 1, 2, and 3 h). Soaking U. lactuca with the highest protein digestibility was selected for further drying method investigation, i.e., sun-drying, shade-drying, and oven-drying at 40°C. The results reveal that soaking treatment did not affect protein quality significantly, but there was a significant effect of soaking treatment on the ash content and color quality of U. lactuca. Among the drying method, sun drying and oven drying resulted in higher in-vitro protein digestibility and protein solubility compared to shade drying.