Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGIC RE-ALIGNMENT:1 ALTERNATIF INDONESIA DALAM MENGIMBANGI ANCAMAN ALIANSI FIVE POWERS DEFENSE ARRANGEMENT (FPDA) Montratama, Ian
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.371 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v5i1.352

Abstract

Aliansi merupakan pilihan suatu negara untuk meningkatkan kekuatan relatif dalam menghadapi ancaman yang tidak bisa diatasi oleh kekuatan internal. Malaysia dalam aliansi FPDA telah menjadi ancaman yang tidak seimbang bagi Indonesia. Namun, Indonesia sendiri tidak mungkin membentuk kontra aliansi karena kebijakan politik luar negeri bebas aktifnya. Esai ini ditujukan untuk mengkaji potensi allignment (selain aliansi, seperti : koalisi, kemitraan strategis dan komunitas keamanan) untuk mengimbangi ancaman kekuatan aliansi Malaysia dalam FPDA yang dianggap mengganggu kepentingan nasional Indonesia. Kata Kunci: strategic re-allignment, aliansi, koalisi, komunitas keamanan,kemitraan strategis
STRATEGI OPTIMALISASI PENGADAAN SARANA PERTAHANAN BAGI INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA Montratama, Ian
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 4, No 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.203 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v4i3.342

Abstract

Pengadaan sarana pertahanan menjadi suatu kebutuhan dasar dalam membangun sistem pertahanan nasional. Namun biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan sarana pertahanan amatlah mahal. Industri pertahanan nasional harus mampu mengambil manfaat dari program pengadaan sarana pertahanan di Kemhan. Perlu ada konsensus nasional yang berpihak kepada pengembangan kapasitas industri pertahanan nasional agar dapat memiliki kompetensi inti yang kompetitif di level regional dan global. Konsensus ini diwujudkan dalam optimalisasi kerjasama antar lembaga terkait langsung dengan pengadaan alutsista, khususnya Kementerian Pertahanan, TNI, dan pihak-pihak produsen di dalam negeri dalam rangka membangun sarana pertahanan berbasis industri pertahanan dalam negeri. Kata Kunci: strategi optimalisasi, pengadaan sarana pertahanan, industri pertahanan Indonesia 
QUO VADIS KEMANDIRIAN PERTAHANAN UDARA INDONESIA? ANTARA ILUSI DAN KENYATAAN Yani, Yanyan M; Montratama, Ian
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.46 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v6i2.305

Abstract

Kementerian Pertahanan RI memiliki tujuh program industri pertahanan nasional yaitu: jet tempur, kapal selam, medium battle tank, propelan, roket nasional, rudal nasional, dan radar nasional. Khusus untuk program jet tempur, Indonesia bekerja sama dengan Korea Selatan dalam membuat jet tempur generasi 4.5 dengan nama proyek KF-X/IF-X. Untuk tahap pengembangan KF-X/IF-X membutuhkan dana AS$ 8 milyar. Indonesia menanggung AS$ 1,6milyar dengan mendapatkan satu pesawat purwarupa (saja). Namun Indonesia harus mengeluarkan dana lagi jika akan membeli hingga 50 IF-X. Artikel ini hendak mengkaji program KF-X/IF-X dari sisi geopolitik, teknologi penerbangan dan efisiensi anggaran. Kata Kunci: program jet tempur, KF-X/IF-X, geopolitik, teknologi penerbangan militer, efisiensi anggaran