Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Iklim Keselamatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Perawat (Studi Kasus di Rumah Sakit Awal Bros Bekasi) Myta Kartika S.; Mone Stepanus
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 41, No 2 (2012): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit sebagai salah satu unit pelayanan kesehatan bertanggung jawabmemberikan pelayanan yang bermutu, berhasil guna dan berdaya guna sesuai denganstandar untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan kebutuhanpengobatan dan pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang berpengaruh dalammenentukan kualitas pelayanan di rumah sakit adalah kualitas sumber daya manusiayang ada di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan adanya pengaruhiklim keselamatan kerja terhadap produktivitas kerja perawat. Penelitian dilakukan diRumah Sakit Awal Bros Bekasi dengan responden berjumlah 150 orang perawatdengan menggunakan metode regresi sederhana. Uji asumsi klasik menunjukkanbahwa model sudah fit dan pengujian dapat dilanjutkan dengan regresi sederhana.Melalui metode regresi linier secara sederhana, diketahui terdapat pengaruh yangsignifikan antara hubungan iklim keselamatan kerja terhadap produktivitas kerjaperawat di Rumah Sakit Awal Bros Bekasi, yaitu sebesar 0,041 (< 0,00 5) denganadjusted koefisien determinasi sebesar 0,021 satuan atau 2,1 %. Sehingga dapatdikatakan bahwa iklim keselamatan kerja mempengaruhi produktivitas kerja perawatsebesar 2,1 %. Semakin tinggi iklim keselamatan kerja yang ada maka akan berpengaruhsignifikan terhadap produktivitas kerja perawat. Sedangkan sebanyak 0,97 satuanatau 97,9 % jumlah lainnya dari produktivitas kerja, dipengaruhi faktor lain diluarmodel penelitian. Penelitian ini membuktikan bahwa iklim keselamatan kerja memilikipengaruh positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja perawat. Salah satuusulan hasil penelitian ini adalah perlunya merubah orientasi program pelatihan K3yang selama ini berdasarkan knowledge based, dilengkapi dengan pelatihanketerampilan K3 (skill based) dengan tujuan peningkatan attitude based safety danmemperluas wawasan.
Analisis Perbedaan Persepsi Pelaksana dan Pejabat atas Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pegawai Firman Akhmadi Handoyo; Mone Stepanus
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 3 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian mengungkapkan adanya perbedaan tingkat kepuasan terhadapsistem penilaian kinerja yang berkaitan dengan peran seseorang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah sistem, proses, dan hasil dari penilaian kinerja pegawaidianggap adil dan memuaskan oleh para pegawai di lingkungan Sekretariat JenderalKementerian Keuangan dan apakah ada perbedaan persepsi mengenai hal tersebutantara pelaksana dan pejabat. Dalam penelitian ini akan dilihat pengaruh variabelorganisational justice yaitu procedural justice dan distributive justice berkontribusiterhadap persepsi kepuasan penilaian. Kemudian persepsi ini nantinya akan dilihatperbedaan antara pelaksana dengan pejabat. Penelitian dilakukan terhadap parapejabat dan pelaksana di lingkungan Setjen Kemenkeu dengan sampel sebanyak 197orang. Penentuan sampel dilakukan dengan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukanmelalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem, proses, danhasil dari penilaian kinerja pegawai sudah dianggap cukup adil oleh para pegawai. Dariketiga variabel dalam konsep organizational justice (system prosedural justice, processprosedural justice, dan disributive justice), hanya variabel distributive justice yangmendapatkan penilaian &lsquo;adil&rsquo;, sedangkan dua variabel lainnya mendapatkan penilaian&lsquo;cukup adil&rsquo;. Pelaksana &lsquo;cukup setuju&rsquo; dengan indikator atau pernyataan mengenaiorganizational justice penilaian kinerja. Sedangkan pejabat &lsquo;setuju&rsquo; dengan indikatoratau pernyataan mengenai organizational justice penilaian kinerja. Dari ketiga variabeldalam konsep organizational justice, indeks skor pelaksana tidak ada yang mencapai3,40 atau hanya dengan penilaian &lsquo;cukup adil&rsquo;. Sedangkan pejabat menganggap &lsquo;adil&rsquo;di setiap variabelnya. Secara deskriptif dan statistik, ada perbedaan persepsi antarapelaksana dan pejabat atas penilaian kinerja pegawai. Dengan demikian, hasil penelitianmenunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian kinerja pegawai sudah dianggap cukup adildan memuaskan dan terdapat perbedaan persepsi antara pelaksana dan pejabat ataspenilaian kinerja pegawai.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Efektivitas Transfer Pelatihan pada Pelaksanaan Pekerjaan Annik Noer Nawarni; Mone Stepanus
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 4 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pelatihan merupakan rangkaian kegiatan yang sistematis untuk melakukanpelatihan tertentu dalam rangka pencapaian .kompetensi sesuai dengan tuntutanpekerjaan. Idealnya, pelatihandilaksanakansecaraefektifuntukmeningkatkankompetensipeserta dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruhbeberapa faktor terhadap keefektifan transfer pelatihan pada pelaksanaan pekerjaan.Faktor tersebut adalah desain transfer, self efficacy, retensi pelatihan, performancefeedback dan dukungan supervisor. Desain transfer menunjukkan sejauh mana pelatihantelah didesain dan dilaksanakan sehingga peserta pelatihan dapat menstransfer apayang dipelajari ke dalam pekerjaan. Self-efficacy didefinisikan sebagai kepercayaanseseorang terhadap kemampuannya mengorganisasi dan menjalankan serangkaiantindakan yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan. Retensipelatihan mengacu pada daya ingat terhadap materi pelatihan. Performance feedbackmerupakan informasi tentang kinerja responden dalam menjalankan tugasnya. Sementaradukungan supervisor mengacu pada sikap dan perilaku supervisor terhadap bawahannya.Penelitian dilaksanakan untuk meneliti responden yang telah mengikuti pelatihan asesorkemampuan badan usaha yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan JasaKonstruksi Nasional (LPJKN) yang berdomisili di seluruh Indonesia. Penelitian dilakukanterhadap 403 asesor. Penelitian ini tidak menggunakan sampling, data diambil daripopulasi asesor yang sudah teregistrasi di LPJKN. Pengumpulan data dilakukan denganmenyebarkan angket tertutup. Hasil analisa dengan menggunakan multiple-regressionanalysis yang hasilnya menunjukkan desain transfer, self efficacy, retensi pelatihan,performance feedback dan dukungan supervisor secara simultan memiliki pengaruhpositif dan signifikan terhadap transfer pelatihan. Walaupun demikian, desain transferdan self efficacy memiliki pengaruh signifikan terhadap keefektifan transfer pelatihan.Sedangkan retensi pelatihan, performance feedback dan dukungan supervisor tidakmemiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pelatih.