Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Abdullah Bin Abbas vs Ali Bin Abi.... Abadi, Mashur
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 17, No 1 (2010): Islam, Budaya dan Korupsi
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraks
ISLAM, BUDAYA LOKAL DAN KEDEWASAAN BERBANGSA Abadi, Mashur
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 13, No 1 (2008): MADUROLOGI 3
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Dengan gaya bahasa refelektif, memberontak dan “kiri”, artikel ini berusaha menunjukkan relasi konsisten-koherensial antara kedewasaan beragama yang mengejawantah dalam kedewasaan berbudaya yang akhirnya akan mengantarkan pada penjaminan kedewasaan berbangsa.  Berislam, yang mencerminkan kedewasaan adalah keberagamaan yang berusaha menyadari bahwa praksis keagamaan bukan merupakan hakikat agama, sehingga –berislam—lebih merupakan tindakan manusia Muslim yang sadar budaya, sehingga untuk berislam tidak mesti mengidentifikasi diri sebagai Arab Murni, tetapi secara arif berusaha menyerap nilai lokalitas. Artinya, dewasa beragama, bermakna berusaha meletakkan yang universal pada tataran yang universal dan yang profan sebagai profan, memutlakkan yang mutlak dan merelatifkan yang relatif.Kata kunci:Islam, budaya lokal,  kedewasaan berbangsa
Abdullah Bin Abbas vs Ali Bin Abi.... Abadi, Mashur
KARSA: Journal of Social and Islamic Culture Islam, Budaya dan Korupsi
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v17i1.90

Abstract

Abstraks
ISLAM, BUDAYA LOKAL DAN KEDEWASAAN BERBANGSA Abadi, Mashur
KARSA: Journal of Social and Islamic Culture MADUROLOGI 3
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v13i1.126

Abstract

Abstrak:Dengan gaya bahasa refelektif, memberontak dan “kiri”, artikel ini berusaha menunjukkan relasi konsisten-koherensial antara kedewasaan beragama yang mengejawantah dalam kedewasaan berbudaya yang akhirnya akan mengantarkan pada penjaminan kedewasaan berbangsa.  Berislam, yang mencerminkan kedewasaan adalah keberagamaan yang berusaha menyadari bahwa praksis keagamaan bukan merupakan hakikat agama, sehingga –berislam—lebih merupakan tindakan manusia Muslim yang sadar budaya, sehingga untuk berislam tidak mesti mengidentifikasi diri sebagai Arab Murni, tetapi secara arif berusaha menyerap nilai lokalitas. Artinya, dewasa beragama, bermakna berusaha meletakkan yang universal pada tataran yang universal dan yang profan sebagai profan, memutlakkan yang mutlak dan merelatifkan yang relatif.Kata kunci:Islam, budaya lokal,  kedewasaan berbangsa