Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERASI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DIKALANGAN PELAJAR SEKOLAH MENEGAH ATAS DI KOTA PEKANBARU Sitti Rahmah; Virna Museliza; Endrianto Ustha; Muammar Alkadafi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT: IJTIMA' Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijtima.2024.19179

Abstract

Indonesia terus mengalami kemajuan baik di bidang teknologi maupun komunikasi. Pada saat ini semua informasi serba terbuka, masyarakat Indonesia bisa mendapatkan informasi tampa batas. Majunya perkembangan media dan teknologi yang sangat pesat termasuk literasi media kemudian memberi pengaruh yang besar dan mendominasi seluruh sektor kehidupan di masyarakat Indonesia. Salah satu sektor usia yang paling berpengaruh Majunya perkembangan media dan teknologi yakni usia remaja hingga dewasa. Di kalangan remaja, literasi media sangat memiliki pengaruh dan bahkan jadi elemen penting dalam berkehidupan. Tapi jika tidak berhati-hati, literasi media akan menjadi dua ujung pedang yang juga memberi efek negatif selain memiliki berbagai dampak positif. Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasanya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta fotofoto bersama teman. Dalam media sosial siapapun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Hal ini dikarenakan dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan jati diri atau melakukan kejahatan. Padahal dalam perkembangannya di sekolah, remaja berusaha mencari identitasnya dengan bergaul bersama teman sebayanya. Namun saat ini seringkali remaja beranggapan bahwa semakin aktif dirinya di media sosial maka mereka akan semakin dianggap keren dan gaul. Sedangkan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno atau ketinggalan jaman dan kurang bergaul.
Kapasitas Pemerintah Desa dan Tantangan Peningkatan PADes: Studi Pengelolaan Sumber Daya Lokal di Desa Bagan Melibur Destri Yani; Muammar Alkadafi
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 4 (2025): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17762601

Abstract

Merbau District in the Meranti Islands Regency has potential in agriculture, fisheries, oil, and tourism, with sago as its main commodity. Village funds support its utilization, but the Village Original Revenue (PADes) has not yet been established, and additional income is generated only by a few villages through cooperation with PT RAPP, with Bagan Melibur Village able to maintain it. Only three villages have active Village-Owned Enterprises (BUMDes), while six others have not optimally managed their regional potential. This study aims to examine the capacity of the Bagan Melibur Village government in generating PADes through local resources, as well as the supporting and inhibiting factors in producing PADes. The author used a qualitative approach to gain an in-depth understanding of Bagan Melibur Village through interviews, observations, and documentation. The research was conducted in the village due to its accessible location, involving 10 competent informants. Data were analyzed through four stages: collection, reduction, presentation, and conclusion. The results indicate that the Bagan Melibur Village government’s capacity to increase PADes is fairly good, supported by clear regulations, an organized structure, and competent personnel capable of managing village resources and finances transparently and accountably through participatory planning and digital administration, although challenges remain such as low community participation, limited entrepreneurial skills, rising raw material costs, and market access and geographic constraints