Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFIKASI KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA KRIM PEMUTIH WAJAH TANPA IJIN BPOM YANG BEREDAR DI KOTA PAREPARE Hasma; Panaungi, Andi Nurpati
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v1i1.1364

Abstract

Krim pemutih adalah salah satu sediaan kosmetik yang terdiri dari campuran bahan kimia dan bahan lain yang memiliki manfaat untuk menyamarkan noda hitam pada kulit. Bahan aktif yang umum digunakan dalam pembuatan krim pemutih ialah merkuri. Penggunaan merkuri dalam krim pemutih wajah dapat menyebabkan berbagai hal, mulai dari terjadinya perubahan warna kulit, adanya bintik hitam, iritasi pada wajah dan terjadinya alergi. penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, susunan saraf dan otak manusia serta dapat mengganggu perkembangan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya kandungan merkuri (Hg) pada krim pemutih wajah yang beredar di Kota Parepare. Sampel krim pemutih yang diteliti sebanyak 10 sampel, 4 sampel krim yang diracik sendiri tanpa ijin BPOM, 3 sampel krim racikan dokter tanpa ijin BPOM, 1 sampel krim racikan dokter yang memiliki ijin BPOM dan 2 sampel krim yang memiliki nomor registrasi BPOM. Identifikasi merkuri dilakukan dengan metode kualitatif yaitu uji reaksi warna menggunakan reagen KI 0,5 N dan reagen NaOH 2 N. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji reaksi warna dengan KI terdapat 4 sampel krim pemutih tanpa ijin BPOM yang positif mengandung merkuri (Hg). sedangkan, pada uji reaksi warna dengan NaOH semua sampel dinyatakan negatif mengandung merkuri (Hg). Kata kunci : Krim Pemutih, Merkuri (Hg), Metode Kualitatif.
Penetapan Kadar Flavanoid Ekstrak Etanol Kulit Buah Jeruk Nipis ( Citrus aurantifolia) Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis Panaungi, Andi Nurpati; Hasma; Muh. Fitrah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i1.57926

Abstract

Pendahuluan: Senyawa fenol pada kopi memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang baik untuk mengatasi kulit wajah yang kusam dan mencerahkan. Masker peel off merupakan sediaan yang berbentuk gel. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah biji kopi robusta (Coffea Canephora) dapat dibuat dalam bentuk masker wajah peel off. Metode: Dalam penelitian menggunakan ekstrak biji kopi robusta. Dengan 3 konsentrasi yaitu 0%, 1,5% dan 2,5% kemudian dilakukan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar daya kering. Hasil: penelitian ini yaitu pada formula 1 dengan konsentrasi 0% dengan uji organoleptik menunjukkan bentuk sediaan kental, merekat, bau olium citrus, berwarna putih, homogen, memiliki pH 7, daya sebar 6,5 cm dan daya kering 25 menit, formula 2 dengan konsentrasi 1,5% uji organoleptik menunjukkan bentuk sediaan kental, merekat, bau khas ekstrak biji kopi robusta bercampur olium citrus, berwarna coklat kehitaman, homogen, memiliki pH 6, daya sebar 6 cm dan daya kering 25 menit. Formula 3 dengan konsentrasi 2,5% uji organoleptik menunjukkan sediaan kental, merekat, bau khas ekstrak biji kopi robusta, berwarna coklat kehitaman, homogen, memiliki pH 7, daya sebar 7 cm dan daya kering 20 menit. Kesimpulan: Masker peel off dari ekstrak biji kopi robusta (coffea canephora) dapat diformulasikan dengan konsentrasi 1,5%. Kata Kunci : Ekstrak biji kopi robusta (coffea canephora), Masker Peel Off.
Efektivitas Teh Celup Daun Bidara Laut Kombinasi Bubuk Kayu Manis sebagai Antidiare pada Mencit Bakkareng, Hasma Hasma; Muin, Rahmatullah; Panaungi, Andi Nurpati; Usman, Yusnita
Wal'afiat Hospital Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/4288pz24

Abstract

Diarrhea is characterized by increased defecation frequency and altered stool consistency. Castor oil (Oleum ricini) induces diarrhea mainly through ricinoleic acid, which enhances intestinal secretion and motility. Sea bidara leaves (Ziziphus mauritiana) and cinnamon (Cinnamomum burmannii) contain tannins, flavonoids, and aromatic constituents (e.g., cinnamaldehyde) that may contribute to antidiarrheal activity. To evaluate the antidiarrheal effect of a combined sea bidara–cinnamon tea bag preparation in male Swiss Webster mice. An experimental study was conducted using 15 mice (n=3/group): negative control (castor oil + distilled water), positive control (loperamide), and three tea infusion groups—F1 (90%:10%), F2 (25%:75%), and F3 (50%:50%). Mice were fasted for 8 h, induced with castor oil (0.5 mL/20 g BW), and treated by oral gavage 30 min after induction. Observations were recorded at 30, 60, 90, and 120 min post-treatment. The primary Endpoint was total bowel movement (BM) frequency over 0–120 min. The secondary Endpoint was a standardized ordinal stool consistency score (0–3; 0=no BM, 1=formed, 2=soft, 3=watery/mucoid). Data were analyzed using Kruskal–Wallis with appropriate post-hoc testing (α=0.05) and effect size reporting. Significant between-group differences were observed in total BM frequency (H=10.24; p=0.0366; ε²=0.624) and stool consistency scores (H=11.74; p=0.0194; ε²=0.774). Descriptively, F3 showed the lowest total BM frequency, while F2 demonstrated faster cessation of BMs after 60 min. The combined sea bidara–cinnamon tea bag infusion exhibited antidiarrheal activity in the castor oil model; findings should be interpreted as preliminary due to the pilot sample size.
Efektivitas Teh Celup Daun Bidara Laut Kombinasi Bubuk Kayu Manis sebagai Antidiare pada Mencit Bakkareng, Hasma Hasma; Muin, Rahmatullah; Panaungi, Andi Nurpati; Usman, Yusnita
Wal'afiat Hospital Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/4288pz24

Abstract

Diarrhea is characterized by increased defecation frequency and altered stool consistency. Castor oil (Oleum ricini) induces diarrhea mainly through ricinoleic acid, which enhances intestinal secretion and motility. Sea bidara leaves (Ziziphus mauritiana) and cinnamon (Cinnamomum burmannii) contain tannins, flavonoids, and aromatic constituents (e.g., cinnamaldehyde) that may contribute to antidiarrheal activity. To evaluate the antidiarrheal effect of a combined sea bidara–cinnamon tea bag preparation in male Swiss Webster mice. An experimental study was conducted using 15 mice (n=3/group): negative control (castor oil + distilled water), positive control (loperamide), and three tea infusion groups—F1 (90%:10%), F2 (25%:75%), and F3 (50%:50%). Mice were fasted for 8 h, induced with castor oil (0.5 mL/20 g BW), and treated by oral gavage 30 min after induction. Observations were recorded at 30, 60, 90, and 120 min post-treatment. The primary Endpoint was total bowel movement (BM) frequency over 0–120 min. The secondary Endpoint was a standardized ordinal stool consistency score (0–3; 0=no BM, 1=formed, 2=soft, 3=watery/mucoid). Data were analyzed using Kruskal–Wallis with appropriate post-hoc testing (α=0.05) and effect size reporting. Significant between-group differences were observed in total BM frequency (H=10.24; p=0.0366; ε²=0.624) and stool consistency scores (H=11.74; p=0.0194; ε²=0.774). Descriptively, F3 showed the lowest total BM frequency, while F2 demonstrated faster cessation of BMs after 60 min. The combined sea bidara–cinnamon tea bag infusion exhibited antidiarrheal activity in the castor oil model; findings should be interpreted as preliminary due to the pilot sample size.