Articles
Pengaruh Bentuk-Bentuk Bullying Terhadap Kesehatan Mental Remaja dan Faktor Pelindungnya"
agus tohawi
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 12 No 03 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Manusia disebut makhluk sosial karena di dalam suatu kehidupan selalu ada proses interaksi antar sesamanya. Setiap masing-masing individu memiliki konflik yang berbeda-beda, mulai dari konflik dalam proses interaksi, konflik kekerasan baik secara verbal maupun non verbal. Menurut Priyatna , bullying merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh pelaku dengan unsur kesengajaan terhadap korban. Bullying dapat menyebabkan perkembangan remaja di bidang akademik maupun non akademik menjadi terganggu. Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku bullying terhadap remaja yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, misalnya seseorang yang lebih suka berdiam diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal luar diri seseorang, misalnya adanya pengaruh dari lingkungan sekitar. Dampak buruk yang dialami remaja dari bullying yakni dirinya selalu merasa tidak diinginkan oleh masyarakat sekitar. Bullying sudah menjadi hal yang wajar bahkan menjadi sebuah tradisi bagi remaja di Indonesia. Dapat kita sadari setiap orang pasti memiliki perasaan yang berbeda-beda. Di dalam dirinya juga terdapat rasa empati dan simpati. Namun pada kenyataannya, rasa empati dan simpati itu sudah tidak lagi diperdulikan. Biasanya korban bullying merasa dirinya aman jika berada di lingkungan sekitar rumah. Bahkan bullying juga dapat menurunkan semangat dan menghambat aktivitas korban yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan pada analisis data ini yaitu metode kualitatif deskriptif yang sumber datanya dari jurnal yang relevan. Metode ini mengkaji dengan menguraikan sumber data yang diperoleh melalui bentuk catatan pada dokumen atau jurnal yang mengacu pada pengaruh bentuk-bentuk bullying terhadap kesehatan mental remaja dan faktor pelindungnya. Tindakan pelaku bullying akan membuat korban merasa tertekan dan membuat guncangan mental di dalam dirinya sehingga mempengaruhi kesehatan mentalnya. Bullying berdampak pada kesehatan mental korbannya sehingga menyebabkan disfungsi sosial, perasaan rendah diri, dan kecemasan. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya bullying, yaitu sosialisasi dampak bullying, komunikasi sesama keluarga, dan menciptakan budaya anti bullying.Kata kunci: Bullying, Hubungan, Kesehatan Mental, Remaja
Peranan Media Sosial Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa
agus tohawi
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 14 No 02 (2025): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Pada zaman sekarang ini gaya hidup (life style) masyarakat sangat dipengaruhi oleh perkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Pada saat ini, penggunaan media sosial banyak digunakan untuk menunjukkan eksistensi diri yang berlebihan, sehingga terkadang tidak ada batas antara kehidupan nyata dengan kehidupan dunia maya. Media sosial kini dapat dimanfaatkan lebih banyak lagi, Tidak hanya untuk memberi kabar tentang keberadaan saja, melainkan sudah bisa digunakan sebagai sarana pengganti kehidupan kita di dunia maya. Dalam konteks ini, artikel ini menganalisis peranan media sosial terhadap gaya hidup mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk membina karakter mahasiswa dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber. Hasil dari penelitian (1). Perilaku mahasiswa terhadap gaya hidup modern yang sangat terlihat jelas yaitu: perilaku konsumtif. Gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang, yaitu bagaimana mereka hidup, menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya. (2). Peranan media sosial bagi mahasiswa mempunyai dampak positif maupun negatif. Peranan media sosial bagi mahasiswa mempunyai dampak positif maupun negatif. Jika dianalisis tujuan dari media sosial yaitu sebagai alat untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, dan jika penggunaan media sosial dilakukan secara tepat dari segi tempat, waktu, dan tujuan penggunaannya, maka pengaruh negatif dari media sosial akan dapat dikurangi. Kata kunci: mahasiswa, peranan media sosial, perubahan gaya hidup
STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KESADARAN KEAGAMAAN PESERTA DIDIK MELALUI WAWASAN KEBANGSAAN DI SMP NEGERI 1 LOCERET TAHUN AJARAN 2024 / 2025
AGUS TOHAWI
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 14 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kesadaran keagamaan peserta didik melalui integrasi nilai-nilai wawasan kebangsaan di SMP Negeri 1 Loceret. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan beberapa strategi utama, yaitu: (1) integrasi materi PAI dengan nilai-nilai kebangsaan seperti toleransi, cinta tanah air, dan tanggung jawab sosial; (2) pendekatan kontekstual dan dialogis dalam pembelajaran; dan (3) penguatan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler religius dan nasionalis. Strategi ini mampu meningkatkan pemahaman keagamaan peserta didik yang moderat dan cinta NKRI. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penguatan kompetensi guru PAI dalam mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam pembelajaran agama secara holistik. Kata kunci: strategi guru, PAI, kesadaran keagamaan, wawasan kebangsaan
MENYELAMI HUKUM DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM : TINJAUAN MENDALAM TERHADAP LANDASAN DAN IMPLEMENTASINYA
agus tohawi
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 10 No. 01 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53429/innovative.v10i02.872
Pendidikan Agama Islam merupakan bagian integral dari pembentukan karakter dan identitas umat Islam. Di dalamnya, pemahaman tentang hukum Islam menjadi salah satu aspek utama yang disampaikan kepada generasi penerus. Artikel ini mengulas secara mendalam pembahasan hukum dalam konteks pendidikan agama Islam. Melalui pemeriksaan teori dan praktik, artikel ini mengeksplorasi landasan hukum Islam serta implementasinya dalam pendidikan modern.Dengan fokus pada relevansi hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari, artikel ini membahas bagaimana pendidikan agama Islam dapat menjadi wahana untuk memperkuat pemahaman tentang hukum-hukum Islam yang relevan dan kontekstual. Pemeriksaan terhadap berbagai perspektif dan pendekatan dalam pembelajaran hukum Islam juga disajikan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif.Melalui penelusuran literatur dan analisis mendalam, artikel ini menyoroti tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan pembahasan hukum Islam dalam kurikulum pendidikan agama. Penekanan diberikan pada pentingnya pengembangan metode pengajaran yang efektif dan inklusif, serta peran guru dalam menyampaikan pemahaman hukum Islam yang benar dan berwawasan.Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pembahasan hukum dalam pendidikan agama Islam dapat diperkaya dan diperbaiki guna menciptakan lingkungan pembelajaran yang memadai bagi peserta didik dalam memahami dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
The Role of Islamic Religious Education in Promoting Religious Moderation and Social Harmony in Multicultural Societies
AGUS TOHAWI
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 15 No. 01 (2026): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study investigates the role of Islamic Religious Education in fostering religious moderation and social harmony within multicultural societies. Using a descriptive qualitative method, data were collected through interviews, focus group discussions, and curriculum analysis. The findings demonstrate that IRE plays a strategic role in promoting inclusive values, tolerance, and respect for diversity when moderation principles are explicitly integrated into learning objectives and teaching practices. Teachers’ interpretative approaches and contextualized learning materials significantly influence students’ attitudes toward pluralism. The study underscores the importance of reorienting Islamic education toward moderation as a means of strengthening social cohesion. These findings offer practical insights for policymakers and educators in multicultural educational settings.
Analisis Tingkat Pemahaman Siswa Pada Interaksi Sosial Multikultural
agus tohawi
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 11 No. 01 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53429/innovative.v11i01.917
This paper describes the social interaction in educational institutions whose learning citizens are multicultural. Students' understanding of multicultural values will shape different social behavior at the level of understanding and social action. This research was carried out at SMPN 1 Kertosono, which since the establishment of the school was formed from multicultural learning residents. The focus of the research in this article is to describe: a) the expression of student identity in multicultural differences, b) the contribution of subject teachers to the level of understanding of multicultural interactions. This study uses a qualitative method. Furthermore, as a theoretical foundation in qualitative research, it is fundamentally based on phenomenology. Meanwhile, in this study using the type of grounded theory research. This type of research is based on data and facts found in the field, so it is not based on pre-determined ideas. The results of the research, a) the implications of student expression tend to mean mutual tolerance for differences in social, ethnic and religious status, b) role models and the application of multicultural values by all subject teachers is a real form of understanding multicultural values that must be preserved in the educational environment
Pendidikan Agama Islam: Fondasi Moral dan Spiritual bagi Remaja
agus tohawi
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53429/innovative.v11i2.1089
Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran vital dalam membentuk karakter moral dan spiritual remaja. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana PAI dapat menjadi fondasi utama dalam pengembangan akhlak mulia pada remaja. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai jurnal internasional terkait pendidikan agama dan pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI memiliki dampak signifikan dalam mengarahkan perilaku remaja ke arah yang positif, serta membentuk dasar spiritual yang kokoh dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan PAI dalam kurikulum sekolah sebagai upaya membangun generasi muda yang berintegritas dan berakhlak mulia.
Pengaruh Bentuk-Bentuk Bullying Terhadap Kesehatan Mental Remaja dan Faktor Pelindungnya"
agus tohawi
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 12 No. 03 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53429/innovative.v12i03.1155
Abstrak Manusia disebut makhluk sosial karena di dalam suatu kehidupan selalu ada proses interaksi antar sesamanya. Setiap masing-masing individu memiliki konflik yang berbeda-beda, mulai dari konflik dalam proses interaksi, konflik kekerasan baik secara verbal maupun non verbal. Menurut Priyatna , bullying merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh pelaku dengan unsur kesengajaan terhadap korban. Bullying dapat menyebabkan perkembangan remaja di bidang akademik maupun non akademik menjadi terganggu. Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku bullying terhadap remaja yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, misalnya seseorang yang lebih suka berdiam diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal luar diri seseorang, misalnya adanya pengaruh dari lingkungan sekitar. Dampak buruk yang dialami remaja dari bullying yakni dirinya selalu merasa tidak diinginkan oleh masyarakat sekitar. Bullying sudah menjadi hal yang wajar bahkan menjadi sebuah tradisi bagi remaja di Indonesia. Dapat kita sadari setiap orang pasti memiliki perasaan yang berbeda-beda. Di dalam dirinya juga terdapat rasa empati dan simpati. Namun pada kenyataannya, rasa empati dan simpati itu sudah tidak lagi diperdulikan. Biasanya korban bullying merasa dirinya aman jika berada di lingkungan sekitar rumah. Bahkan bullying juga dapat menurunkan semangat dan menghambat aktivitas korban yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan pada analisis data ini yaitu metode kualitatif deskriptif yang sumber datanya dari jurnal yang relevan. Metode ini mengkaji dengan menguraikan sumber data yang diperoleh melalui bentuk catatan pada dokumen atau jurnal yang mengacu pada pengaruh bentuk-bentuk bullying terhadap kesehatan mental remaja dan faktor pelindungnya. Tindakan pelaku bullying akan membuat korban merasa tertekan dan membuat guncangan mental di dalam dirinya sehingga mempengaruhi kesehatan mentalnya. Bullying berdampak pada kesehatan mental korbannya sehingga menyebabkan disfungsi sosial, perasaan rendah diri, dan kecemasan. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya bullying, yaitu sosialisasi dampak bullying, komunikasi sesama keluarga, dan menciptakan budaya anti bullying.Kata kunci: Bullying, Hubungan, Kesehatan Mental, Remaja
Pengaruh Keluarga Pada Psikologi Peserta Didik
agus tohawi
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 13 No. 01 (2025): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53429/innovative.v13i01.1390
Pertumbuhan dan perkembangan seorang anak tidak lepas dari tanggung jawab orang tua maupun keluarga. Orang tua dan orang-orang yang terdekat dengan kehidupan anak, memberi pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Keluarga merupakan lingkungan sosial terkecil yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi proses perkembangan dan pertumbuhan seorang anak. Keluarga juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan anak dibandingkan dengan masyarakat di lingkungan sekitar. Metode yang digunakan pada analisis data ini yaitu metode kualitatif deskriptif yang sumber datanya dari jurnal yang relevan. Metode ini mengkaji dengan menguraikan sumber data yang diperoleh melalui bentuk catatan pada dokumen atau jurnal yang mengacu pada pengaruh keluarga pada psikologi peserta didik. Pertumbuhan seorang anak sangat berpengaruh dengan keluarga. Jika setiap pertumbuhan dan perkembangan anak berjelan dengan lancar maka adanya peran orang tua yang mampu mendukung secara penuh dalam setiap prsoses perkembangan anak. Dalam konsep psikologi perkembangan terdapat teori-teori yang menjelaskan tentang proses pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu teori Piaget dan Vygotsky. Menurut teori Piaget setiap anak memiliki empat tahapan dalam perkembangan kognitifnya, mulai dari tahap sensorimotor, tahap pra-operasional, tahap operasional konkret,dan tahap operasional formal. Perkembangan dan pertumbuhan anak di dukung oleh adanya peran kedua orang tua dan keluarga yang harmonis. Menurut teori Vygotsky bahwa anak yang masuk dalam proses perkembangan diawali dengan proses kesiapan dalam memasuki lingkungan sekolah. Setiap anak yang dalam proses perkembangan memiliki titik-titik yang berhubungan dalam keterampilan dan kemampuan sesuai dengan tingkat penguasaan yang berbeda.
Peranan Media Sosial Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa
agus tohawi
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 14 No. 02 (2025): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53429/innovative.v14i02.1476
Abstrak Pada zaman sekarang ini gaya hidup (life style) masyarakat sangat dipengaruhi oleh perkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Pada saat ini, penggunaan media sosial banyak digunakan untuk menunjukkan eksistensi diri yang berlebihan, sehingga terkadang tidak ada batas antara kehidupan nyata dengan kehidupan dunia maya. Media sosial kini dapat dimanfaatkan lebih banyak lagi, Tidak hanya untuk memberi kabar tentang keberadaan saja, melainkan sudah bisa digunakan sebagai sarana pengganti kehidupan kita di dunia maya. Dalam konteks ini, artikel ini menganalisis peranan media sosial terhadap gaya hidup mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk membina karakter mahasiswa dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber. Hasil dari penelitian (1). Perilaku mahasiswa terhadap gaya hidup modern yang sangat terlihat jelas yaitu: perilaku konsumtif. Gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang, yaitu bagaimana mereka hidup, menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya. (2). Peranan media sosial bagi mahasiswa mempunyai dampak positif maupun negatif. Peranan media sosial bagi mahasiswa mempunyai dampak positif maupun negatif. Jika dianalisis tujuan dari media sosial yaitu sebagai alat untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, dan jika penggunaan media sosial dilakukan secara tepat dari segi tempat, waktu, dan tujuan penggunaannya, maka pengaruh negatif dari media sosial akan dapat dikurangi. Kata kunci: mahasiswa, peranan media sosial, perubahan gaya hidup